alexametrics
25.6 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Kronologi Tabungan Nasabah BRI Pati Senilai Rp 206 Juta Raib, Modusnya Kirim Token Listrik

PATI – Siti Mardhiyah lemas karena tabungannya di BRI dikuras oknum tidak bertanggungjawab pada Jumat (10/6) lalu. Dalam lima menit tabungan yang semula berjumlah Rp 230 jutaan, hanya tersisa Rp 24 juta.

Senin (13/6), nasabah Bank BRI Cabang Pembantu Juwana ini mengadukan ke Bank BRI Cabang Pati. Siti pun menceritakan kronologi lenyapnya uang tabungan senilai Rp 230 juta itu.

“Awalnya saya dapat sebuah kiriman WhatsApp. Katanya salah kirim token listrik, kemudian disuruh skrinsut nomor di sms, karena saya tidak tahu dan tidak paham saya kirimkan. Tiba-tiba uang di rekening ditarik sampai Rp 206 juta. Kejadian itu sekitar pukul 15.00, hanya dalam lima menit ada 8 transaksi penarikan,” papar perempuan asal Desa Ngening Kecamatan Batangan tersebut.


Pihaknya berharap instansi sekelas BRI bisa bertanggungjawab. Apalagi hal ini terkait dengan kejahatan cyber di mana masyarakat awam banyak yang tidak paham. “Tadi kami sudah laporan, tapi pihak cabang mengaku tidak punya otoritas yang luas. Laporan dikirim ke kantor pusat, birokrasi semacam ini sangat melelahkan sebagai nasabah seperti kami ini yang dirugikan,” paparnya.

Baca Juga :  Prajurit Koramil Bangsri Digembleng Latihan Fisik

Lebih lanjut, Siti Mardhiyah menegaskan kepada pimpinan cabang BRI Pati agar benar-benar bisa bertanggungjawab. “Logikanya saat dititipi barang ketika hilang harus tanggungjawab apalagi ini bank pelat merah. Padahal dulunya kami merasa aman jika menaruh uang di bank milik negara sekarang kami minta pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Saat ini nasabah tersebut kini telah berkoordinasi dengan pihak bank dan melaporkan pembobolan rekeningnya ke Polres Pati. Sementara itu saat dimintai tanggapan pihak pimpinan BRI cabang Pati enggan ditemui. (aua/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Siti Mardhiyah lemas karena tabungannya di BRI dikuras oknum tidak bertanggungjawab pada Jumat (10/6) lalu. Dalam lima menit tabungan yang semula berjumlah Rp 230 jutaan, hanya tersisa Rp 24 juta.

Senin (13/6), nasabah Bank BRI Cabang Pembantu Juwana ini mengadukan ke Bank BRI Cabang Pati. Siti pun menceritakan kronologi lenyapnya uang tabungan senilai Rp 230 juta itu.

“Awalnya saya dapat sebuah kiriman WhatsApp. Katanya salah kirim token listrik, kemudian disuruh skrinsut nomor di sms, karena saya tidak tahu dan tidak paham saya kirimkan. Tiba-tiba uang di rekening ditarik sampai Rp 206 juta. Kejadian itu sekitar pukul 15.00, hanya dalam lima menit ada 8 transaksi penarikan,” papar perempuan asal Desa Ngening Kecamatan Batangan tersebut.

Pihaknya berharap instansi sekelas BRI bisa bertanggungjawab. Apalagi hal ini terkait dengan kejahatan cyber di mana masyarakat awam banyak yang tidak paham. “Tadi kami sudah laporan, tapi pihak cabang mengaku tidak punya otoritas yang luas. Laporan dikirim ke kantor pusat, birokrasi semacam ini sangat melelahkan sebagai nasabah seperti kami ini yang dirugikan,” paparnya.

Baca Juga :  Kabupaten Pati Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Jateng Terbaik II

Lebih lanjut, Siti Mardhiyah menegaskan kepada pimpinan cabang BRI Pati agar benar-benar bisa bertanggungjawab. “Logikanya saat dititipi barang ketika hilang harus tanggungjawab apalagi ini bank pelat merah. Padahal dulunya kami merasa aman jika menaruh uang di bank milik negara sekarang kami minta pertanggungjawaban,” pungkasnya.

Saat ini nasabah tersebut kini telah berkoordinasi dengan pihak bank dan melaporkan pembobolan rekeningnya ke Polres Pati. Sementara itu saat dimintai tanggapan pihak pimpinan BRI cabang Pati enggan ditemui. (aua/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/