alexametrics
26.9 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Cegah Abrasi di Pesisir Pati, Pemkab Bangun Tanggul Sementara

PATI – Pemkab Pati membangun 350 lembar bronjong (tanggul sementara) di Desa Banyutowo, Dukuhseti pada Senin (13/6). Tanggul tersebut untuk mencegah abrasi/rob di pesisir Pati.

Secara simbolis, Bupati Pati Haryanto melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan tanggul sementara itu. Selanjutnya, dibangun ratusan tanggul itu dibantu relawan setempat.

Haryanto mengatakan, ada pembangunan tanggul ini salah satu bentuk kepedulian pihaknya terhadap warganya. Meskipun belum bisa menyeluruh, harapannya, ini bisa mengurangi dampak bencana rob.


”Dampak rob ini tak hanya di Banyutowo saja. Tapi yang lain juga banyak yang terdampak. Namun, sementara ini pihaknya menyisir di pantai di sana,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sementara ini mencegah rob dengan bronjong itu. Soalnya, ini ada darurat bancana rob. Kalau menunggu anggaran APBD bisa memakan waktu.

”Sementara ini, semoga rob bisa tertangani dengan bronjong. Soalnya, memang tak bisa menganggarkan langsung. Butuh waktu lama untuk penganggaran perubahan APBD. Paling tidak bisa tahun depan malah. Ini sementara dulu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebakaran Kapal, Tim Terpadu Maritim Juwana Lakukan Simulasi

Selanjutnya, pihaknya mewacanakan adanya pembangunan talud di sana. Selain layak, bangunannya juga kuat. ”Kali ini baru bisa menyanggupi alat ini (bronjong). Nantinya, harus ditindaklanjuti dengan pembangunan talud biar kuat. Jadi tak hanya bronjong saja,” tukasnya.

Pihaknya berharap, para nelayan ini dan warga di pesisir ini berhati-hati dengan gelombang tinggi. Pasalnya, dari BMKG ada perkiraan gelombang tinggi di pesisir ini. ”Nelayan ini melihat gelombang tinggi biasanya tak takut. Tapi kalau terjadi gelombang yang tinggi segera mengungsi. Yang penting selamat dulu. Dari BMKG ada gelombang tinggi di wilayah pesisir,” tandasnya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada 199 orang. Yakni, Desa Tunggulsari 127, Sambiroto 20, Margomulyo 27 (Tayu), dan Banyutowo 25 (Dukuhseti). Bantuan tersebut teruntuk warga yang terdampak banjir rob. ”Meskipun bantuan ini tak seberapa, saya harap bisa sedikit membantu. Itung-itung tombo gelo,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati membangun 350 lembar bronjong (tanggul sementara) di Desa Banyutowo, Dukuhseti pada Senin (13/6). Tanggul tersebut untuk mencegah abrasi/rob di pesisir Pati.

Secara simbolis, Bupati Pati Haryanto melakukan peletakan batu pertama pada pembangunan tanggul sementara itu. Selanjutnya, dibangun ratusan tanggul itu dibantu relawan setempat.

Haryanto mengatakan, ada pembangunan tanggul ini salah satu bentuk kepedulian pihaknya terhadap warganya. Meskipun belum bisa menyeluruh, harapannya, ini bisa mengurangi dampak bencana rob.

”Dampak rob ini tak hanya di Banyutowo saja. Tapi yang lain juga banyak yang terdampak. Namun, sementara ini pihaknya menyisir di pantai di sana,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sementara ini mencegah rob dengan bronjong itu. Soalnya, ini ada darurat bancana rob. Kalau menunggu anggaran APBD bisa memakan waktu.

”Sementara ini, semoga rob bisa tertangani dengan bronjong. Soalnya, memang tak bisa menganggarkan langsung. Butuh waktu lama untuk penganggaran perubahan APBD. Paling tidak bisa tahun depan malah. Ini sementara dulu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kebakaran Kapal, Tim Terpadu Maritim Juwana Lakukan Simulasi

Selanjutnya, pihaknya mewacanakan adanya pembangunan talud di sana. Selain layak, bangunannya juga kuat. ”Kali ini baru bisa menyanggupi alat ini (bronjong). Nantinya, harus ditindaklanjuti dengan pembangunan talud biar kuat. Jadi tak hanya bronjong saja,” tukasnya.

Pihaknya berharap, para nelayan ini dan warga di pesisir ini berhati-hati dengan gelombang tinggi. Pasalnya, dari BMKG ada perkiraan gelombang tinggi di pesisir ini. ”Nelayan ini melihat gelombang tinggi biasanya tak takut. Tapi kalau terjadi gelombang yang tinggi segera mengungsi. Yang penting selamat dulu. Dari BMKG ada gelombang tinggi di wilayah pesisir,” tandasnya.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada 199 orang. Yakni, Desa Tunggulsari 127, Sambiroto 20, Margomulyo 27 (Tayu), dan Banyutowo 25 (Dukuhseti). Bantuan tersebut teruntuk warga yang terdampak banjir rob. ”Meskipun bantuan ini tak seberapa, saya harap bisa sedikit membantu. Itung-itung tombo gelo,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/