alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Cegah PMK, Pasar Hewan di Pati Disemprot Disinfektan

PATI – Pemkab Pati mulai melakukan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Petugas menyemprot disinfektan di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, kemarin. Menyusul penyemprotan di pasar-pasar hewan lain. Selain itu, juga ada pantauan hewan-hewan ternak.

Berdasar pantauan hingga kemarin, di Bumi Mina Tani belum ditemukan hewan yang mengidap PMK. ”Jadi, kami bersama-sama dengan petugas pasar hewan mengawasi dan menyemprot disinfektan sebagai pencegahan. Baik dengan ternaknya maupun dengan alat angkutnya dan lokasi-lokasi peternakan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum.

Disinfektan di dinasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pati. Saat ini, ada 100 liter disinfektan yang disiapkan. ”Disinfektan di dinas secara stok cukup. 100 liter ini bisa dimanfaatkan untuk dua bulan ke depan. Karena ini bisa dicampur dengan air. Kalau nanti kurang kami akan mohon penambahan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya.

Baca Juga :  Lampu Lalu Lintas Bleber Rusak, Dishub Pati: Akan Segera Diperbaiki

Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Kabupaten Pati Andi Hirawadi menambahkan, penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Wagenan sendiri ada 1.600 hewan. ”Tadi (kemarin, Red) ada 12 liter disinfektan yang disemprotkan,” terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan bila terjangkit PMK.  Masyarakat diminta melaporkan kepada petugas Dispertan Kabupaten Pati bila menemukan hewan yang mengidap PMK. ”Penyakit ini bisa menularkan ke hewan lain. Berikanlah obat hewan dan laporkan ke kami. Saya sarankan untuk segera melaporkan petugas yang di kecamatan jika hewan sakit,” imbaunya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati mulai melakukan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Petugas menyemprot disinfektan di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, kemarin. Menyusul penyemprotan di pasar-pasar hewan lain. Selain itu, juga ada pantauan hewan-hewan ternak.

Berdasar pantauan hingga kemarin, di Bumi Mina Tani belum ditemukan hewan yang mengidap PMK. ”Jadi, kami bersama-sama dengan petugas pasar hewan mengawasi dan menyemprot disinfektan sebagai pencegahan. Baik dengan ternaknya maupun dengan alat angkutnya dan lokasi-lokasi peternakan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum.

Disinfektan di dinasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pati. Saat ini, ada 100 liter disinfektan yang disiapkan. ”Disinfektan di dinas secara stok cukup. 100 liter ini bisa dimanfaatkan untuk dua bulan ke depan. Karena ini bisa dicampur dengan air. Kalau nanti kurang kami akan mohon penambahan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pati Anggarkan Perbaikan Jalur Lambat Senilai Rp 400 Juta

Kepala Bidang Peternakan pada Dispertan Kabupaten Pati Andi Hirawadi menambahkan, penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Wagenan sendiri ada 1.600 hewan. ”Tadi (kemarin, Red) ada 12 liter disinfektan yang disemprotkan,” terangnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan bila terjangkit PMK.  Masyarakat diminta melaporkan kepada petugas Dispertan Kabupaten Pati bila menemukan hewan yang mengidap PMK. ”Penyakit ini bisa menularkan ke hewan lain. Berikanlah obat hewan dan laporkan ke kami. Saya sarankan untuk segera melaporkan petugas yang di kecamatan jika hewan sakit,” imbaunya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/