alexametrics
30.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Komisi D DPRD Pati Fasilitasi Vaksinasi di Desa Ngagel

PATI – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Muntamah memfasilitasi vaksinasi di Desa Ngagel, Dukuhseti pada akhir pekan lalu. Hal ini dikarenakan cakupan vaksinasi di desa tersebut rendah. Selain itu, secara keseluruhan peringkat cakupan vaksin di Pati kategori rendah di Jawa Tengah.

Tujuh tenaga medis terlihat menyuntik vaksin di rumah Muntamah. ”Saya fasilitasi pihak desa untuk vaksinasi di rumah saya. Ini untuk mendorong target vaksinasi yang masih rendah,” kata Muntamah.

Di samping itu, target vaksinasi di desanya ini membuatnya prihatin. Terendah di Pati. ”Data pada awal Febuari lalu. Masak iya desa yang saya tempati ini rendah. Oleh sebab itu, saya terus mendorong untuk percepatan vaksinasi,” imbuhnya.


Dia menambahkan, melalui organisasi Muslimat juga mempunyai kesempatan untuk gencar sosialisasi. Tetap memberikan motivasi bahwa vaksinasi ini penting.

Baca Juga :  Dua ASN di Pati Diminta Bupati Kembalikan Bansos, Apa Alasannya?

”Tujuannya membentuk herd immunity komunal. Secara tak langsung ini mendorong masyarakat untuk vaksinasi. Jadi ini bisa digunakan sebagai contoh. Bahwa tokoh publik peduli dengan vaksinasi. Dan itu sangat penting,” paparnya.

Vaksinasi tersebut untuk dosis 1 hingga 3. Jenis vaksin yang digunakan Astrazeneca 10 dosis, Pfizer 1 vial, dan Sinovac satu vial 10 dosis.

”Targetnya 50 orang. Vaksinasi ini dari Puskesmas Dukuhseti. Kali ini kebetulan Bu Muntamah memfasilitasi penyuntikan vaksin di rumahnya,” terang Bidan Desa Kartinah.

Tak hanya itu, biasanya pihak Puskesmas Dukuhseti menggelar vaksinasi di kantor setempat. Sampai saat ini, percepatan vaksinasi masih bergulir. ”Biasanya di puskesmas rutin tiap Selasa dan Jumat. Selain itu juga jemput bola ke rumah masyarakat,” imbuhnya. (war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Muntamah memfasilitasi vaksinasi di Desa Ngagel, Dukuhseti pada akhir pekan lalu. Hal ini dikarenakan cakupan vaksinasi di desa tersebut rendah. Selain itu, secara keseluruhan peringkat cakupan vaksin di Pati kategori rendah di Jawa Tengah.

Tujuh tenaga medis terlihat menyuntik vaksin di rumah Muntamah. ”Saya fasilitasi pihak desa untuk vaksinasi di rumah saya. Ini untuk mendorong target vaksinasi yang masih rendah,” kata Muntamah.

Di samping itu, target vaksinasi di desanya ini membuatnya prihatin. Terendah di Pati. ”Data pada awal Febuari lalu. Masak iya desa yang saya tempati ini rendah. Oleh sebab itu, saya terus mendorong untuk percepatan vaksinasi,” imbuhnya.

Dia menambahkan, melalui organisasi Muslimat juga mempunyai kesempatan untuk gencar sosialisasi. Tetap memberikan motivasi bahwa vaksinasi ini penting.

Baca Juga :  Manusia Silver Dirazia Satpol PP, Kebanyakan Berasal Luar Pati

”Tujuannya membentuk herd immunity komunal. Secara tak langsung ini mendorong masyarakat untuk vaksinasi. Jadi ini bisa digunakan sebagai contoh. Bahwa tokoh publik peduli dengan vaksinasi. Dan itu sangat penting,” paparnya.

Vaksinasi tersebut untuk dosis 1 hingga 3. Jenis vaksin yang digunakan Astrazeneca 10 dosis, Pfizer 1 vial, dan Sinovac satu vial 10 dosis.

”Targetnya 50 orang. Vaksinasi ini dari Puskesmas Dukuhseti. Kali ini kebetulan Bu Muntamah memfasilitasi penyuntikan vaksin di rumahnya,” terang Bidan Desa Kartinah.

Tak hanya itu, biasanya pihak Puskesmas Dukuhseti menggelar vaksinasi di kantor setempat. Sampai saat ini, percepatan vaksinasi masih bergulir. ”Biasanya di puskesmas rutin tiap Selasa dan Jumat. Selain itu juga jemput bola ke rumah masyarakat,” imbuhnya. (war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/