alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Kabupaten Pati Juara III Forum Investasi Jawa Tengah

PATI – Potensi pengembangan pembenihan ikan Nila Salin di Kabupaten Pati diganjar penghargaan sebagai juara III Central Java’s Potential Investment Challenge 2021. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Pati Haryanto dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF 2021) di Hotel Tentrem, Semarang, Rabu (10/11). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan penghargaan langsung kepada para pemenang.

Tahun ini, Investment Challenge kembali hadir melalui berbagai pertimbangan para ahli. Terpilih tiga proyek unggulan clean and clear sebagai pemenang dan siap ditawarkan kepada para investor. Juara II jatuh kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dengan proyek pengembangan industri kelapa terpadu. Juara I diraih Pemkab Pemalang dengan proyek pengembangan industri penyulingan melati.

Untuk diketahui, CJIBF 2021 merupakan event investasi di Jawa Tengah yang mempertemukan investor potensial dari berbagai negara dengan berbagai proyek unggulan Jawa Tengah. CJIBF dilaksanakan setiap tahun dan terdiri dari bisnis forum dan one on one meeting. Dengan kegiatan ini, realisasi investasi di Jawa Tengah diharapkan semakin meningkat dan mendorong pemulihan ekonomi.


Usai menerima penghargaan, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih ini. ”Hari ini (kemarin, Red) saya menerima penghargaan terkait dengan investasi, sekalipun yang saya promosikan itu pembibitan nila salin, namun bukan berarti kami tidak punya potensi yang kami promosikan lebih besar. Kami punya kawasan yang lebih besar di Kecamatan Juwana, lahan yang ada di sentra industri perikanan. Sekalipun nilainya itu kecil, namun tujuan kami memberikan peran kepada investor yang lain, agar juga ikut berperan serta mengembangkan perikanan yang ada di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelar Razia, Personel Gabungan Temukan Pekerja Salon di Bawah Umur

Bupati mengungkapkan, sektor perikanan ini, tidak terlalu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Sehingga dirinya menyebut, potensi keuntungan sudah pasti didapat. Karena yang dibutuhkan adalah benih, sehingga waktu yang dibutuhkan relatif pendek dan hasilnya segera bisa dinikmati.

Untuk itu, Haryanto berharap, agar momentum ini bisa memacu potensi investasi lain di Kabupaten Pati untuk lebih dikembangkan, sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Mina Tani.

Dengan datangnya investor di Kabupaten Pati akan memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Potensi pengembangan pembenihan ikan Nila Salin di Kabupaten Pati diganjar penghargaan sebagai juara III Central Java’s Potential Investment Challenge 2021. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Pati Haryanto dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF 2021) di Hotel Tentrem, Semarang, Rabu (10/11). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan penghargaan langsung kepada para pemenang.

Tahun ini, Investment Challenge kembali hadir melalui berbagai pertimbangan para ahli. Terpilih tiga proyek unggulan clean and clear sebagai pemenang dan siap ditawarkan kepada para investor. Juara II jatuh kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dengan proyek pengembangan industri kelapa terpadu. Juara I diraih Pemkab Pemalang dengan proyek pengembangan industri penyulingan melati.

Untuk diketahui, CJIBF 2021 merupakan event investasi di Jawa Tengah yang mempertemukan investor potensial dari berbagai negara dengan berbagai proyek unggulan Jawa Tengah. CJIBF dilaksanakan setiap tahun dan terdiri dari bisnis forum dan one on one meeting. Dengan kegiatan ini, realisasi investasi di Jawa Tengah diharapkan semakin meningkat dan mendorong pemulihan ekonomi.

Usai menerima penghargaan, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih ini. ”Hari ini (kemarin, Red) saya menerima penghargaan terkait dengan investasi, sekalipun yang saya promosikan itu pembibitan nila salin, namun bukan berarti kami tidak punya potensi yang kami promosikan lebih besar. Kami punya kawasan yang lebih besar di Kecamatan Juwana, lahan yang ada di sentra industri perikanan. Sekalipun nilainya itu kecil, namun tujuan kami memberikan peran kepada investor yang lain, agar juga ikut berperan serta mengembangkan perikanan yang ada di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Baca Juga :  Diserbu, Pedagang di Pati ini Bisa Jual 30 Ton Minyak Goreng Curah Perhari

Bupati mengungkapkan, sektor perikanan ini, tidak terlalu terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Sehingga dirinya menyebut, potensi keuntungan sudah pasti didapat. Karena yang dibutuhkan adalah benih, sehingga waktu yang dibutuhkan relatif pendek dan hasilnya segera bisa dinikmati.

Untuk itu, Haryanto berharap, agar momentum ini bisa memacu potensi investasi lain di Kabupaten Pati untuk lebih dikembangkan, sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Mina Tani.

Dengan datangnya investor di Kabupaten Pati akan memberikan dampak yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/