alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Setengah Tahun Penyelidikan, Kasus Pemerkosaan Disabilitas di Pati Jalan di Tempat, Ada Apa?

PATI – Kasus pemerkosaan yang dialami kaum disabilitas di Kabupaten Pati belum temui titik terang. Sudah hampir setengah tahun lebih masih dalam proses penyelidikan.

Kasus tersebut dilaporkan pihak keluarga korban ke Polres Pati pada Januari 2022 lalu. Hingga kini penyelidikan masih berlangsung.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati Suratno mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui perkembangan kasus tersebut. Belum menuai jawaban setelah menanyakan keberlangsungan kasus ke Dinas Sosial (Dinsos) Pati.


”Kasus pemerkosaan itu masih mengambang. Kami tanya ke Dinsos, katanya kasus masih dalam pengembangan. Belum dialihkan ke pengadilan setempat,” paparnya.

Harapannya, kasus ini segera diungkap tuntas. Jangan sampai kasusnya dibiarkan mengambang/tak selesai. Kasian anaknya. ”Harus segera ditindaklanjuti. Kasian anak itu. Dia punya “kekurangan”. Jadi harus diungkap hingga tuntas sampai selesai. Biar tidak ada dampak lainnya,” harapannya.

Baca Juga :  Solar Melambung, Pemkab Pati Usulkan Harga Premium ke Pusat

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kasatreskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang mengaku, pihaknya masih mendalami kasus ini. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus pemerkosaan ini. ”Saat ini soal kasus pemerkosaan itu masih proses lidik. Mohon doanya supaya cepat terungkap,” terangnya.

Korban pemerkosaan penyandang disabilitas ini hingga hamil. Malah sudah melahirkan anaknya. Sementara pelaku diduga tetangganya sendiri di wilayah Kecamatan Tayu.

Sedangkan lokasi pelaku melancarkan aksinya diduga di sekolahan setempat. Korban ini tunawicara dan tunarungu. Sementara pelaku berusia 60 tahun bekerja sebagai petani di desa setempat. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kasus pemerkosaan yang dialami kaum disabilitas di Kabupaten Pati belum temui titik terang. Sudah hampir setengah tahun lebih masih dalam proses penyelidikan.

Kasus tersebut dilaporkan pihak keluarga korban ke Polres Pati pada Januari 2022 lalu. Hingga kini penyelidikan masih berlangsung.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati Suratno mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui perkembangan kasus tersebut. Belum menuai jawaban setelah menanyakan keberlangsungan kasus ke Dinas Sosial (Dinsos) Pati.

”Kasus pemerkosaan itu masih mengambang. Kami tanya ke Dinsos, katanya kasus masih dalam pengembangan. Belum dialihkan ke pengadilan setempat,” paparnya.

Harapannya, kasus ini segera diungkap tuntas. Jangan sampai kasusnya dibiarkan mengambang/tak selesai. Kasian anaknya. ”Harus segera ditindaklanjuti. Kasian anak itu. Dia punya “kekurangan”. Jadi harus diungkap hingga tuntas sampai selesai. Biar tidak ada dampak lainnya,” harapannya.

Baca Juga :  Melebihi Target, Realisasi PBB Kabupaten Pati Capai Rp 18 Miliar

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kasatreskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang mengaku, pihaknya masih mendalami kasus ini. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus pemerkosaan ini. ”Saat ini soal kasus pemerkosaan itu masih proses lidik. Mohon doanya supaya cepat terungkap,” terangnya.

Korban pemerkosaan penyandang disabilitas ini hingga hamil. Malah sudah melahirkan anaknya. Sementara pelaku diduga tetangganya sendiri di wilayah Kecamatan Tayu.

Sedangkan lokasi pelaku melancarkan aksinya diduga di sekolahan setempat. Korban ini tunawicara dan tunarungu. Sementara pelaku berusia 60 tahun bekerja sebagai petani di desa setempat. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru