25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Akibat Cuaca Susah Diprediksi, Nelayan di Pati Bingung Melaut

PATI – Sejumlah nelayan cukrik mengaku kerepotan terhadap cuaca yang saat ini susah diprediksi. Dimana hal itu sangat berdampak terhadap aktivitas melaut sehari-hari. Hal itu seperti yang diungkapkan nelayan cukrik asal Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti Umar.

“Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah lapang cuaca yang dilakukan oleh BMKG. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, kami dan teman nelayan lain dapat mengkases informasi lebih dini terkait perkembangan cuaca yang saat ini susah diprediksi,” kata Umar.

Untuk diketahui BMKG menggelar Sekolah Lapang agar nelayan dapat mengantisipasi perubahan cuaca maupun iklim ekstrem. Nelayan sebagai mata rantai terakhir dari penerima manfaat informasi cuaca dan iklim. Sekaligus ujung tombak ketahanan pangan, sehingga nelayan perlu didukung BMKG dalam mengantisipasi cuaca dan iklim ekstrem yang dapat berdampak saat melaut.

Baca Juga :  NU Pati Dukung Terbitnya Perda Pesantren

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pengenalan cuaca dan iklim juga diharapkan dapat membantu nelayan lebih produktif dan mengurangi resiko kecelakaan akibat cuaca buruk saat berlayar. Mengingat Kabupaten Pati merupakan penghasil produksi ikan tiga besar secara nasional, selain Indramayu dan Muara Baru.

“Pengenalan cuaca dan iklim diharapkan bagi para nelayan dapat mensiasati waktu dan penentuan target zona tangkap ikan. Agar dihasilkan tangkapan yang jauh lebih produktif serta tetap terjaga keselamatannya dalam berlayar di laut,” paparnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Sejumlah nelayan cukrik mengaku kerepotan terhadap cuaca yang saat ini susah diprediksi. Dimana hal itu sangat berdampak terhadap aktivitas melaut sehari-hari. Hal itu seperti yang diungkapkan nelayan cukrik asal Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti Umar.

“Karena itu kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah lapang cuaca yang dilakukan oleh BMKG. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, kami dan teman nelayan lain dapat mengkases informasi lebih dini terkait perkembangan cuaca yang saat ini susah diprediksi,” kata Umar.

Untuk diketahui BMKG menggelar Sekolah Lapang agar nelayan dapat mengantisipasi perubahan cuaca maupun iklim ekstrem. Nelayan sebagai mata rantai terakhir dari penerima manfaat informasi cuaca dan iklim. Sekaligus ujung tombak ketahanan pangan, sehingga nelayan perlu didukung BMKG dalam mengantisipasi cuaca dan iklim ekstrem yang dapat berdampak saat melaut.

Baca Juga :  Blusukan ke SMKN 3 Pati, Kejari Berikan Pemahaman Produk dan Lembaga Hukum

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pengenalan cuaca dan iklim juga diharapkan dapat membantu nelayan lebih produktif dan mengurangi resiko kecelakaan akibat cuaca buruk saat berlayar. Mengingat Kabupaten Pati merupakan penghasil produksi ikan tiga besar secara nasional, selain Indramayu dan Muara Baru.

“Pengenalan cuaca dan iklim diharapkan bagi para nelayan dapat mensiasati waktu dan penentuan target zona tangkap ikan. Agar dihasilkan tangkapan yang jauh lebih produktif serta tetap terjaga keselamatannya dalam berlayar di laut,” paparnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/