alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Keasrian Alam dan Air Terjun Jrahi Pati Jadi Daya Tarik Wisatawan

PATI – Wisata alam masih menjadi destinasi primadona di Kabupaten Pati. Seperti di desa wisata Jrahi yang memiliki daya tarik utama berupa pemandangan alam yang masih asri. Wisatawan banyak yang menjatuhkan pilihan berwisata di destinasi tersebut.

Kayla Sumartono, seorang wisatawan asal Juwana mengungkapkan, ia merasa cocok berwisata di alam terbuka seperti di Desa Jrahi tersebut. Karena selain hemat di ongkos juga mampu merefresh badan setelah penat beraktivitas rutin.

“Enak wisata di tempat-tempat seperti ini. Bisa seru-seruan dengan keluarga. Hemat di kantong juga. Kita di sini cuma bayar parkir aja Rp 2 ribu per motor, makanan bisa bawa dari rumah atau jajan di sini banyak oleh-oleh juga,” papar Kayla.


Di desa wisata ini pengunjung bisa camping dan mengunjungi spot-spot wisata alam seperti air terjun. Di desa ini banyak terdapat air terjun yang masih asri, salah satunya adalah Grenjengan Sewu. Untuk mencapai spot air terjun ini pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer start dari vihara Sadaghiri yang menjadi ikon desa wisata ini, kurang lebih memakan waktu 30 menit berjalankaki dengan  santai.

“Air terjunnya masih asri. Pemandangannya juga bagus. Bisa main air di sini, segar rasanya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengundian Lapak Alun-Alun Kembang Joyo Pati bakal Dievaluasi

Untuk diketahui Desa Jrahi, Gunungwungkal, boleh dibilang surganya air terjun di Kabupaten Pati. Saat ini baru tiga air terjun yang sudah sering dikunjungi. Namun masih ada sejumlah air terjun yang masih tersembunyi keelokannya.

Parlan, dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jrahi mengungkapkan, tiga air terjun yang sudah dikelolanya adalah Grenjengan Sewu, Grenjengan Sunda, dan Grenjengan Kole. Ketiga air terjun itu belakangan ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan.

”Selain itu masih ada lagi. Aksesnya sulit kedepan kami ingin menata. Baru Grenjengan Sewu yang sudah ditata aksesnya. Itupun baru sebagian,” terang Parlan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Air terjun di desa ini tidak pernah kering airnya sepanjang tahun. Hanya ketika musim kemarau debit airnya berkurang sedikit. Airnya jernih. Keindahan air terjun ini makin lengkap karena alamnya yang masih asri. Pohon-pohonnya rimbun. Udaranya sejuk. ”Untuk bersantai atau camping bisa. Tapi masih harus dibenahi dulu,”  imbuh Parlan.

Rata-rata ketinggian air terjunnya mencapai 15 meteran. Bahkan ada yang lebih tinggi lagi. ”Potensi wisata alamnya luar biasa tinggal dikembangkan,” papar Parlan. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Wisata alam masih menjadi destinasi primadona di Kabupaten Pati. Seperti di desa wisata Jrahi yang memiliki daya tarik utama berupa pemandangan alam yang masih asri. Wisatawan banyak yang menjatuhkan pilihan berwisata di destinasi tersebut.

Kayla Sumartono, seorang wisatawan asal Juwana mengungkapkan, ia merasa cocok berwisata di alam terbuka seperti di Desa Jrahi tersebut. Karena selain hemat di ongkos juga mampu merefresh badan setelah penat beraktivitas rutin.

“Enak wisata di tempat-tempat seperti ini. Bisa seru-seruan dengan keluarga. Hemat di kantong juga. Kita di sini cuma bayar parkir aja Rp 2 ribu per motor, makanan bisa bawa dari rumah atau jajan di sini banyak oleh-oleh juga,” papar Kayla.

Di desa wisata ini pengunjung bisa camping dan mengunjungi spot-spot wisata alam seperti air terjun. Di desa ini banyak terdapat air terjun yang masih asri, salah satunya adalah Grenjengan Sewu. Untuk mencapai spot air terjun ini pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer start dari vihara Sadaghiri yang menjadi ikon desa wisata ini, kurang lebih memakan waktu 30 menit berjalankaki dengan  santai.

“Air terjunnya masih asri. Pemandangannya juga bagus. Bisa main air di sini, segar rasanya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Kurang Mampu di Pati Terima Tali Asih

Untuk diketahui Desa Jrahi, Gunungwungkal, boleh dibilang surganya air terjun di Kabupaten Pati. Saat ini baru tiga air terjun yang sudah sering dikunjungi. Namun masih ada sejumlah air terjun yang masih tersembunyi keelokannya.

Parlan, dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jrahi mengungkapkan, tiga air terjun yang sudah dikelolanya adalah Grenjengan Sewu, Grenjengan Sunda, dan Grenjengan Kole. Ketiga air terjun itu belakangan ini sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan.

”Selain itu masih ada lagi. Aksesnya sulit kedepan kami ingin menata. Baru Grenjengan Sewu yang sudah ditata aksesnya. Itupun baru sebagian,” terang Parlan kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Air terjun di desa ini tidak pernah kering airnya sepanjang tahun. Hanya ketika musim kemarau debit airnya berkurang sedikit. Airnya jernih. Keindahan air terjun ini makin lengkap karena alamnya yang masih asri. Pohon-pohonnya rimbun. Udaranya sejuk. ”Untuk bersantai atau camping bisa. Tapi masih harus dibenahi dulu,”  imbuh Parlan.

Rata-rata ketinggian air terjunnya mencapai 15 meteran. Bahkan ada yang lebih tinggi lagi. ”Potensi wisata alamnya luar biasa tinggal dikembangkan,” papar Parlan. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/