alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Kerajinan Batok Berkualitas Nagallery Art Pasok Suvenir untuk Desa Wisata

PATI – Produk kerajinan suvenir Kabupaten Pati selalu menjadi primadona. Seperti kerajinan dari bahan batok kelapa produksi Nagallery Art Desa/Kecamatan Margorejo. Di tempat ini memproduksi beragam kerajinan. Salah satu produk yang terlaris adalah gantungan kunci.

“Alhamdulillah ini produk kecil-kecil yang laris. Produk ini memasok kebutuhan suvenir untuk tempat wisata seperti desa wisata. Baru-baru ini kami memasok kebutuhan suvenir untuk desa wisata Klakahkasihan Kecamatan Gembong,” jelas owner Nagallery Art Ratna Septi Anggraheni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ratna membuat sampai 20 item gantungan kunci dari bahan batok kelapa ini. Antara lain seperti bentuk ikan, kelelawar, love, bunga, dan masih banyak lagi. Selain di desa wisata di Kabupaten Pati sendiri, produk kerajinan gantungan kunci ini juga dijual di desa wisata di luar kota. Seperti di Kudus.


“Kemarin selama pandemi wisata kan sepi. Jadi sempat tutup produksi. Sekarang mulai menggeliat lagi wisatanya. Ini sudah mulai dapat orderan lagi,” imbuhnya.

Selain mengisi tempat oleh-oleh di desa wisata, produk-produk kerajinan batok kelapa juga bisa didapatkan di pusat oleh-oleh dan produk unggulan Kota Pati, Plaza Pragolo.

MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS

Bahan baku batok kelapa didapatkan dari daerah sekitar. Produk kerajinan batok milik Ratna diklaim memiliki keunggulan tersendiri. Dia menggaransi kualitas yang lebih baik. “Finishing kami sampai dua kali. Hal ini agar hasilnya benar-benar bagus. Selain itu desain kami juga banyak dan tidak monoton. Dan bentuknya lebih detail, misal bentuk bunga ya tidak hanya bulat saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dikira Ziarah ke Makam, Eh Ternyata Malah Edarkan Sabu

Selain memproduksi gantungan kunci, Ratna juga membuat suvenir bros untuk jilbab, hiasan wallpaper batok kelapa, lukisan mozaik dari biji-bijian, dan barang-barang nyeni lainnya dari bahan utama batok kelapa.

“Selama ini pasar utama kami dari desa wisata dan juga dari hajatan pernikahan, biasanya pesan untuk suvenir pernikahan. Karena pandemi membuat kegiatan resepsi pernikahan sepi usaha kami juga terdampak,” paparnya.

Lebih lanjut, Ratna berharap kegiatan-kegiatan mulai ramai kembali dan pandemi segera berakhir. Agar usahanya membikin kerajinan suvenir bisa kembali menggeliat lagi. Untuk desa wisata biasanya dia memasok sekitar 500-an pcs produk gantungan kunci. Sedangkan untuk acara-acara pernikahan biasanya lebih banyak lagi.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santosa berharap para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di sektor kerajinan bisa semakin tumbuh. Pemerintah daerah akan berupaya untuk menjembatani agar inovasi-inovasi produk kerajinan yang dihasilkan bisa terserap oleh pasar.

Pihaknya juga mendorong agar produk kerajinan yang dihasilkan semakin beragam dan tetap mempertahankan sisi keunikan sebagai keunggulan sebuah produk. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Produk kerajinan suvenir Kabupaten Pati selalu menjadi primadona. Seperti kerajinan dari bahan batok kelapa produksi Nagallery Art Desa/Kecamatan Margorejo. Di tempat ini memproduksi beragam kerajinan. Salah satu produk yang terlaris adalah gantungan kunci.

“Alhamdulillah ini produk kecil-kecil yang laris. Produk ini memasok kebutuhan suvenir untuk tempat wisata seperti desa wisata. Baru-baru ini kami memasok kebutuhan suvenir untuk desa wisata Klakahkasihan Kecamatan Gembong,” jelas owner Nagallery Art Ratna Septi Anggraheni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ratna membuat sampai 20 item gantungan kunci dari bahan batok kelapa ini. Antara lain seperti bentuk ikan, kelelawar, love, bunga, dan masih banyak lagi. Selain di desa wisata di Kabupaten Pati sendiri, produk kerajinan gantungan kunci ini juga dijual di desa wisata di luar kota. Seperti di Kudus.

“Kemarin selama pandemi wisata kan sepi. Jadi sempat tutup produksi. Sekarang mulai menggeliat lagi wisatanya. Ini sudah mulai dapat orderan lagi,” imbuhnya.

Selain mengisi tempat oleh-oleh di desa wisata, produk-produk kerajinan batok kelapa juga bisa didapatkan di pusat oleh-oleh dan produk unggulan Kota Pati, Plaza Pragolo.

MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS

Bahan baku batok kelapa didapatkan dari daerah sekitar. Produk kerajinan batok milik Ratna diklaim memiliki keunggulan tersendiri. Dia menggaransi kualitas yang lebih baik. “Finishing kami sampai dua kali. Hal ini agar hasilnya benar-benar bagus. Selain itu desain kami juga banyak dan tidak monoton. Dan bentuknya lebih detail, misal bentuk bunga ya tidak hanya bulat saja,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Pemkab Pati Belum Izinkan Seniman Gelar Pentas Seni Terbuka

Selain memproduksi gantungan kunci, Ratna juga membuat suvenir bros untuk jilbab, hiasan wallpaper batok kelapa, lukisan mozaik dari biji-bijian, dan barang-barang nyeni lainnya dari bahan utama batok kelapa.

“Selama ini pasar utama kami dari desa wisata dan juga dari hajatan pernikahan, biasanya pesan untuk suvenir pernikahan. Karena pandemi membuat kegiatan resepsi pernikahan sepi usaha kami juga terdampak,” paparnya.

Lebih lanjut, Ratna berharap kegiatan-kegiatan mulai ramai kembali dan pandemi segera berakhir. Agar usahanya membikin kerajinan suvenir bisa kembali menggeliat lagi. Untuk desa wisata biasanya dia memasok sekitar 500-an pcs produk gantungan kunci. Sedangkan untuk acara-acara pernikahan biasanya lebih banyak lagi.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santosa berharap para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di sektor kerajinan bisa semakin tumbuh. Pemerintah daerah akan berupaya untuk menjembatani agar inovasi-inovasi produk kerajinan yang dihasilkan bisa terserap oleh pasar.

Pihaknya juga mendorong agar produk kerajinan yang dihasilkan semakin beragam dan tetap mempertahankan sisi keunikan sebagai keunggulan sebuah produk. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/