alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

NU Pati Usul Bongkar Karaoke dan Prostitusi selain LI, Begini Jawaban Bupati

PATI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati meminta pemkab setempat membersihkan tempat karaoke hingga prostitusi yang masih ada. Adanya tempat hiburan malam yang masih ada menjadi PR untuk segera dituntaskan.

Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan usulan pembongkaran karaoke dan prositusi lain (selain Lorong Indah, Red) kepada pihak Pemkab Pati. Pembongkaran itu agar dilaksanakan secara bertahap.

”Usulan penindakan prostitusi dan karaoke selain LI sudah kami sampaikan kepada jajaran Forkopimda. Bahwasannya, komitmen Pemkab untuk memberantas semua praktek prostitusi harus terus dilakukan. Itu tidak hanya di LI saja,” katanya.


Menurutnya, tempat-tempat hiburan malam selama ini masih buka. Dan PR bersama ialah tempat-tempat, bangunan liar yang digunakan prostitusi di Pati itu. Yusuf bersama FKUB Pati pun meminta pembongkaran prostitusi lain tidak harus satu hari selesai (bertahap).

”Yang jelas, kami dari Ormas siap mendukung kebijakan soal pembongkaran prostitusi di Pati. Itu kami serahkan sepenuhnya kepada Pemkab setempat. Beberapa lokasi lain yang diindikasikan prostitusi sudah kami sampaikan ke Forkopimda. Selanjutnya, kami kembali serahkan ke bupati,” paparnya.

Sementara itu, pihak MUI Pati juga senada dengan dibongkarnya prostitusi selain LI. Menurutnya, pembongkaran tempat-tempat maksiat ialah benar dilakukan.

Baca Juga :  Nakes Asal Pati Gugur Ditembak KKB Papua Rencananya Dimakamkan Hari Ini

”Saya mewakili dari MUI Pati, pertama apa yang dilaksanakan Pemkab Pati soal pembongkaran LI sudah benar. Untuk tempat prostitusi di luar LI telah dibicarakan dengan Forkopimda. Hasilnya, tempat-tempat prostitusi yang masih colong-colongan diserahkan di tingkat kecamatan. Dalam hal ini, Satpol PP dan Kapolsek yang bergerak,” ujar Ketua MUI Pati Abdul Mujib Sholeh.

Nasib prostitusi dan karaokean lain pun masih ngambang. Bupati Pati Haryanto mengaku, sudah menginventarisir lokasi karaokean dan beberapa prostitusi (kecuali warung remang-remang). Pihaknya sudah melakukan operasi di beberapa lokasi karaoke maupun prostitusi lainnya. ”Warung belum kami cek. Kalau soal prostitusi/karaokean lain kan sudah kami operasi juga,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai penegak Perda, Pihak Satpol PP Pati belum bisa menindak prostitusi lain secara masif. Soalnya butuh proses panjang. ”Untuk bangunan selain LI tidak bisa sehari selesai. Tapi bertahap. Soalnya, ada beberapa prostitusi yang berada di pemukiman. Artinya, masih colong-colongan (kabur saat di datangi petugas, Red). Sementara ini, kami memantau tempat-tempat hiburan malam,” tandas Kasatpol PP Pati Sugiyono. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati meminta pemkab setempat membersihkan tempat karaoke hingga prostitusi yang masih ada. Adanya tempat hiburan malam yang masih ada menjadi PR untuk segera dituntaskan.

Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan usulan pembongkaran karaoke dan prositusi lain (selain Lorong Indah, Red) kepada pihak Pemkab Pati. Pembongkaran itu agar dilaksanakan secara bertahap.

”Usulan penindakan prostitusi dan karaoke selain LI sudah kami sampaikan kepada jajaran Forkopimda. Bahwasannya, komitmen Pemkab untuk memberantas semua praktek prostitusi harus terus dilakukan. Itu tidak hanya di LI saja,” katanya.

Menurutnya, tempat-tempat hiburan malam selama ini masih buka. Dan PR bersama ialah tempat-tempat, bangunan liar yang digunakan prostitusi di Pati itu. Yusuf bersama FKUB Pati pun meminta pembongkaran prostitusi lain tidak harus satu hari selesai (bertahap).

”Yang jelas, kami dari Ormas siap mendukung kebijakan soal pembongkaran prostitusi di Pati. Itu kami serahkan sepenuhnya kepada Pemkab setempat. Beberapa lokasi lain yang diindikasikan prostitusi sudah kami sampaikan ke Forkopimda. Selanjutnya, kami kembali serahkan ke bupati,” paparnya.

Sementara itu, pihak MUI Pati juga senada dengan dibongkarnya prostitusi selain LI. Menurutnya, pembongkaran tempat-tempat maksiat ialah benar dilakukan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Pati Semprit ASN Plesiran

”Saya mewakili dari MUI Pati, pertama apa yang dilaksanakan Pemkab Pati soal pembongkaran LI sudah benar. Untuk tempat prostitusi di luar LI telah dibicarakan dengan Forkopimda. Hasilnya, tempat-tempat prostitusi yang masih colong-colongan diserahkan di tingkat kecamatan. Dalam hal ini, Satpol PP dan Kapolsek yang bergerak,” ujar Ketua MUI Pati Abdul Mujib Sholeh.

Nasib prostitusi dan karaokean lain pun masih ngambang. Bupati Pati Haryanto mengaku, sudah menginventarisir lokasi karaokean dan beberapa prostitusi (kecuali warung remang-remang). Pihaknya sudah melakukan operasi di beberapa lokasi karaoke maupun prostitusi lainnya. ”Warung belum kami cek. Kalau soal prostitusi/karaokean lain kan sudah kami operasi juga,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai penegak Perda, Pihak Satpol PP Pati belum bisa menindak prostitusi lain secara masif. Soalnya butuh proses panjang. ”Untuk bangunan selain LI tidak bisa sehari selesai. Tapi bertahap. Soalnya, ada beberapa prostitusi yang berada di pemukiman. Artinya, masih colong-colongan (kabur saat di datangi petugas, Red). Sementara ini, kami memantau tempat-tempat hiburan malam,” tandas Kasatpol PP Pati Sugiyono. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/