alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Akibat Pandemi, Pesta Lomban di Tayu Pati Digelar Sederhana

PATI – Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu antuasias mengikuti tradisi lomban siang kemarin, meskipun digelar secara terbatas. Tradisi masyarakat pesisir ini dilakukan secara turun-temurun. Digelar sepekan selepas hari raya Idul Fitri.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan tradisi dari leluhur turun-temurun. Kita tinggal melestarikan. Sesaji tiap ada lomban tetap ada,” jelas salah seorang panitia, Sunar setelah memimpin acara.

Setiap tahun, pihaknya menyiapkan sesaji yang berisi ayam, kepala kambing, jajan pasar dan berbagai makanan lainnya. Sesaji ini dilarung ke aliran sungai dengan menggunakan bambu agar tidak hanyut. Sebelum dilarung, masyarakat yang hadir ikut berdoa bersama meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Biasanya, selain sesaji itu, kepala kerbau juga ikut dilarungkan. Acara karnaval dan pentas musik dangdut juga ikut menyemarakkan tradisi lomban. Namun, lantaran pandemi Covid-19, sudah tiga tahun acara-acara itu tidak ikut digelar.

“Sesajinya kalau sebelah barat itu kepala kambing dan ayam putih mulus. Kalau ada diramaikan sebelah timur ada kepala kerbau. Ini ndak ada kegiatan lomban karena PPKM,” tutur dia.

Baca Juga :  APBD Murni Tahun Anggaran 2021 di Pati Dipotong Rp 61 Miliar

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk warga desa setempat untuk melestarikan budaya leluhur agar tidak punah. Selain itu, kegiatan ini merupakan cara bersyukur warga setempat atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

“Makna menguri-nguri tradisi leluhur agar tidak punah. Jadi setiap tahun pasti ada. Kalau tiga tahun ini tidak dilaksanakan secara besar. Sudah tiga tahun. Karena masih PPKM jadi kita mengikuti aturan pemerintah. Harapan semoga masyarakat Sambiroto, Tayu dan sekitarnya diberi keselamatan, keberkahan dan kesehatan,” tandas dia.

Sementara itu, Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto menambahkan, kegiatan tersebut hanya untuk melaksanakan ritual rutin tahunan dan tidak di selenggarakan secara mewah dan besar.

“Untuk hiburan musik playeran pelaksanaannya pada pukul 13.00, bertempat di pinggir sungai dekat TPI Sambiroto, pelaksanaan secara sederhana,” imbuhnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu antuasias mengikuti tradisi lomban siang kemarin, meskipun digelar secara terbatas. Tradisi masyarakat pesisir ini dilakukan secara turun-temurun. Digelar sepekan selepas hari raya Idul Fitri.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan tradisi dari leluhur turun-temurun. Kita tinggal melestarikan. Sesaji tiap ada lomban tetap ada,” jelas salah seorang panitia, Sunar setelah memimpin acara.

Setiap tahun, pihaknya menyiapkan sesaji yang berisi ayam, kepala kambing, jajan pasar dan berbagai makanan lainnya. Sesaji ini dilarung ke aliran sungai dengan menggunakan bambu agar tidak hanyut. Sebelum dilarung, masyarakat yang hadir ikut berdoa bersama meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Biasanya, selain sesaji itu, kepala kerbau juga ikut dilarungkan. Acara karnaval dan pentas musik dangdut juga ikut menyemarakkan tradisi lomban. Namun, lantaran pandemi Covid-19, sudah tiga tahun acara-acara itu tidak ikut digelar.

“Sesajinya kalau sebelah barat itu kepala kambing dan ayam putih mulus. Kalau ada diramaikan sebelah timur ada kepala kerbau. Ini ndak ada kegiatan lomban karena PPKM,” tutur dia.

Baca Juga :  Persatuan Buruh di Pati Dorong Pengawasan UMK

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk warga desa setempat untuk melestarikan budaya leluhur agar tidak punah. Selain itu, kegiatan ini merupakan cara bersyukur warga setempat atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

“Makna menguri-nguri tradisi leluhur agar tidak punah. Jadi setiap tahun pasti ada. Kalau tiga tahun ini tidak dilaksanakan secara besar. Sudah tiga tahun. Karena masih PPKM jadi kita mengikuti aturan pemerintah. Harapan semoga masyarakat Sambiroto, Tayu dan sekitarnya diberi keselamatan, keberkahan dan kesehatan,” tandas dia.

Sementara itu, Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto menambahkan, kegiatan tersebut hanya untuk melaksanakan ritual rutin tahunan dan tidak di selenggarakan secara mewah dan besar.

“Untuk hiburan musik playeran pelaksanaannya pada pukul 13.00, bertempat di pinggir sungai dekat TPI Sambiroto, pelaksanaan secara sederhana,” imbuhnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/