alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Dikira Ziarah ke Makam, Eh Ternyata Malah Edarkan Sabu

PATI – Polres Pati baru-baru ini mengungkap modus transaksi narkoba yang baru untuk mengelabui petugas. Di mana, pelaku melakukan transaksi barang haram itu di makam.

Mereka menyembunyikan sabu di tempat sepi. Setelah itu diambil oleh pembeli dengan mengirimkan titik lokasi atau map dengan handphone.

Modus tersebut sempat mengelabuhi pihak kepolisian. Akan tetapi, berkat kerjasama dan kejelian tim pengedar berhasil ditangkap.


“Tersangka mengedarkan barang di makam di Juwana. Awalnya kami kira orang ziarah biasa. Ternyata mengedarkan sabu,” Kasat Narkoba Polres Pati AKP Edi Sutrisno.

Pengalamannya mengedarkan sabu dianggap semakin licin dan profesional. Manaruh sabu di lokasi yang sepi. Dengan mengirim maps kepada kawannya,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu tersangka pengedar narkotika, SM mengatakan, ia sudah cukup lama menggunakan modus tersebut, yakni sekitar setahunan.

Baca Juga :  Penjaga Sekolah di Pati Diberi Bantuan Rp 500 Ribu dari Baznas

Dalam kurun waktu itu, ia berhasil melakukan transaksi sebanyak enam kali tanpa dicurigai petugas atau masyarakat sekitar. Namun, pada Februari lalu, aksinya terpaksa berakhir lantaran tertangkap Polres.

“Sebelumnya sudah lama. Di Kecamatan Wedarijaksa dan Juwana sekitar satu tahun. Sudah enam kali melakukan. Tertangkap baru ini. Kabanyakan pembeli dari Juwana. Barangnya dari Lapas Pati,” tandas dia.

Sebelumnya Polres Pati berhasil menangkap dua puluh pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Pati. Pihaknya berhasil Kasat Narkoba Polres Pati AKP Edi Sutrisno menambahkan, total tersangka sebanyak 20 orang. Mereka merupakan target operasi (TO). Total barang bukti (BB) yang diamankan yakni, sabu seberat 17,8 gram dan beberapa handphone dalam operasi ini. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Polres Pati baru-baru ini mengungkap modus transaksi narkoba yang baru untuk mengelabui petugas. Di mana, pelaku melakukan transaksi barang haram itu di makam.

Mereka menyembunyikan sabu di tempat sepi. Setelah itu diambil oleh pembeli dengan mengirimkan titik lokasi atau map dengan handphone.

Modus tersebut sempat mengelabuhi pihak kepolisian. Akan tetapi, berkat kerjasama dan kejelian tim pengedar berhasil ditangkap.

“Tersangka mengedarkan barang di makam di Juwana. Awalnya kami kira orang ziarah biasa. Ternyata mengedarkan sabu,” Kasat Narkoba Polres Pati AKP Edi Sutrisno.

Pengalamannya mengedarkan sabu dianggap semakin licin dan profesional. Manaruh sabu di lokasi yang sepi. Dengan mengirim maps kepada kawannya,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu tersangka pengedar narkotika, SM mengatakan, ia sudah cukup lama menggunakan modus tersebut, yakni sekitar setahunan.

Baca Juga :  Geger! Warga Temukan Sesosok Mayat Pria di Pati, Begini Kronologinya

Dalam kurun waktu itu, ia berhasil melakukan transaksi sebanyak enam kali tanpa dicurigai petugas atau masyarakat sekitar. Namun, pada Februari lalu, aksinya terpaksa berakhir lantaran tertangkap Polres.

“Sebelumnya sudah lama. Di Kecamatan Wedarijaksa dan Juwana sekitar satu tahun. Sudah enam kali melakukan. Tertangkap baru ini. Kabanyakan pembeli dari Juwana. Barangnya dari Lapas Pati,” tandas dia.

Sebelumnya Polres Pati berhasil menangkap dua puluh pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Pati. Pihaknya berhasil Kasat Narkoba Polres Pati AKP Edi Sutrisno menambahkan, total tersangka sebanyak 20 orang. Mereka merupakan target operasi (TO). Total barang bukti (BB) yang diamankan yakni, sabu seberat 17,8 gram dan beberapa handphone dalam operasi ini. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/