alexametrics
28 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Tak Berimbang, Pemkab Pati Cuma Usulkan Rekrutmen 400 Guru PPPK

PATI – Pemkab Pati mengusulkan 400 formasi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini. Sedangkan, total guru nonpegawai negeri sipil (PNS) ada 7.233 orang. Padahal tahun depan tenaga honorer akan dihapus.

Keputusan itu berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/185/M.SM.02.03/2022. Surat tersebut tentang Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Keputusan tersebut mengancam nasib ribuan guru honorer di Pati.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, ada 4.771 guru PNS, 7.233 non-PNS (honorer), 374 PPPK SK 2020, dan 1.479 guru PPPK SK 2021. Data tersebut sudah termasuk guru PAUD, SDN, dan SMPN.


Nasib ribuan guru honorer itu belum jelas. Sebab, Pemkab Pati mengusulkan 400 guru PPPK tahun ini. Itu pun belum resmi. Masih menunggu persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

”Desk formasi PPPK 2022 ini, belum diketahui jumlahnya (resmi Menpan RB). Namun, kami mengusulkan 400 formasi. Pengadaan formasi ini tak serta-merta. Maksudnya, tergantung keuangan daerah maupun pusat. Jadi, tak otomatis mampu diadakan semua (formasi PPPK, Red),” ujar Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Disdikbud Pati Ponco Sugiharto.

Baca Juga :  Berhasil Gagalkan Tahanan Kabur, Petugas Lapas Pati Diganjar Apresiasi

Ponco menuturkan, hingga saat ini baru sosialisasi online mengenai PPPK melalui Zoom Meeting untuk sekolah di bawah dinasnya. Untuk kebutuhan guru ini, formasinya belum fix. ”Tahapan saat ini baru sosialisasi. Untuk penetapan formasi PPPK mengikuti jadwal pemerintah pusat. Jadi baru usulan formasi. Untuk penepatan formasi ini belum. Menunggu jadwal,” terangnya.

Meski begitu, soal kebutuhan guru di Bumi Mina Tani, pihak belum bisa memastikan. Bahwasanya, butuh analisa kuota guru di setiap sekolah. Pihaknya bersama Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati harus menganalisis kebutuhan guru dan tenaga pendidik dulu.

Nantinya, tiap sekolah setor data soal jumlah kelas dan guru. Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan kuota guru. ”Kekurangan guru di Pati harus dianalisis dulu. Itu pun setelah pengadakan PPPK tahun ini. Jadi belum ada datanya,” tuturnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati mengusulkan 400 formasi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini. Sedangkan, total guru nonpegawai negeri sipil (PNS) ada 7.233 orang. Padahal tahun depan tenaga honorer akan dihapus.

Keputusan itu berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/185/M.SM.02.03/2022. Surat tersebut tentang Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Keputusan tersebut mengancam nasib ribuan guru honorer di Pati.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati, ada 4.771 guru PNS, 7.233 non-PNS (honorer), 374 PPPK SK 2020, dan 1.479 guru PPPK SK 2021. Data tersebut sudah termasuk guru PAUD, SDN, dan SMPN.

Nasib ribuan guru honorer itu belum jelas. Sebab, Pemkab Pati mengusulkan 400 guru PPPK tahun ini. Itu pun belum resmi. Masih menunggu persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

”Desk formasi PPPK 2022 ini, belum diketahui jumlahnya (resmi Menpan RB). Namun, kami mengusulkan 400 formasi. Pengadaan formasi ini tak serta-merta. Maksudnya, tergantung keuangan daerah maupun pusat. Jadi, tak otomatis mampu diadakan semua (formasi PPPK, Red),” ujar Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Disdikbud Pati Ponco Sugiharto.

Baca Juga :  Perawat di Pati Diminta Serius Atasi Stunting dan AKI

Ponco menuturkan, hingga saat ini baru sosialisasi online mengenai PPPK melalui Zoom Meeting untuk sekolah di bawah dinasnya. Untuk kebutuhan guru ini, formasinya belum fix. ”Tahapan saat ini baru sosialisasi. Untuk penetapan formasi PPPK mengikuti jadwal pemerintah pusat. Jadi baru usulan formasi. Untuk penepatan formasi ini belum. Menunggu jadwal,” terangnya.

Meski begitu, soal kebutuhan guru di Bumi Mina Tani, pihak belum bisa memastikan. Bahwasanya, butuh analisa kuota guru di setiap sekolah. Pihaknya bersama Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati harus menganalisis kebutuhan guru dan tenaga pendidik dulu.

Nantinya, tiap sekolah setor data soal jumlah kelas dan guru. Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan kuota guru. ”Kekurangan guru di Pati harus dianalisis dulu. Itu pun setelah pengadakan PPPK tahun ini. Jadi belum ada datanya,” tuturnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/