alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Tanpa Ampun, Pemkab Pati Tindak Tegas Pungutan Parkir Liar di Stadion Joyokusumo

PATI – Pemkab Pati menindak pungutan parkir liar di Stadion Joyokusumo. Pemuda Desa Winong, Pati diminta untuk tak memungut parkir lagi.

Adanya penindakan itu berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya tarif masuk ke Stadion Joyokusumo. Pengunjung yang hendak masuk stadion ditarif Rp 2.000.

Menyikapi itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) setempat melakukan pembinaan terhadap pengelola parkir stadion. Yakni, pemuda Desa Winong pada Senin (9/5).


”Masyarakat mengadu kepada kami kalau ada pungutan parkir saat masuk Stadion Joyokusumo. Akhirnya, pengelola parkir itu kami minta agar menandatangani surat pernyataan. Surat tersebut berisi komitmen untuk mematuhi aturan yang ada,” kata Kepala Dinporapar Rekso Soehartono.

Penandatanganan surat pernyataan disaksikan pihak desa setempat. Pemuda Winong Pati ini agar berjanji untuk mengikuti enam aturan yang telah ditetapkan.

Enam aturan itu meliputi, mereka tidak boleh memungut parkir di depan pintu gerbang, menarik parkir hanya pada Minggu, poin ketiga dan keempatnya adalah memungut parkir di tempat parkir yang sudah dipersiapkan dengan tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 1.000. Lalu mobil akan dikenakan parkir Rp 2.000.

”Berikutnya, petugas parkir wajib memakai seragam/rompi sesuai kesepakatan rapat Januari 2022. Dan terakhir, apabila Pemuda Winong melanggar, maka akan ditindak lebih lanjut,” ujarnya.

Adanya penarikan retribusi itu sempat viral. Kota Mina Tani dihangatkan dengan perbincangan netizen mengenai Parkir Stadion Joyokusumo Pati. Masyarakat menanyakan mengapa fasilitas publik ada penarikan parkir.

Baca Juga :  Akademi Persipa Pati Resmi Miliki Direktur Teknik Baru

Netizen menanyakan siapa sebenarnya pengelola parkir di tempat tersebut media sosial (Medsos). Mengingat dalam karcis parkir tertulis Karang Taruna Desa Winong. Bila memang ada pengelola resmi, kenapa bila ada kehilangan tidak diurusi.

”Tanya lur, kenapa masuk area halaman Joyokusumo wajib bayar? Yang mengelola itu siapa? Kok tiket masuknya tertulis karang taruna Desa Winong? Dan nyatanya parkir ya tidak diperhatikan. Apalagi kehilangan,” ujar akun Kang Mus di Medsos.

Postingan ini ditanggapi berbagai pihak. Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati hingga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Bahkan Wakil Bupati yang juga Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin juga ikut berkomentar.

”Maturnuwun informasinya, case ini merupakan ranah Pemdes setempat. Bukan dikelola Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten Pati. Monggo saget dibantu @dinporapar.pati agar menjadi baik dan sesuai aturan demi kenyamanan bersama,” kata Safin dengan akun massaifularifin.

Sementara itu, pihak Kecamatan Pati tidak mengakui adanya retribusi itu. Pasalnya, tidak ada sumbangsih ke pihak desa. ”Bukan karangtaruna kami. Bukan dari pihak desa. Itu oknum,” tegas Camat Pati Didik Rusdiartono. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati menindak pungutan parkir liar di Stadion Joyokusumo. Pemuda Desa Winong, Pati diminta untuk tak memungut parkir lagi.

Adanya penindakan itu berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya tarif masuk ke Stadion Joyokusumo. Pengunjung yang hendak masuk stadion ditarif Rp 2.000.

Menyikapi itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) setempat melakukan pembinaan terhadap pengelola parkir stadion. Yakni, pemuda Desa Winong pada Senin (9/5).

”Masyarakat mengadu kepada kami kalau ada pungutan parkir saat masuk Stadion Joyokusumo. Akhirnya, pengelola parkir itu kami minta agar menandatangani surat pernyataan. Surat tersebut berisi komitmen untuk mematuhi aturan yang ada,” kata Kepala Dinporapar Rekso Soehartono.

Penandatanganan surat pernyataan disaksikan pihak desa setempat. Pemuda Winong Pati ini agar berjanji untuk mengikuti enam aturan yang telah ditetapkan.

Enam aturan itu meliputi, mereka tidak boleh memungut parkir di depan pintu gerbang, menarik parkir hanya pada Minggu, poin ketiga dan keempatnya adalah memungut parkir di tempat parkir yang sudah dipersiapkan dengan tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 1.000. Lalu mobil akan dikenakan parkir Rp 2.000.

”Berikutnya, petugas parkir wajib memakai seragam/rompi sesuai kesepakatan rapat Januari 2022. Dan terakhir, apabila Pemuda Winong melanggar, maka akan ditindak lebih lanjut,” ujarnya.

Adanya penarikan retribusi itu sempat viral. Kota Mina Tani dihangatkan dengan perbincangan netizen mengenai Parkir Stadion Joyokusumo Pati. Masyarakat menanyakan mengapa fasilitas publik ada penarikan parkir.

Baca Juga :  Hanzichaland Group Kantongi PBG untuk Bangun Rumah Bersubsidi

Netizen menanyakan siapa sebenarnya pengelola parkir di tempat tersebut media sosial (Medsos). Mengingat dalam karcis parkir tertulis Karang Taruna Desa Winong. Bila memang ada pengelola resmi, kenapa bila ada kehilangan tidak diurusi.

”Tanya lur, kenapa masuk area halaman Joyokusumo wajib bayar? Yang mengelola itu siapa? Kok tiket masuknya tertulis karang taruna Desa Winong? Dan nyatanya parkir ya tidak diperhatikan. Apalagi kehilangan,” ujar akun Kang Mus di Medsos.

Postingan ini ditanggapi berbagai pihak. Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati hingga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Bahkan Wakil Bupati yang juga Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin juga ikut berkomentar.

”Maturnuwun informasinya, case ini merupakan ranah Pemdes setempat. Bukan dikelola Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten Pati. Monggo saget dibantu @dinporapar.pati agar menjadi baik dan sesuai aturan demi kenyamanan bersama,” kata Safin dengan akun massaifularifin.

Sementara itu, pihak Kecamatan Pati tidak mengakui adanya retribusi itu. Pasalnya, tidak ada sumbangsih ke pihak desa. ”Bukan karangtaruna kami. Bukan dari pihak desa. Itu oknum,” tegas Camat Pati Didik Rusdiartono. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/