alexametrics
22.8 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Tol Kudus-Pati-Rembang segera Dibangun, Berikut Rencananya

PATI – Tol Demak-Tuban akan segera dibangun. Jalur itu akan melewati sekitar 107 desa di 12 kecamatan. 18 desa di Demak. Sisanya di Kudus-Rembang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi proyek rencana pembangunan jalan tol ruas Demak-Tuban di Aula Kecamatan Jakenan, Pati, kemarin (9/2). Acara tersebut mengundang beberapa perwakilan masyarakat.

Salah satu warga yang hadir asal Desa Jakenan Hadi. Ia berpesan supaya tidak ada dampak yang ditimbulkan dari proyek itu. Mulai dampak sosial sampai ekonomi.


”Bagaimanapun konsepnya? warga yang terdampak ini hidupnya harus lebih sejahtera. Ukurannya tidak angka. Melainkan, kesejahteraan. Ini menjadi PR pemerintah,” paparnya.

Menjawab itu tim ahli lingkungan Final Business Case (FBC) Fauziah Hernarawati mengatakan akan memasukkan pendapat audien untuk masukan pihak kementerian. Bahwasannya, akan dipikirkan mengenai ganti untung pihak yang terdampak.

”Akan dilihat pendapatan sebelum adanya proyek. Itu yang menjadi ukurannya. Intinya kami akan memikirkan soal ganti untung tersebut,” paparnya.

Dia menuturkan, tahapan saat ini ialah studi kasus atau konsultasi publik. Bilamana ada dampak negatif akan diminimalisasi. Untuk dampak positif akan ditingkatkan.

”Jadi kami akan membuat dokumen. Konsultasi publik untuk study kelayakan. Setelah ini ada study amdal dari pihak DLH,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati M. Tulus Budiharjo mengatakan proyek jalan tol ini sudah sedemikian detail rencananya. Berbeda dengan rencana kereta api dan proyek sungai Juwana.

Baca Juga :  Per 1 Desember Pemandu Karaoke di Rembang Wajib Bercelana

”Jadi kami menyampaikan gagasan untuk jalan tol ini. Selain jalan tol, setidaknya bisa mengurangi dampak banjir. Seperti halnya di Demak. Ada fungsi ganda untuk air laut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya rapat yang sama dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Muhammad Hanies Cholil Barro, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) ikut hadir dalam rapat itu.

Ditemui seusai rapat, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan proyek itu  sudah tertuang dalam rencana kerja (Renja) dari pemerintah pusat. Mulai tahun 2035 sampai dengan 2039.

Namun saat ini sudah masuk dalam perpres 79 tahun 2019. Sehingga akan ada kemungkinan pelaksanaan proyek ini bisa dimajukan.

Kata Hafidz, pemerintah pusat sudah turun untuk melakukan survei lapangan.

Hafidz menilai saat ini masih belum ada gambaran terkait proyek pembangunan jalan yang akan dimulai dari Demak sampai Tuban itu. Sebab, dari hasil survei lapangan, kata Hafidz, masih belum detail.

Sehingga pihaknya masih belum bisa memberikan informasi pasti terkait hal ini.

”Kami pun belum bisa memberikan kepastian. Kapan dimulai, detailnya seperti apa,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juga sedang merencanakan pembangunan jalan lingkar. Bupati menegaskan proyek jalan tol dan lingkar akan berbeda fungsi. Menurutnya, Jalan Lingkar akan ditujukan untuk mengurai kemacetan, pelebaran kota, dan pertumbuhan ekonomi. (adr/vah/zen)

 

PATI – Tol Demak-Tuban akan segera dibangun. Jalur itu akan melewati sekitar 107 desa di 12 kecamatan. 18 desa di Demak. Sisanya di Kudus-Rembang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan konsultasi publik dan sosialisasi proyek rencana pembangunan jalan tol ruas Demak-Tuban di Aula Kecamatan Jakenan, Pati, kemarin (9/2). Acara tersebut mengundang beberapa perwakilan masyarakat.

Salah satu warga yang hadir asal Desa Jakenan Hadi. Ia berpesan supaya tidak ada dampak yang ditimbulkan dari proyek itu. Mulai dampak sosial sampai ekonomi.

”Bagaimanapun konsepnya? warga yang terdampak ini hidupnya harus lebih sejahtera. Ukurannya tidak angka. Melainkan, kesejahteraan. Ini menjadi PR pemerintah,” paparnya.

Menjawab itu tim ahli lingkungan Final Business Case (FBC) Fauziah Hernarawati mengatakan akan memasukkan pendapat audien untuk masukan pihak kementerian. Bahwasannya, akan dipikirkan mengenai ganti untung pihak yang terdampak.

”Akan dilihat pendapatan sebelum adanya proyek. Itu yang menjadi ukurannya. Intinya kami akan memikirkan soal ganti untung tersebut,” paparnya.

Dia menuturkan, tahapan saat ini ialah studi kasus atau konsultasi publik. Bilamana ada dampak negatif akan diminimalisasi. Untuk dampak positif akan ditingkatkan.

”Jadi kami akan membuat dokumen. Konsultasi publik untuk study kelayakan. Setelah ini ada study amdal dari pihak DLH,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati M. Tulus Budiharjo mengatakan proyek jalan tol ini sudah sedemikian detail rencananya. Berbeda dengan rencana kereta api dan proyek sungai Juwana.

Baca Juga :  Puluhan Jabatan Kepala Sekolah di Pati Kosong

”Jadi kami menyampaikan gagasan untuk jalan tol ini. Selain jalan tol, setidaknya bisa mengurangi dampak banjir. Seperti halnya di Demak. Ada fungsi ganda untuk air laut,” katanya.

Diberitakan sebelumnya rapat yang sama dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Muhammad Hanies Cholil Barro, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) ikut hadir dalam rapat itu.

Ditemui seusai rapat, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan proyek itu  sudah tertuang dalam rencana kerja (Renja) dari pemerintah pusat. Mulai tahun 2035 sampai dengan 2039.

Namun saat ini sudah masuk dalam perpres 79 tahun 2019. Sehingga akan ada kemungkinan pelaksanaan proyek ini bisa dimajukan.

Kata Hafidz, pemerintah pusat sudah turun untuk melakukan survei lapangan.

Hafidz menilai saat ini masih belum ada gambaran terkait proyek pembangunan jalan yang akan dimulai dari Demak sampai Tuban itu. Sebab, dari hasil survei lapangan, kata Hafidz, masih belum detail.

Sehingga pihaknya masih belum bisa memberikan informasi pasti terkait hal ini.

”Kami pun belum bisa memberikan kepastian. Kapan dimulai, detailnya seperti apa,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkab Rembang juga sedang merencanakan pembangunan jalan lingkar. Bupati menegaskan proyek jalan tol dan lingkar akan berbeda fungsi. Menurutnya, Jalan Lingkar akan ditujukan untuk mengurai kemacetan, pelebaran kota, dan pertumbuhan ekonomi. (adr/vah/zen)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/