alexametrics
30.8 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Alhamdulillah… Pekerja Seni di Pati Dapat Lampu Hijau Gelar Pentas

PATI – Angin segar datang untuk pekerja seni. Mereka bisa kembali pentas meski secara terbatas. Dengan syarat membatasi jumlah peserta. Yaitu 25 persen dari total kapasitas gedung.

Aturan tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 09 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Salinan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

”Dari inmendagri memang memperbolehkan. Tapi ini harus  protokol kesehatan ketat, pertunjukan di dalam gedung, dan menggunakan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” jelas Bupati Pati Haryanto kemarin.


Menurutnya, dengan aplikasi itu bisa mengetahui seseorang yang sudah divaksin. Selain itu, mengetahui jumlah orang yang masuk. Jadi menghindari kerumunan.

”Misalnya yang masuk 40 orang itu ketahuan di aplikasi itu. Karena ada barcode-nya. Jadi orang tidak bisa masuk jika lebih dari batas maksimal,” paparnya.

Baca Juga :  Isi Ultah dengan Berbagi Sembako hingga Tengah Hutan

Pihaknya juga tengah menggencarkan aplikasi tersebut. Rencananya, ada beberapa tempat pelayanan publik yang menjadi percontohan. Nanti yang diutamakan tempat-tempat pelayanan publik. Seperti mal pelayanan publik (MPP); Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil); Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP); dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati.

”Tujuannya untuk membatasi sesorang berkerumun. Nanti sosialisasinya bertahap. Masyarakat masih butuh waktu,” kabarnya.

Di sisi lain, capaian vaksinasi saat ini menjadi patokan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di Kabupaten Pati capaian vaksinasi belum sampai 50 persen. Secara umum vaksinasi dosis I mencapai 332.762 (31,71 persen) dan dosis II 165.842 (15,76 persen).

”Pati (PPKM) level II menjadi III. Padahal kondisi (kasus aktif Covid-19) sudah melandai. Kalau menerapkan sesuai level III nanti ribut meneh. Jadi, nanti yang digalakkan sasaran vaksinasi agar segera turun level,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Angin segar datang untuk pekerja seni. Mereka bisa kembali pentas meski secara terbatas. Dengan syarat membatasi jumlah peserta. Yaitu 25 persen dari total kapasitas gedung.

Aturan tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 09 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Salinan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

”Dari inmendagri memang memperbolehkan. Tapi ini harus  protokol kesehatan ketat, pertunjukan di dalam gedung, dan menggunakan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” jelas Bupati Pati Haryanto kemarin.

Menurutnya, dengan aplikasi itu bisa mengetahui seseorang yang sudah divaksin. Selain itu, mengetahui jumlah orang yang masuk. Jadi menghindari kerumunan.

”Misalnya yang masuk 40 orang itu ketahuan di aplikasi itu. Karena ada barcode-nya. Jadi orang tidak bisa masuk jika lebih dari batas maksimal,” paparnya.

Baca Juga :  DPRD Pati Minta RKPD Rampung Sesuai Roadmap

Pihaknya juga tengah menggencarkan aplikasi tersebut. Rencananya, ada beberapa tempat pelayanan publik yang menjadi percontohan. Nanti yang diutamakan tempat-tempat pelayanan publik. Seperti mal pelayanan publik (MPP); Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil); Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP); dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati.

”Tujuannya untuk membatasi sesorang berkerumun. Nanti sosialisasinya bertahap. Masyarakat masih butuh waktu,” kabarnya.

Di sisi lain, capaian vaksinasi saat ini menjadi patokan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di Kabupaten Pati capaian vaksinasi belum sampai 50 persen. Secara umum vaksinasi dosis I mencapai 332.762 (31,71 persen) dan dosis II 165.842 (15,76 persen).

”Pati (PPKM) level II menjadi III. Padahal kondisi (kasus aktif Covid-19) sudah melandai. Kalau menerapkan sesuai level III nanti ribut meneh. Jadi, nanti yang digalakkan sasaran vaksinasi agar segera turun level,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/