alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Bakal Digugat soal Pembongkaran Lokalisasi LI, Pemkab Pati Tanggapi Santai

PATI – Pembongkaran bangunan di Lorog Indah (LI) masih berlanjut. Para pemilik bangunan berencana menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati ke meja hijau.

Pemkab Pati pun santai menanggapi rencana gugatan itu. Pemkab yakin putusannya sesuai undang-undang

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono tak mempermasalahkan rencana itu. Karena sudah sesuai peraturan yang berlaku. ”Kami juga dihubungi Pak Musyafak. Kami akan dilaporkan. Ya silahkan saja,” tandasnya.


Baginya, pembongkaran yang dilakukan Pemkab Pati sudah sesuai aturan yang ada. Wilayah di sana masuk lahan pertanian berkelanjutan serta bangunannya belum mengantongi izin mendirikan bangunan.

”Bagaimana punya IMB? Di sana lahan pertanian berkelanjutan. Dan dalam Undang-Undang pejabat yang menandatangani tidak sesuai akan dikenai pidana dan denda. Ndak mungkin punya IMB. Lahannya saja lahan pertanian berkelanjutan,” paparnya.

Mengenai pembongkaran, Sugiyono mengaku sudah melalui beberapa prosedur. Mulai rapat internal hingga mediasi dengan warga di sana. ”Sesuai tahapan yang sudah dijalani selama empat bulan melalui surat peringatan. Sebelumnya juga negosiasi, komunikasi. Karena peringatan selama empat bulan tak diindahkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ribuan Hektare Lahan Industri PT HWI di Trangkil Pati Dinilai Salahi RTRW

Saat ini pembongkaran di LI masih menyisakan empat bangunan di Ponpes Yayasan An-Nuriyah Soko Tunggal. Yaitu, dua gedung dan dua bangunan semi terbuka yang digunakan sebagai gudang. Sisanya, sudah rata dengan tanah (lahan di luar Ponpes, Red).

Beberapa pemilik tak terima bangunannya dibongkar. Mereka mengklaim memiliki sertifikat tanah dengan keterangan lahan pemukiman.

Mereka tak mempermasalahkan prostitusi ditutup. Akan tetapi tidak terima dengan pembongkaran bangunan. ”Kalau ditutup tidak kenapa. Tapi jangan dibongkar. Soalnya, punya sertifikat. Keterangannya lahan pemukiman,” ujar salah satu pemilik bangunan di LI Misbad. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pembongkaran bangunan di Lorog Indah (LI) masih berlanjut. Para pemilik bangunan berencana menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati ke meja hijau.

Pemkab Pati pun santai menanggapi rencana gugatan itu. Pemkab yakin putusannya sesuai undang-undang

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono tak mempermasalahkan rencana itu. Karena sudah sesuai peraturan yang berlaku. ”Kami juga dihubungi Pak Musyafak. Kami akan dilaporkan. Ya silahkan saja,” tandasnya.

Baginya, pembongkaran yang dilakukan Pemkab Pati sudah sesuai aturan yang ada. Wilayah di sana masuk lahan pertanian berkelanjutan serta bangunannya belum mengantongi izin mendirikan bangunan.

”Bagaimana punya IMB? Di sana lahan pertanian berkelanjutan. Dan dalam Undang-Undang pejabat yang menandatangani tidak sesuai akan dikenai pidana dan denda. Ndak mungkin punya IMB. Lahannya saja lahan pertanian berkelanjutan,” paparnya.

Mengenai pembongkaran, Sugiyono mengaku sudah melalui beberapa prosedur. Mulai rapat internal hingga mediasi dengan warga di sana. ”Sesuai tahapan yang sudah dijalani selama empat bulan melalui surat peringatan. Sebelumnya juga negosiasi, komunikasi. Karena peringatan selama empat bulan tak diindahkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Miris, Bocah Berusia Enam Tahun di Pati Jadi Korban Pencabulan

Saat ini pembongkaran di LI masih menyisakan empat bangunan di Ponpes Yayasan An-Nuriyah Soko Tunggal. Yaitu, dua gedung dan dua bangunan semi terbuka yang digunakan sebagai gudang. Sisanya, sudah rata dengan tanah (lahan di luar Ponpes, Red).

Beberapa pemilik tak terima bangunannya dibongkar. Mereka mengklaim memiliki sertifikat tanah dengan keterangan lahan pemukiman.

Mereka tak mempermasalahkan prostitusi ditutup. Akan tetapi tidak terima dengan pembongkaran bangunan. ”Kalau ditutup tidak kenapa. Tapi jangan dibongkar. Soalnya, punya sertifikat. Keterangannya lahan pemukiman,” ujar salah satu pemilik bangunan di LI Misbad. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/