alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Sosialisasikan Perbup BLUD untuk Puskesmas

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melakukan rapat sosialisasi Peraturan Bupati ( Perbup ) Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD ) Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Puskesmas. Total 29 perwakilan puskesmas mengikuti kegiatan yang digelar di ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Sistem BLUD ini pada dasarnya praktik bisnis yang sehat artinya seluruh keuntungan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pelayanan.

Sosialisasi dipimpin oleh Sekda Pati Jumani. Hadir dalam sosialisasi tersebut, seluruh  Kepala dan Kasubbag Tata Usaha UPT Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Pati.  Sementara itu sosialisasi perbup BLUD UPT Puskesmas dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia.


“Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD ini, merupakan sebuah sistem yang diterapkan unit pelaksasna teknis dinas atau badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah yang berlaku umum,” papar Sekda Jumani.

Saat ini, lanjutnya, banyak puskesmas dan rumah sakit yang telah menerapkan sistem BLUD karena pola pengelolaan keuangannya yang fleksibel.

Fleksibel yang dimaksud adalah keleluasaan dalam pola pengelolaan keuangan (PPK) dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat tanpa memprioritaskan keuntungan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Melebihi Target, Realisasi PBB Kabupaten Pati Capai Rp 18 Miliar

“Praktik bisnis yang sehat artinya seluruh keuntungan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meingkatkan pelayanan,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah juga menyebut, bahwa sosialisasi Perbup BLUD ini menjadi sangat penting karena menjadi sebuah landasan dan sekaligus regulasi dalam menjalankan tugas. Jika semuanya faham aturan yang akan dijalankan, maka sebuah pekerjaan yang kita jalankan tidak ada yang sulit.

“Jadi, birokrasi itu sebenarnya mudah. Karena kita bekerja itu dengan landasan regulasi dan berdasarkan aturan. Sehingga kalau kita faham aturan mainnya, maka tidak ada pekerjaan yang sulit,” tegasnya.

Jumani menambahkan, terkadang munculnya masalah-masalah yang ada, itu merupakan seni dalam bekerja, karena pihaknya selalu bersentuhan dengan masyarakat yang harus selalu berjalan dengan dinamis. Sehingga ini harus diselesaikan dengan baik sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Kami ini memiliki tugas berat, tapi sangat mulia. Jadi ada sebuah dalil, barang siapa yang meringankan hamba-Nya, manusia di muka bumi ini, maka yang di langit juga akan meringankan kita, dan dalil itu harus kita yakini karena sesuatu yang benar,” paparnya.

Untuk itu Jumani mengajak semua agar terus bekerja menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, imbuhnya, jika menjalankan dengan ikhlas maka nantinya akan mendatangkan kebaikan untuk semua. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati melakukan rapat sosialisasi Peraturan Bupati ( Perbup ) Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD ) Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Puskesmas. Total 29 perwakilan puskesmas mengikuti kegiatan yang digelar di ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Sistem BLUD ini pada dasarnya praktik bisnis yang sehat artinya seluruh keuntungan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pelayanan.

Sosialisasi dipimpin oleh Sekda Pati Jumani. Hadir dalam sosialisasi tersebut, seluruh  Kepala dan Kasubbag Tata Usaha UPT Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Pati.  Sementara itu sosialisasi perbup BLUD UPT Puskesmas dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia.

“Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD ini, merupakan sebuah sistem yang diterapkan unit pelaksasna teknis dinas atau badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah yang berlaku umum,” papar Sekda Jumani.

Saat ini, lanjutnya, banyak puskesmas dan rumah sakit yang telah menerapkan sistem BLUD karena pola pengelolaan keuangannya yang fleksibel.

Fleksibel yang dimaksud adalah keleluasaan dalam pola pengelolaan keuangan (PPK) dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat tanpa memprioritaskan keuntungan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Vaksinasi Lansia di Pati Capai 40 Persen, Level PPKM Stagnan

“Praktik bisnis yang sehat artinya seluruh keuntungan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meingkatkan pelayanan,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah juga menyebut, bahwa sosialisasi Perbup BLUD ini menjadi sangat penting karena menjadi sebuah landasan dan sekaligus regulasi dalam menjalankan tugas. Jika semuanya faham aturan yang akan dijalankan, maka sebuah pekerjaan yang kita jalankan tidak ada yang sulit.

“Jadi, birokrasi itu sebenarnya mudah. Karena kita bekerja itu dengan landasan regulasi dan berdasarkan aturan. Sehingga kalau kita faham aturan mainnya, maka tidak ada pekerjaan yang sulit,” tegasnya.

Jumani menambahkan, terkadang munculnya masalah-masalah yang ada, itu merupakan seni dalam bekerja, karena pihaknya selalu bersentuhan dengan masyarakat yang harus selalu berjalan dengan dinamis. Sehingga ini harus diselesaikan dengan baik sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Kami ini memiliki tugas berat, tapi sangat mulia. Jadi ada sebuah dalil, barang siapa yang meringankan hamba-Nya, manusia di muka bumi ini, maka yang di langit juga akan meringankan kita, dan dalil itu harus kita yakini karena sesuatu yang benar,” paparnya.

Untuk itu Jumani mengajak semua agar terus bekerja menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian, imbuhnya, jika menjalankan dengan ikhlas maka nantinya akan mendatangkan kebaikan untuk semua. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/