alexametrics
31.2 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Pati Turun Level, Kantor Pelayanan Publik Mulai Dibuka

PATI, –  Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati sudah level dua. Adanya hal tersebut, beberapa pelayanan publik mulai dibuka. Masyarakat bisa kembali melakukan pelayanan dengan tatap muka. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Salah satu yang membuka pelayan kantor Imigrasi Pati. Beberapa warga mulai membuat paspor dengan tatap muka. Sejak awal Juli sampai dengan saat ini, pihaknya menghentikan sementara pelayanan. Hanya melayani pemohon untuk kepentingan darurat atau mendesak saja.

”Sebelumnya pelayanan melalui online. Tapi kami telah mulai membuka pelayanan paspor RI bagi WNI secara normal,”kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Hasanin.


Untuk dapat memperoleh layanan paspor RI di Imigrasi Pati, pemohon terlebih dahulu harus  mendaftar melalui Aplikasi Pendaftaran Antrian Paspor Online (APAPO). Semua pelayanannya sudah dibuka. ”Silakan bagi yang mau  buat paspor baik itu paspor baru maupun penggantian dapat mengunduh APAPO dan mendaftar. Kami buka kuota untuk 100 orang pemohon per harinya,” tambah Hasanin.

Baca Juga :  Jadi Sorotan, Badan Kehormatan DPRD Pati Siap Tertibkan Anggota Dewan Malas

Selain pelayanan paspor RI bagi WNI, Imigrasi Pati juga telah membuka pelayanan bagi warga negara asing secara tatap muka. Pemohon layanan WNA dapat langsung datang untuk memasukkan permohonan dan merekam sidik jari serta foto biometrik.

Dia menambahkan, adanya covid-19, pihaknya hanya mendapat 5-7 pendaftar per hari. Jika dibandingkan sebelum korona, per hari bisa 15-20 orang. ”Memang berdampak ini. Jauh menurun. Semoga saja cepat berakhir,” katanya.

Mulai Januari hingga Agustus terdapat ribuan orang untuk mengurus paspor. Di antaranya, untuk pelayanan pembuatan ID Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ada 317, kegiatan belajar150 siswa, dan wisata 1.045 orang.

Kendati telah membuka pelayanan secara normal, masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di lingkungan kantor. ”Protokol kesehatan tetap yang utama. Kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Harapannya masyarakat yang datang ke kantor tetap disiplin menjalankan Prokes,” pungkasnya. (adr/him)

PATI, –  Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati sudah level dua. Adanya hal tersebut, beberapa pelayanan publik mulai dibuka. Masyarakat bisa kembali melakukan pelayanan dengan tatap muka. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Salah satu yang membuka pelayan kantor Imigrasi Pati. Beberapa warga mulai membuat paspor dengan tatap muka. Sejak awal Juli sampai dengan saat ini, pihaknya menghentikan sementara pelayanan. Hanya melayani pemohon untuk kepentingan darurat atau mendesak saja.

”Sebelumnya pelayanan melalui online. Tapi kami telah mulai membuka pelayanan paspor RI bagi WNI secara normal,”kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati, Hasanin.

Untuk dapat memperoleh layanan paspor RI di Imigrasi Pati, pemohon terlebih dahulu harus  mendaftar melalui Aplikasi Pendaftaran Antrian Paspor Online (APAPO). Semua pelayanannya sudah dibuka. ”Silakan bagi yang mau  buat paspor baik itu paspor baru maupun penggantian dapat mengunduh APAPO dan mendaftar. Kami buka kuota untuk 100 orang pemohon per harinya,” tambah Hasanin.

Baca Juga :  Lebarkan Sayap Bisnis, Produk UMKM Pati Masuk Hotel Berbintang

Selain pelayanan paspor RI bagi WNI, Imigrasi Pati juga telah membuka pelayanan bagi warga negara asing secara tatap muka. Pemohon layanan WNA dapat langsung datang untuk memasukkan permohonan dan merekam sidik jari serta foto biometrik.

Dia menambahkan, adanya covid-19, pihaknya hanya mendapat 5-7 pendaftar per hari. Jika dibandingkan sebelum korona, per hari bisa 15-20 orang. ”Memang berdampak ini. Jauh menurun. Semoga saja cepat berakhir,” katanya.

Mulai Januari hingga Agustus terdapat ribuan orang untuk mengurus paspor. Di antaranya, untuk pelayanan pembuatan ID Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ada 317, kegiatan belajar150 siswa, dan wisata 1.045 orang.

Kendati telah membuka pelayanan secara normal, masyarakat diharapkan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat berada di lingkungan kantor. ”Protokol kesehatan tetap yang utama. Kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Harapannya masyarakat yang datang ke kantor tetap disiplin menjalankan Prokes,” pungkasnya. (adr/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/