alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Ini Pesan Mensos Risma usai Kunjungi Korban Penyekapan dan Penyekapan di Pati

PATI – Perhatian Khusus untuk menguatkan mental terduga korban pemerkosaan dan penyekapan di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti diberikan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Minggu (7/8) petang, mantan Walikota Surabaya itu menjenguk korban di RSUD RAA Soewondo. Mensos Risma datang bersama rombongan di RSUD Pati sekitar pukul 17.30. Kedatangannya didampingi Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Edi Siswanto.

Risma terlihat masuk di ruang Anggrek tempat remaja tersebut dirawat. Sekitar 30 menit Risma berada di dalam ruangan tempat perawatan korban.


“Kondisinya sudah lebih baik. Dibanding saat dia pertama kali masuk perawatan. Kata dokter saat masuk korban tidak bisa mengenal siapa-siapa.Namun hari kedua sudah bisa mengenal,” terang Risma usai menjenguk korban.

Risma mengatakan sengaja datang untuk menjenguk remaja yang diduga menjadi korban pemerkosaan itu. Dia pun memberikan perhatian khusus kepada korban dan kasus tersebut. Apalagi korban masih kategori anak-anak.

“Saya ingin memastikan kondisinya. Perlindungan terhadap anak- anak harus dilakukan. Jangan sampai kasus semacam ini terulang lagi di tempat lain, jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  KONI Pati Kukuhkan 15 Cabor Baru

Lebih lanjut Risma menilai melalui kasus ini, anak-anak yang lain perlu belajar supaya tidak menimpa pada dirinya sendiri, teman, ataupun keluarga. “Jangan mudah digoda, jangan mudah dirayu anak- anak kita harus memikirkan masa depannya,” terangnya.

Lebih lanjut Risma mengingatkan kepada anak-anak agar tidak mudah terpancing orang di media sosial. Menurutnya orang dekat anak-anak adalah seorang ibu bukan media sosial. Maka anak-anak harus percaya dengan seorang ibu.

“Jadi seolah-olah dengan media sosial dekat dengan seorang, dia seolah mengerti, dia baik. Padahal itu hanya sebuah jebakan atau bahkan sebuah rayuan yang untuk menarik mereka,” kata Risma.

Sementara itu dari berbagai sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, terduga pelaku saat ini masih dalam proses pengejaran oleh petugas. Foto terduga pelaku sebelumnya sempat viral di sosial media. (aua/lid)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Perhatian Khusus untuk menguatkan mental terduga korban pemerkosaan dan penyekapan di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti diberikan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Minggu (7/8) petang, mantan Walikota Surabaya itu menjenguk korban di RSUD RAA Soewondo. Mensos Risma datang bersama rombongan di RSUD Pati sekitar pukul 17.30. Kedatangannya didampingi Kapolres Pati AKBP Christian Tobing dan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Edi Siswanto.

Risma terlihat masuk di ruang Anggrek tempat remaja tersebut dirawat. Sekitar 30 menit Risma berada di dalam ruangan tempat perawatan korban.

“Kondisinya sudah lebih baik. Dibanding saat dia pertama kali masuk perawatan. Kata dokter saat masuk korban tidak bisa mengenal siapa-siapa.Namun hari kedua sudah bisa mengenal,” terang Risma usai menjenguk korban.

Risma mengatakan sengaja datang untuk menjenguk remaja yang diduga menjadi korban pemerkosaan itu. Dia pun memberikan perhatian khusus kepada korban dan kasus tersebut. Apalagi korban masih kategori anak-anak.

“Saya ingin memastikan kondisinya. Perlindungan terhadap anak- anak harus dilakukan. Jangan sampai kasus semacam ini terulang lagi di tempat lain, jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Setujui Raperda tentang Dana Cadangan Pilkada

Lebih lanjut Risma menilai melalui kasus ini, anak-anak yang lain perlu belajar supaya tidak menimpa pada dirinya sendiri, teman, ataupun keluarga. “Jangan mudah digoda, jangan mudah dirayu anak- anak kita harus memikirkan masa depannya,” terangnya.

Lebih lanjut Risma mengingatkan kepada anak-anak agar tidak mudah terpancing orang di media sosial. Menurutnya orang dekat anak-anak adalah seorang ibu bukan media sosial. Maka anak-anak harus percaya dengan seorang ibu.

“Jadi seolah-olah dengan media sosial dekat dengan seorang, dia seolah mengerti, dia baik. Padahal itu hanya sebuah jebakan atau bahkan sebuah rayuan yang untuk menarik mereka,” kata Risma.

Sementara itu dari berbagai sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, terduga pelaku saat ini masih dalam proses pengejaran oleh petugas. Foto terduga pelaku sebelumnya sempat viral di sosial media. (aua/lid)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru