alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Wabup Safin Bantu Beri Orderan Laundry Eks Lorog Indah

PATI  – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengklaim akan tampung beberapa pebisnis eks Lorog Indah (LI) yang tengah mencari pekerjaan baru. Pihaknya siap memberi order 50 persen laundry dari Hotel Safin kepada pemilik usaha laundry LI.

Wabup yang kerap disapa Safin itu rencananya memudahkan beberapa pelaku usaha yang akan keluar dari kawasan LI. Hal itu menjadi salah satu solusi pembongkaran LI.

”Di sana ada usaha laundry. Pindahkan alatnya di tempat yang sesuai lokasi (bukan di LI, Red). Nanti saya kasih order 50 persen laundry hotel,” papar Safin.


Selain pengusaha laundry, juga ada beberapa orang yang usaha jamur. Safin pun akan menampungnya. “Ada yang usaha jamur juga. Nanti saya kasih tempat. Saya punya lokasi di Tayu. Nanti boleh dibikin rumah jamur di sana,” terangnya.

Bupati Pati Haryanto menambahkan, setelah ada penawaran solusi dari wabup, ia menganggap tidak ada persoalan lagi. Agar bisa segera mengosongkan LI. ”Tapi semisal mempertahankan prostitusi, salon, kuliner di sana itu tidak bisa. Justru saya nanti yang melanggar lantaran lahan hijau. Misalnya di sana lahan perumahan atau industri saya suruh melengkapi izinnya. Tapi ini berkaitan dengan undang-undang. Saya tidak berani,” tambah Haryanto.

Baca Juga :  Progres Baru 33 Persen, Alun-alun Timur Kota Pati Rampung Akhir Tahun

Oleh karena itu, Haryanto menegaskan jika kawasan tersebut memang tidak bisa digunakan untuk kegiatan lainya. Mengingat kawasan tersebut Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

”Dibilang gelo ya gelo. Soalnya mendirikan bangunan yang sudah mengeluarkan biaya. Tapi kembali lagi, itu melanggar peraturan yang ada. Mau tidak mau harus taat,” tegas dia.

Menanggapi ini, Ketua Paguyuban LI Mastur angkat suara. Rekan-rekannya belum bisa menerima keputusan bupati. Soalnya, LI juga ditempati untuk rumah tangga. ”Misalnya, disuruh merobohkan tidak ada yang menampung. Mau bertempat dimana,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar bangunan tidak dirobohkan. Biarkan ditempati untuk rumah tangga saja. Jadi harapannya, tidak dirobohkan. ”Jangan sampai dirobohkan. Nantinya kami melakukan pendekatan lagi ke pemerintah. Minta tolong untuk warga Pati. Memang hidupnya di dalam situ,” harapnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI  – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengklaim akan tampung beberapa pebisnis eks Lorog Indah (LI) yang tengah mencari pekerjaan baru. Pihaknya siap memberi order 50 persen laundry dari Hotel Safin kepada pemilik usaha laundry LI.

Wabup yang kerap disapa Safin itu rencananya memudahkan beberapa pelaku usaha yang akan keluar dari kawasan LI. Hal itu menjadi salah satu solusi pembongkaran LI.

”Di sana ada usaha laundry. Pindahkan alatnya di tempat yang sesuai lokasi (bukan di LI, Red). Nanti saya kasih order 50 persen laundry hotel,” papar Safin.

Selain pengusaha laundry, juga ada beberapa orang yang usaha jamur. Safin pun akan menampungnya. “Ada yang usaha jamur juga. Nanti saya kasih tempat. Saya punya lokasi di Tayu. Nanti boleh dibikin rumah jamur di sana,” terangnya.

Bupati Pati Haryanto menambahkan, setelah ada penawaran solusi dari wabup, ia menganggap tidak ada persoalan lagi. Agar bisa segera mengosongkan LI. ”Tapi semisal mempertahankan prostitusi, salon, kuliner di sana itu tidak bisa. Justru saya nanti yang melanggar lantaran lahan hijau. Misalnya di sana lahan perumahan atau industri saya suruh melengkapi izinnya. Tapi ini berkaitan dengan undang-undang. Saya tidak berani,” tambah Haryanto.

Baca Juga :  Kawasan Lorong Indah Pati Akan Dikembalikan Fungsinya Semula

Oleh karena itu, Haryanto menegaskan jika kawasan tersebut memang tidak bisa digunakan untuk kegiatan lainya. Mengingat kawasan tersebut Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

”Dibilang gelo ya gelo. Soalnya mendirikan bangunan yang sudah mengeluarkan biaya. Tapi kembali lagi, itu melanggar peraturan yang ada. Mau tidak mau harus taat,” tegas dia.

Menanggapi ini, Ketua Paguyuban LI Mastur angkat suara. Rekan-rekannya belum bisa menerima keputusan bupati. Soalnya, LI juga ditempati untuk rumah tangga. ”Misalnya, disuruh merobohkan tidak ada yang menampung. Mau bertempat dimana,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar bangunan tidak dirobohkan. Biarkan ditempati untuk rumah tangga saja. Jadi harapannya, tidak dirobohkan. ”Jangan sampai dirobohkan. Nantinya kami melakukan pendekatan lagi ke pemerintah. Minta tolong untuk warga Pati. Memang hidupnya di dalam situ,” harapnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/