alexametrics
30 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

PPKM di Pati Naik Lagi ke Level III, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

PATI – Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati naik level. Dari semula level II menjadi level III. Kenaikan level ini, karena capaian vaksinasi yang baru mencapai 31 persen. Di mana perubahan level ini, mensyaratkan capaian vaksinasi minimal 50 persen.

”Saat ini capaian vaksinasi kami memang belum sampai 50 persen dari jumlah penduduk sasaran vaksinasi sejumlah 1.050.000. Hal ini tidak lepas dari stok vaksin yang kami dapat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Trianti Venusia kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia melanjutkan, setiap dapat kiriman vaksin, pihaknya langsung mendistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit yang melakukan vaksinasi. Bahkan, rata-rata tiap puskesmas bisa melakukan vaksinasi 200 dosis setiap hari.


”Kami selalu siap mendapat tambahan dosis vaksin. Dengan total 60 vaksinator yang kami miliki, sangat siap untuk mendapat tambahan berapapun,” terangnya. Melihat target yang telah ditetapkan, pihaknya juga cukup waswas. Sebab, target 90 persen vaksinasi di akhir tahun, dihitung dari saat ini tinggal tiga bulan lagi.

Baca Juga :  Polres Pati Raih Penghargaan Pelayanan SIM dan SKCK Terbaik

Terpisah, Bupati Pati Haryanto menyampaikan, kenaikan level PPKM ini bukan karena lonjakan jumlah kasus Covid-19 aktif. Melainkan karena vaksinasi belum mencapai 50 persen. ”Karena itu kalau Pati jadi level III, kami mengikuti saja. Karena itu yang mengatur pemerintah pusat. Yang jelas ini bukan karena peningkatan kasus (Covid-19) aktif,” jelasnya.

Menurutnya, kendalanya karena suplai vaksin yang didapatkan Bumi Mina Tani tidak begitu banyak. ”Kalau dibandingkan, daerah yang persentasenya cepat naik memang yang jumlah penduduknya kecil. Kalau di Pati kan jumlah penduduknya 1,4 juta. Sementara suplai vaksin kita tidak begitu banyak. Suplai untuk daerah dengan penduduk kecil hampir sama dengan daerah yang jumlah penduduknya besar seperti kita (Pati, Red),” ungkapnya.

Dia mengaku siap untuk menggalakkan percepatan vaksinasi. Berapapun suplai vaksin yang didapat, pihaknya siap segera menyuntikkan. Sebab, jumlah vaksinator di Pati cukup memadai. Bahkan, pihaknya sudah mewacanakan penambahan relawan vaksinator lagi. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati naik level. Dari semula level II menjadi level III. Kenaikan level ini, karena capaian vaksinasi yang baru mencapai 31 persen. Di mana perubahan level ini, mensyaratkan capaian vaksinasi minimal 50 persen.

”Saat ini capaian vaksinasi kami memang belum sampai 50 persen dari jumlah penduduk sasaran vaksinasi sejumlah 1.050.000. Hal ini tidak lepas dari stok vaksin yang kami dapat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Trianti Venusia kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia melanjutkan, setiap dapat kiriman vaksin, pihaknya langsung mendistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit yang melakukan vaksinasi. Bahkan, rata-rata tiap puskesmas bisa melakukan vaksinasi 200 dosis setiap hari.

”Kami selalu siap mendapat tambahan dosis vaksin. Dengan total 60 vaksinator yang kami miliki, sangat siap untuk mendapat tambahan berapapun,” terangnya. Melihat target yang telah ditetapkan, pihaknya juga cukup waswas. Sebab, target 90 persen vaksinasi di akhir tahun, dihitung dari saat ini tinggal tiga bulan lagi.

Baca Juga :  Penumpang di Terminal Kembangjoyo Pati Alami Kenaikan Hingga 70 Persen

Terpisah, Bupati Pati Haryanto menyampaikan, kenaikan level PPKM ini bukan karena lonjakan jumlah kasus Covid-19 aktif. Melainkan karena vaksinasi belum mencapai 50 persen. ”Karena itu kalau Pati jadi level III, kami mengikuti saja. Karena itu yang mengatur pemerintah pusat. Yang jelas ini bukan karena peningkatan kasus (Covid-19) aktif,” jelasnya.

Menurutnya, kendalanya karena suplai vaksin yang didapatkan Bumi Mina Tani tidak begitu banyak. ”Kalau dibandingkan, daerah yang persentasenya cepat naik memang yang jumlah penduduknya kecil. Kalau di Pati kan jumlah penduduknya 1,4 juta. Sementara suplai vaksin kita tidak begitu banyak. Suplai untuk daerah dengan penduduk kecil hampir sama dengan daerah yang jumlah penduduknya besar seperti kita (Pati, Red),” ungkapnya.

Dia mengaku siap untuk menggalakkan percepatan vaksinasi. Berapapun suplai vaksin yang didapat, pihaknya siap segera menyuntikkan. Sebab, jumlah vaksinator di Pati cukup memadai. Bahkan, pihaknya sudah mewacanakan penambahan relawan vaksinator lagi. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/