alexametrics
25.4 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Polres Pati Dapat Penghargaan dari Instansi Akademisi

PATI – Kepolisian Resor (Polres) Pati mendapat penghargaan dari Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta atas keberhasilan pelayanan publik. Pemberian itu, berdasarakan hasil evaluasi dan survei kepuasan masyarakat terkait pelayanan publik.

Peningkatan pelayanan ini, dalam rangka membangun wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Uniba Solo mensurvei pembangunan tersebut. Penilaian itu berdasarkan evaluasi indeks eksternal dan internal Polres Pati.

Penilaian tersebut, juga berdasarkan beberapa item. Yaitu, manajemen perubahan tata kelola, sumber daya manusia, peningkatan pengawasan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.


”Pelayanan yang dinilai pelayanan surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Bagaimana pelayanan disana dinilai. Baik internal maupun eksternal,” ujar tim penilai Uniba Solo Subawi Pawenang.

Dia melanjutkan, untuk internal Polres Pati ada 57 persen yang disurvei. Sedangkan untuk eksternal (di luar Polres Pati) ada sekitar 1.000 kuesioner.

Untuk indeks skor ada beberapa kategori penilaian. Untuk angka 95-100 excellent, 90-95 sangat baik, 80-90 baik, 70-80 kurang baik, dan di bawah 70 tidak baik. ”Hasilnya sungguh menggembriakan. Indeks 96,87 dari internal. Artinya excellent. Sedangkan untuk eksternal, kuesioner hasilnya sangat baik. Skornya mendapat 95. Dari survei tersebut Polres Pati mendapat sertifikat penghargaan,” paparnya.

Baca Juga :  Semen Gresik Sabet Dua Platinum dan Enam Gold di TKMPN 2021

Dia memberikan catatan kepada pihak Polres Pati. Ini soal transparansi yang disampaikan tempat-tempat pelayanan masih kurang. ”Ada hal yang menjadi catatan agar bisa meningkatkan pelayanan itu. Harus lebih transparan. Itu saja yang perlu ditingkatkan. Kalau sudah hasilnya dimungkinkan bisa excellent,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Polres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan, survei internal perlu dilakukan. Dari situ mengetahui bagaimana personel yang memiliki resistensi dan penolakan. Karena ini sebuah perubahan, perlu upaya ke depan. ”Saya yakin ada penolakan. Tapi ini untuk perbaikan pelayanan. Survei yang dilaksanakan ini riil. Tanpa menggunakan nama. Biar masyarakat yang menilai. Ternyata hasilnya bagus,” katanya.

Harapannya mencapai predikat di 2021 ini. Kegiatan survei ini dilakukan mulai tokoh masyarakat, agama, lingkungan desa, hingga internal Polres Pati. ”Surve ini berkaitan dengan proses pembanungan WBK dan WBBM yang saat ini sedang berusaha kami kembangkan. Harapannya mencapai predikat di 2021 ini,” ucapnya.

Ke depan, perbaikan dan inovasi tetap terus dilakukan. ”Kembali saya sampaikan, ini tim yang hebat. Tidak ada pemimpin yang kuat. Melainkan timnya. Perlu kerja keras dan usaha agar ini terwujud,” imbuhnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kepolisian Resor (Polres) Pati mendapat penghargaan dari Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta atas keberhasilan pelayanan publik. Pemberian itu, berdasarakan hasil evaluasi dan survei kepuasan masyarakat terkait pelayanan publik.

Peningkatan pelayanan ini, dalam rangka membangun wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Uniba Solo mensurvei pembangunan tersebut. Penilaian itu berdasarkan evaluasi indeks eksternal dan internal Polres Pati.

Penilaian tersebut, juga berdasarkan beberapa item. Yaitu, manajemen perubahan tata kelola, sumber daya manusia, peningkatan pengawasan, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

”Pelayanan yang dinilai pelayanan surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Bagaimana pelayanan disana dinilai. Baik internal maupun eksternal,” ujar tim penilai Uniba Solo Subawi Pawenang.

Dia melanjutkan, untuk internal Polres Pati ada 57 persen yang disurvei. Sedangkan untuk eksternal (di luar Polres Pati) ada sekitar 1.000 kuesioner.

Untuk indeks skor ada beberapa kategori penilaian. Untuk angka 95-100 excellent, 90-95 sangat baik, 80-90 baik, 70-80 kurang baik, dan di bawah 70 tidak baik. ”Hasilnya sungguh menggembriakan. Indeks 96,87 dari internal. Artinya excellent. Sedangkan untuk eksternal, kuesioner hasilnya sangat baik. Skornya mendapat 95. Dari survei tersebut Polres Pati mendapat sertifikat penghargaan,” paparnya.

Baca Juga :  Ponpes di Gembong Pati Tegaskan Tidak Mendukung Prostitusi

Dia memberikan catatan kepada pihak Polres Pati. Ini soal transparansi yang disampaikan tempat-tempat pelayanan masih kurang. ”Ada hal yang menjadi catatan agar bisa meningkatkan pelayanan itu. Harus lebih transparan. Itu saja yang perlu ditingkatkan. Kalau sudah hasilnya dimungkinkan bisa excellent,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Polres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan, survei internal perlu dilakukan. Dari situ mengetahui bagaimana personel yang memiliki resistensi dan penolakan. Karena ini sebuah perubahan, perlu upaya ke depan. ”Saya yakin ada penolakan. Tapi ini untuk perbaikan pelayanan. Survei yang dilaksanakan ini riil. Tanpa menggunakan nama. Biar masyarakat yang menilai. Ternyata hasilnya bagus,” katanya.

Harapannya mencapai predikat di 2021 ini. Kegiatan survei ini dilakukan mulai tokoh masyarakat, agama, lingkungan desa, hingga internal Polres Pati. ”Surve ini berkaitan dengan proses pembanungan WBK dan WBBM yang saat ini sedang berusaha kami kembangkan. Harapannya mencapai predikat di 2021 ini,” ucapnya.

Ke depan, perbaikan dan inovasi tetap terus dilakukan. ”Kembali saya sampaikan, ini tim yang hebat. Tidak ada pemimpin yang kuat. Melainkan timnya. Perlu kerja keras dan usaha agar ini terwujud,” imbuhnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/