alexametrics
33.2 C
Kudus
Saturday, August 6, 2022

Terduga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Gadis di Pati Dikenal Playboy

PATI – Tetangga terduga pelaku kasus pemerkosaan yang menimpa gadis di bawah umur membantah adanya penyekapan. Namun, tetangga mengakui bahwa terduga pelaku sering terlihat gonta-ganti pasangan perempuan.

Unit PPA Satreskrim Polres Pati mulai bergerak cepat untuk mengusut kasus tersebut. Bertempat di Mapolsek Dukuhseti, penyidik Unit PPA Polres Pati memeriksa sejumlah saksi pagi kemarin.

“Tidak ada penyekapan. Orang itu yang ada disini sering keluar. Kadang bermain ke rumah tetangga sini, main sama teman-temannya. Mereka juga sekali waktu juga keluar berdua. Jadi warga disini heran jika dikatakan ada penyekapan, dan itu saya pastikan tidak benar, ” ujar Sutrisno Ketua RT 6 RW 1 Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti.


Pihaknya sudah memenuhi undangan Mapolsek Dukuhseti untuk menjadi saksi. Oleh penyidik ia ditanya tentang keseharian pelaku. Ia juga sempat kaget mengetahui berita tentang adanya kasus pencabulan anak dibawah umur yang melibatkan warganya. Namun pihaknya membantah bahwa di rumah pelaku telah terjadi penyekapan.

Menurutnya, pelaku memang jarang bersosialisasi terhadap warga sekitar. Sehingga jarang berkomunikasi dengan pelaku. Korban bahkan sudah tinggal di rumah pelaku sejak sebelum lebaran. Dan sebelumnya di rumah pelaku juga sering bergonta-ganti perempuan yang datang dan pergi.

“Sehingga ketika ada korban tinggal disini warga menganggap itu biasa saja. Taunya mereka hanya pacaran. Waktu datang pertama kali disini memang badannya agak gemuk tidak kurus seperti yang ada di berita. Pelaku sendiri kebiasaannya kalau siang tidur, pulangnya jam 2-3 dini hari. Jadi tidak tahu kerjanya apa,” sambung Sutrisno.

Baca Juga :  Pemkab Pati Segera Suntik Vaksin Untuk Anak 6-11 Tahun

Hal senada juga diungkapkan Zainal Arifin, perangkat desa setempat. Diungkapkan, ia mengetahui berita tentang penyekapan anak dibawah umur dari media sosial. Setelah menggali beberapa sumber memang pelaku mengarah kepada salah satu warga Alasdowo Kecamatan Dukuhseti.

“Tadi ada tiga warga kami yang dimintai keterangan. Kalau dibilang penyekapan saya kira tidak benar. Karena rumah pelaku pintunya hanya ada di bagian depan. Sementara yang belakang tidak ada pintunya. Saya juga pernah melihat antara pelaku dan korban keluar berboncengan. Saya juga tidak tahu kalau tertanya korban sudah lama tinggal disini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur disertai pengancaman menimpa gadis yang masih duduk di SMP.

Korban ditemukan di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti pada Minggu (31/07) oleh pelaku inisial PH yang merupakan warga setempat dan sempat disekap selama 4 bulan. Saat ditemukan kondisi korban sangat memprihatinkan. Korban saat ditemukan sedang hamil 4 bulan, mengalami depresi berat, gizi buruk dan alat vital mengalami infeksi. (aua/lid)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Tetangga terduga pelaku kasus pemerkosaan yang menimpa gadis di bawah umur membantah adanya penyekapan. Namun, tetangga mengakui bahwa terduga pelaku sering terlihat gonta-ganti pasangan perempuan.

Unit PPA Satreskrim Polres Pati mulai bergerak cepat untuk mengusut kasus tersebut. Bertempat di Mapolsek Dukuhseti, penyidik Unit PPA Polres Pati memeriksa sejumlah saksi pagi kemarin.

“Tidak ada penyekapan. Orang itu yang ada disini sering keluar. Kadang bermain ke rumah tetangga sini, main sama teman-temannya. Mereka juga sekali waktu juga keluar berdua. Jadi warga disini heran jika dikatakan ada penyekapan, dan itu saya pastikan tidak benar, ” ujar Sutrisno Ketua RT 6 RW 1 Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti.

Pihaknya sudah memenuhi undangan Mapolsek Dukuhseti untuk menjadi saksi. Oleh penyidik ia ditanya tentang keseharian pelaku. Ia juga sempat kaget mengetahui berita tentang adanya kasus pencabulan anak dibawah umur yang melibatkan warganya. Namun pihaknya membantah bahwa di rumah pelaku telah terjadi penyekapan.

Menurutnya, pelaku memang jarang bersosialisasi terhadap warga sekitar. Sehingga jarang berkomunikasi dengan pelaku. Korban bahkan sudah tinggal di rumah pelaku sejak sebelum lebaran. Dan sebelumnya di rumah pelaku juga sering bergonta-ganti perempuan yang datang dan pergi.

“Sehingga ketika ada korban tinggal disini warga menganggap itu biasa saja. Taunya mereka hanya pacaran. Waktu datang pertama kali disini memang badannya agak gemuk tidak kurus seperti yang ada di berita. Pelaku sendiri kebiasaannya kalau siang tidur, pulangnya jam 2-3 dini hari. Jadi tidak tahu kerjanya apa,” sambung Sutrisno.

Baca Juga :  Pelatih AHHA PS Pati: Kami Tak Gentar Hadapi Persis Solo

Hal senada juga diungkapkan Zainal Arifin, perangkat desa setempat. Diungkapkan, ia mengetahui berita tentang penyekapan anak dibawah umur dari media sosial. Setelah menggali beberapa sumber memang pelaku mengarah kepada salah satu warga Alasdowo Kecamatan Dukuhseti.

“Tadi ada tiga warga kami yang dimintai keterangan. Kalau dibilang penyekapan saya kira tidak benar. Karena rumah pelaku pintunya hanya ada di bagian depan. Sementara yang belakang tidak ada pintunya. Saya juga pernah melihat antara pelaku dan korban keluar berboncengan. Saya juga tidak tahu kalau tertanya korban sudah lama tinggal disini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur disertai pengancaman menimpa gadis yang masih duduk di SMP.

Korban ditemukan di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti pada Minggu (31/07) oleh pelaku inisial PH yang merupakan warga setempat dan sempat disekap selama 4 bulan. Saat ditemukan kondisi korban sangat memprihatinkan. Korban saat ditemukan sedang hamil 4 bulan, mengalami depresi berat, gizi buruk dan alat vital mengalami infeksi. (aua/lid)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/