alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Ramai Dugaan Penyelewengan Dana Donasi Umat, Ini Klaim ACT Pati Raya

PATI – Isu dugaan penyelewengan dana diklaim pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pati Raya tak berpengaruh. Kinerja kantor tersebut tak berdampak. Masih banyak kliennya yang menitipkan bantuan. ACT Pati Raya ini, mencakup lima kabupaten. Meliputi, Pati, Kudus, Jepara, Blora, dan Rembang.

Marketing Communication ACT cabang Pati Raya Rizky Risdya memaparkan, pihaknya masih bekerja seperti biasanya. Tak ada satupun klien yang komplain. Donatur/kliennya juga tidak mempertanyakan aliran dana ACT Pati kepadanya.

”Pasca ada trending penolakan ACT, kami tidak terpengaruh sama sekali. Kantor di Pati bekerja seperti biasa (melayani masyarakat/umat, Red). Jadi, masyarakat masih percaya dengan ACT,” terangnya.


Program atau agenda ACT Pati Raya ini, juga masih sama. Masih mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Sebelumnya, saat banjir bandang di Desa Tanjungrejo, Margoyoso, Pati, pihaknya juga mendistribusikan bantuan. Ada 10 relawan yang turut membantu.

”Bahkan waktu dekat ini, kami membantu korban banjir di Pati. Agenda masih seperti biasanya. Membantu umat yang membutuhkan,” paparnya.

Kemudian, dekat-dekat ini, pihaknya juga mewacanakan adanya bantuan daging kurban kepada masyarakat. ”Kami akan menyerahkan daging hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi memang tak berdampak (isu penyelewengan dana, Red). ACT pusat juga sudah membenarkan kabar isu penyelewengan itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Dandim Pati Lepas Dua Danramil Pensiun

Bantuan-bantuan itu, didapat dari para donatur di berbagai wilayah. Dia mengelak adanya penggalangan dana untuk alokasi anggaran bantuan itu. ”Tak ada penggalangan dana dari kami. Kalau ada rencana penyaluran bantuan, ada warga yang menyumbang ke kami. Kemudian kami salurkan,” tegasnya.

Ditanya berapa banyak karyawan ACT, dia tak bisa memberikan secara rinci. Menimbang ada lima kabupaten di bawahnya. ”Kalau karyawan atau relawan banyak. Soalnya kami ada di lima kabupaten. Kalau gajinya pun semua itu pusat yang mengatur,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberitaan di media masa serta percakapan di media sosial (medsos), ACT punya pembenarannya sendiri. ”Pada 2020, ACT total menerima Rp 519 miliar. Dan telah disalurkan ke sekitar 281.000 aksi kemanusiaan. Lewat aksi tersebut, 8,5 juta warga telah menjadi penerima manfaat dalam berbagai program kemanusiaan yang dijalankan ACT,” ujarnya.

Sebelumnya, mencuat kabar dugaan penyelewengan dana umat oleh pentinggi ACT. Isu ini membuat tagar Aksi Cepat Tilap tranding di Twitter.

Warganet beranggapan, tagar aksi cepat tilep itu, sebagai sindiran terhadap lembaga filantropi ACT yang saat ini tengah dirundung masalah. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Isu dugaan penyelewengan dana diklaim pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) Pati Raya tak berpengaruh. Kinerja kantor tersebut tak berdampak. Masih banyak kliennya yang menitipkan bantuan. ACT Pati Raya ini, mencakup lima kabupaten. Meliputi, Pati, Kudus, Jepara, Blora, dan Rembang.

Marketing Communication ACT cabang Pati Raya Rizky Risdya memaparkan, pihaknya masih bekerja seperti biasanya. Tak ada satupun klien yang komplain. Donatur/kliennya juga tidak mempertanyakan aliran dana ACT Pati kepadanya.

”Pasca ada trending penolakan ACT, kami tidak terpengaruh sama sekali. Kantor di Pati bekerja seperti biasa (melayani masyarakat/umat, Red). Jadi, masyarakat masih percaya dengan ACT,” terangnya.

Program atau agenda ACT Pati Raya ini, juga masih sama. Masih mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Sebelumnya, saat banjir bandang di Desa Tanjungrejo, Margoyoso, Pati, pihaknya juga mendistribusikan bantuan. Ada 10 relawan yang turut membantu.

”Bahkan waktu dekat ini, kami membantu korban banjir di Pati. Agenda masih seperti biasanya. Membantu umat yang membutuhkan,” paparnya.

Kemudian, dekat-dekat ini, pihaknya juga mewacanakan adanya bantuan daging kurban kepada masyarakat. ”Kami akan menyerahkan daging hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Jadi memang tak berdampak (isu penyelewengan dana, Red). ACT pusat juga sudah membenarkan kabar isu penyelewengan itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Kronologi Tenggelamnya Siswa SMK asal Cirebon saat Magang di Kapal Juwana

Bantuan-bantuan itu, didapat dari para donatur di berbagai wilayah. Dia mengelak adanya penggalangan dana untuk alokasi anggaran bantuan itu. ”Tak ada penggalangan dana dari kami. Kalau ada rencana penyaluran bantuan, ada warga yang menyumbang ke kami. Kemudian kami salurkan,” tegasnya.

Ditanya berapa banyak karyawan ACT, dia tak bisa memberikan secara rinci. Menimbang ada lima kabupaten di bawahnya. ”Kalau karyawan atau relawan banyak. Soalnya kami ada di lima kabupaten. Kalau gajinya pun semua itu pusat yang mengatur,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan pemberitaan di media masa serta percakapan di media sosial (medsos), ACT punya pembenarannya sendiri. ”Pada 2020, ACT total menerima Rp 519 miliar. Dan telah disalurkan ke sekitar 281.000 aksi kemanusiaan. Lewat aksi tersebut, 8,5 juta warga telah menjadi penerima manfaat dalam berbagai program kemanusiaan yang dijalankan ACT,” ujarnya.

Sebelumnya, mencuat kabar dugaan penyelewengan dana umat oleh pentinggi ACT. Isu ini membuat tagar Aksi Cepat Tilap tranding di Twitter.

Warganet beranggapan, tagar aksi cepat tilep itu, sebagai sindiran terhadap lembaga filantropi ACT yang saat ini tengah dirundung masalah. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/