alexametrics
22.4 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Disperindag Beberkan Alasan SPBU di Pati Belum Siap Terapkan Aplikasi MyPertamina

PATI – Pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar diwacanakan mulai Juli ini. SPBU di Pati terlihat masih belum siap menerapkan aplikasi MyPertamina. Hingga kini belum bisa diterapkan aturan pembelian menggunakan aplikasi tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pati Hadi Santosa mengatakan, pemberlakuan kebijakan tersebut belum berlaku di Jateng. Baru ada 11 wilayah di 5 Provinsi yang diberlakukan.

Tahap uji coba menggunakan aplikasi MyPertamina ini di antaranya di Banjarmasin (Kalbar), Bandung (Jabar), Manado (Sultra), Yogyakarta (DIY), dan Sukabumi (Jabar).


”Tahap pertama itu uji coba di lima provinsi. Pati belum termasuk. Namun, nantinya kebijakan itu akan berlaku secara nasional,” ucap Hadi.

Pembelian pertalite dan solar subsidi dapat dilakukan dengan menunjukkan kode QR kepada operator SPBU. Kode didapat setelah mendaftar di website MyPertamina. Kemudian. Kode QR yang diberikan secara khusus dapat diunduh dan disimpan dalam format digital maupun cetak.

Baca Juga :  Penjaga Sekolah di Pati Diberi Bantuan Rp 500 Ribu dari Baznas

Penggunaan aplikasi itu untuk mengamankan konsumsi BBM. Hal ini menyusul pertalite maupun solar sering terlambat.

”Mungkin ini salah satu cara untuk mengurangi konsumsi BBM. Misalnya di Pati ini stok BBM-nya 83.000 kilo liter. Kemudian dibagi-bagi tiap bulan. Harapannya, tak langsung habis, bertahan hingga akhir tahun,” terangnya.

Di samping itu ada beberapa pembatasan terkait pembelian BBM ini. Misalnya, kendaraan dinas tak boleh beli pertalite dan tak boleh menggunakan jerigen.

Uji coba aplikasi di Pati ini belum. Selain itu, kesiapan SPBU juga menjadi syarat realisasi penggunaan aplikasi MyPertamina.

”Jadi kesiapan SPBU ini juga menjadi pertimbangan. Sampai sekarang, SPBU di Pati belum pada siap,” tukasnya. (adr/him)

PATI – Pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar diwacanakan mulai Juli ini. SPBU di Pati terlihat masih belum siap menerapkan aplikasi MyPertamina. Hingga kini belum bisa diterapkan aturan pembelian menggunakan aplikasi tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pati Hadi Santosa mengatakan, pemberlakuan kebijakan tersebut belum berlaku di Jateng. Baru ada 11 wilayah di 5 Provinsi yang diberlakukan.

Tahap uji coba menggunakan aplikasi MyPertamina ini di antaranya di Banjarmasin (Kalbar), Bandung (Jabar), Manado (Sultra), Yogyakarta (DIY), dan Sukabumi (Jabar).

”Tahap pertama itu uji coba di lima provinsi. Pati belum termasuk. Namun, nantinya kebijakan itu akan berlaku secara nasional,” ucap Hadi.

Pembelian pertalite dan solar subsidi dapat dilakukan dengan menunjukkan kode QR kepada operator SPBU. Kode didapat setelah mendaftar di website MyPertamina. Kemudian. Kode QR yang diberikan secara khusus dapat diunduh dan disimpan dalam format digital maupun cetak.

Baca Juga :  HUT ke-12, TBC Pati Gowes 65 Km sekaligus Launching Jersey Baru

Penggunaan aplikasi itu untuk mengamankan konsumsi BBM. Hal ini menyusul pertalite maupun solar sering terlambat.

”Mungkin ini salah satu cara untuk mengurangi konsumsi BBM. Misalnya di Pati ini stok BBM-nya 83.000 kilo liter. Kemudian dibagi-bagi tiap bulan. Harapannya, tak langsung habis, bertahan hingga akhir tahun,” terangnya.

Di samping itu ada beberapa pembatasan terkait pembelian BBM ini. Misalnya, kendaraan dinas tak boleh beli pertalite dan tak boleh menggunakan jerigen.

Uji coba aplikasi di Pati ini belum. Selain itu, kesiapan SPBU juga menjadi syarat realisasi penggunaan aplikasi MyPertamina.

”Jadi kesiapan SPBU ini juga menjadi pertimbangan. Sampai sekarang, SPBU di Pati belum pada siap,” tukasnya. (adr/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/