alexametrics
26 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

BPBD Pati Ajak Warga Tanam Akar Rumput Wangi Vetiver untuk Perkuat Tanggul Sungai

PATI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan seperti dalam hal merawat tanggul sungai. Salah satunya dengan menanam dan melestarikan tanaman akar rumput wangi vetiver. Akarnya mampu menjulang hingga kedalaman lima meter lebih, sehingga mampu menguatkan tanah tanggul

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengungkapkan, rumput jenis ini dapat menguatkan tanggul sungai dibanding tanaman lain misalnya pohon pisang atau jagung. BPBD sendiri sudah melakukan penanaman rumput jenis ini beberapa tahun lalu di beberapa tempat untu mengantisipasi tanggul jebol. Penanaman rumput vetiver ini juga secara langsung pernah disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat mengunjungi Pegunungan Kendeng.

”Kurang lebih dua tahun atau satu tahun yang lalu itu kami mulai menanam rumput vertiver. Kami sudah bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah, menanam rumput vertiver untuk penguatan tanggul,” jelas Martinus.


Karena itu pihaknya meminta agar masyarakat khususnya sekitar tanggul untuk bisa menjaga dan melestarikan tanaman ini. Hal itu seperti yang terjadi di tanggul Sungai Sat Desa Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso yang jebol pada Senin (27/6) lalu.

Baca Juga :  Angka Pemasungan Terhadap Penyandang Disabilitas di Pati Diklaim Menurun

“Seharusya di sini sudah tumbuh besar dan bisa ditanam kembali di sepanjang tanggul Sungai Sat. Namun, sayangnya rumput ini tidak dilestarikan lebih lanjut. Akibatnya, tanggul Sungai Sat jembol lagi,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan perawatan tanggul tak hanya jadi tanggung jawab pemerintah saja. Kesadaran masyarakat disekitar tanggul juga turut punya berperan penting untuk menjaga tanggul. Salah satu kebiasaan masyarakat di tepian tanggul justru menanami tanggul dengan beberapa tanaman yang tidak memperkuat tanggul. Justru tanaman yang ditanam masyarakat berfungsi sebaliknya.

”Selama ini yang dilakukan bukan penguatan tanggul, tapi malah justru memperlemah tanggul. Karena tanggul ditanami tanaman yang sifat akarnya tidak kuat menahan air. Seperti tanaman pisang atau mungkin seperti tanaman umbi-umbiannya,” terangnya.

Hal itu tak sepenuhnya bisa disalahkan sebab tanaman-tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan. Namun, pihaknya tetap berharap masyarakat membantu dalam proses perawatan. Salah satunya dengan melakukan penanaman tumbuhan yang berfungsi memperkuat tanggul. (aua/him)

PATI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan seperti dalam hal merawat tanggul sungai. Salah satunya dengan menanam dan melestarikan tanaman akar rumput wangi vetiver. Akarnya mampu menjulang hingga kedalaman lima meter lebih, sehingga mampu menguatkan tanah tanggul

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengungkapkan, rumput jenis ini dapat menguatkan tanggul sungai dibanding tanaman lain misalnya pohon pisang atau jagung. BPBD sendiri sudah melakukan penanaman rumput jenis ini beberapa tahun lalu di beberapa tempat untu mengantisipasi tanggul jebol. Penanaman rumput vetiver ini juga secara langsung pernah disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat mengunjungi Pegunungan Kendeng.

”Kurang lebih dua tahun atau satu tahun yang lalu itu kami mulai menanam rumput vertiver. Kami sudah bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah, menanam rumput vertiver untuk penguatan tanggul,” jelas Martinus.

Karena itu pihaknya meminta agar masyarakat khususnya sekitar tanggul untuk bisa menjaga dan melestarikan tanaman ini. Hal itu seperti yang terjadi di tanggul Sungai Sat Desa Tunjungrejo Kecamatan Margoyoso yang jebol pada Senin (27/6) lalu.

Baca Juga :  Ketua Majelis Persidangan Sakit, Sidang Vonis Pembobol Bank Jateng Ditunda

“Seharusya di sini sudah tumbuh besar dan bisa ditanam kembali di sepanjang tanggul Sungai Sat. Namun, sayangnya rumput ini tidak dilestarikan lebih lanjut. Akibatnya, tanggul Sungai Sat jembol lagi,” paparnya.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan perawatan tanggul tak hanya jadi tanggung jawab pemerintah saja. Kesadaran masyarakat disekitar tanggul juga turut punya berperan penting untuk menjaga tanggul. Salah satu kebiasaan masyarakat di tepian tanggul justru menanami tanggul dengan beberapa tanaman yang tidak memperkuat tanggul. Justru tanaman yang ditanam masyarakat berfungsi sebaliknya.

”Selama ini yang dilakukan bukan penguatan tanggul, tapi malah justru memperlemah tanggul. Karena tanggul ditanami tanaman yang sifat akarnya tidak kuat menahan air. Seperti tanaman pisang atau mungkin seperti tanaman umbi-umbiannya,” terangnya.

Hal itu tak sepenuhnya bisa disalahkan sebab tanaman-tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan. Namun, pihaknya tetap berharap masyarakat membantu dalam proses perawatan. Salah satunya dengan melakukan penanaman tumbuhan yang berfungsi memperkuat tanggul. (aua/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/