alexametrics
22 C
Kudus
Wednesday, July 27, 2022

Tak Penuhi Aturan, 108 Koperasi di Pati Antre Dibubarkan

PATI – Pemerintah membubarkan 524 koperasi di Pati. Dari angka tersebut, 416 koperasi telah diumumkan dalam berita negara. Sisanya sebanyak 108 masih antre.

Pembubaran koperasi itu berdasarkan UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Koperasi yang dibubarkan itu tak memenuhi aturan yang tertuang dalam UU tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pati Wahyu Setyawati mengatakan, sebab dibubarkannnya koperasi itu lantaran tak aktif selama bertahun-tahun. Sehingga, koperasi diusulkan untuk dibubarkan.


“Yang resmi dan sudah masuk dalam berita negara sebanyak 416 koperasi. Sisanya, masih menunggu proses pengumuman berita negara. Jadi masih ada 100-an koperasi. Itu pda tahun lalu. Untuk saat tahun ini belum,” paparnya.

Selain itu, dibubarkannya koperasi ini juga menimbang beberapa hal. Salah satunya, koperasi tak punya tanggungan kepada anggotanya.

Baca Juga :  Anak-Anak Bertalenta Khusus Unjuk Kebolehan di Pesonas Pati

“Semisal koperasi masih ada persoalan tak bisa dibubarkan. Karena masih ada tanggungan,” imbuhnya.

Kemudian, pembubaran koperasi dilakukan karena koperasi bertentangan dengan ketertiban umum. Keputusan juga berdasarkan hasil pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum.

“Jadi memang berdasarkan ketentuan hukum di pengadilan. Salah satunya, koperasi tak melaksanakan rapat anggota tahunan selama 3 tahun berturut-turut,” imbuhnya.

Dia menambahkan, total koperasi saat ini sebanyak 600. Dari angka tersebut, 250 koperasi dinyatakan aktif. Sisanya, dianggap tak aktif. Bagi koperasi yang belum dibubarkan tetap melakukan kegiatan perkoperasiannya. Menunggu keputusan dalam berita acara pemerintah pusat.

“Upaya kami ya mendampingi koperasi agar selalu aktif dan melaporkan aktivitasnya. Selain itu, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan mutu koperasi,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemerintah membubarkan 524 koperasi di Pati. Dari angka tersebut, 416 koperasi telah diumumkan dalam berita negara. Sisanya sebanyak 108 masih antre.

Pembubaran koperasi itu berdasarkan UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Koperasi yang dibubarkan itu tak memenuhi aturan yang tertuang dalam UU tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pati Wahyu Setyawati mengatakan, sebab dibubarkannnya koperasi itu lantaran tak aktif selama bertahun-tahun. Sehingga, koperasi diusulkan untuk dibubarkan.

“Yang resmi dan sudah masuk dalam berita negara sebanyak 416 koperasi. Sisanya, masih menunggu proses pengumuman berita negara. Jadi masih ada 100-an koperasi. Itu pda tahun lalu. Untuk saat tahun ini belum,” paparnya.

Selain itu, dibubarkannya koperasi ini juga menimbang beberapa hal. Salah satunya, koperasi tak punya tanggungan kepada anggotanya.

Baca Juga :  Tahun Ini Dana BOS di Pati Naik dari Rp 105.2 M Jadi Rp 114 M

“Semisal koperasi masih ada persoalan tak bisa dibubarkan. Karena masih ada tanggungan,” imbuhnya.

Kemudian, pembubaran koperasi dilakukan karena koperasi bertentangan dengan ketertiban umum. Keputusan juga berdasarkan hasil pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum.

“Jadi memang berdasarkan ketentuan hukum di pengadilan. Salah satunya, koperasi tak melaksanakan rapat anggota tahunan selama 3 tahun berturut-turut,” imbuhnya.

Dia menambahkan, total koperasi saat ini sebanyak 600. Dari angka tersebut, 250 koperasi dinyatakan aktif. Sisanya, dianggap tak aktif. Bagi koperasi yang belum dibubarkan tetap melakukan kegiatan perkoperasiannya. Menunggu keputusan dalam berita acara pemerintah pusat.

“Upaya kami ya mendampingi koperasi agar selalu aktif dan melaporkan aktivitasnya. Selain itu, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan mutu koperasi,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/