alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Puluhan Ribu Kartu Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Minta Warga Cek Ulang

PATI  – Puluhan ribu kartu BPJS Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Pati dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (kemensos). Total ada 49.410 data penerima yang dinonaktifkan.

Hal itu diungkapkan Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Pati Tri Haryumi. Karena itu pihaknya meminta kepada masyarakat pemegang PBI JKN segera mengecek keaktifan kartunya masing-masing.

Sehingga, nantinya akan diketahui apakah kartu tersebut aktif atau nonaktif. Dan tidak kaget saat digunakan untuk berobat.


“Maayarakat yang merasa memegang kartu BPJS PBI JKN untuk segera cek ulang. Karena kalau menunggu untuk periksa (berobat,), nanti malah repot. Cek kartu PBI JKN, jangan sampai menunggu sakit dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Ternyata Ini Usaha Sekdes Gajihan yang Kado Mobil Mewah Anaknya

Tri Haryumi melanjutkan, dari data yang dipegangnya, paling tinggi kartu BPJS yang dinonaktifkan ada di Kecamatan Sukolilo sebanyak 4.502 PBI JKN yang dinonaktifkan.

Penonaktifan ini karena adanya beberapa masalah. “Seperti karena meninggal dunia, NIK ganda dan sudah beda segmen penerima. Karena itu, untuk memudahkan verifikasi, masyarakat pemegang PBI JKN bisa melakukan pengecekan secara mandiri. Sehingga proses pengaktifan ini bisa segera diselesaikan,” paparnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI  – Puluhan ribu kartu BPJS Kesehatan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Pati dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (kemensos). Total ada 49.410 data penerima yang dinonaktifkan.

Hal itu diungkapkan Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Pati Tri Haryumi. Karena itu pihaknya meminta kepada masyarakat pemegang PBI JKN segera mengecek keaktifan kartunya masing-masing.

Sehingga, nantinya akan diketahui apakah kartu tersebut aktif atau nonaktif. Dan tidak kaget saat digunakan untuk berobat.

“Maayarakat yang merasa memegang kartu BPJS PBI JKN untuk segera cek ulang. Karena kalau menunggu untuk periksa (berobat,), nanti malah repot. Cek kartu PBI JKN, jangan sampai menunggu sakit dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Pati Malas-Malasan Kena Sentil Ketua Dewan

Tri Haryumi melanjutkan, dari data yang dipegangnya, paling tinggi kartu BPJS yang dinonaktifkan ada di Kecamatan Sukolilo sebanyak 4.502 PBI JKN yang dinonaktifkan.

Penonaktifan ini karena adanya beberapa masalah. “Seperti karena meninggal dunia, NIK ganda dan sudah beda segmen penerima. Karena itu, untuk memudahkan verifikasi, masyarakat pemegang PBI JKN bisa melakukan pengecekan secara mandiri. Sehingga proses pengaktifan ini bisa segera diselesaikan,” paparnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/