alexametrics
26.3 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Ansor Minta Pemkab Pati Tutup Permanen Lokalisasi Lorong Indah

PATI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kabupaten Pati meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menutup permanen lokalisasi Lorong Indah (LI) di Kabupaten Pati. Pasalnya, penutupan ini dianggap abu-abu. Hanya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saja.

Pihak GP Ansor mendapati laporan masyarakat dan hasil diskusi soal praktik prostitusi di Kota Mina Tani ini. Ketua GP Ansor Itqonul Hakim menilai, upaya Pemkab Pati masih kurang dalam upaya pencegahan prostitusi dan karaoke illegal. Pihaknya pun meminta, adanya upaya dari Pemkab Pati untuk menutup tempat prostitusi secara permanen.

”Itu baru langkah pencegahan. Kami berharap Pemkab melakukan penutupan permanen. Sebagimana aspirasi yang kami terima. Pencegahan sudah bagus tetapi harus penutupan permanen,” paparnya.


Ia juga siap mengerahkan personel untuk membantu Pemkab Pati dalam menutup tempat prostitusi di Pati secara permanen.

”Kami akan mendukung langkah permanen. Apapun kami siap membantu. Pemkab Pati harus melibatkan unsur masyarakat dan saling bersinergi. Libatkanlah kami dalam penutupan ini agar bisa memantau perkembangannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan ASN Pemkab Pati Dapat Penghargaan Masa Pengabdian

Menanggapi itu, pihak Pemkab Pati pun melontarkan beberapa keterangan soal penutupan LI. Mulai dari penyalahan lahan hingga pengembalian fungsi lahan.

”Pada 25 Juli lalu Forkopimda mengadakan diskusi, LI harus ditutup.  Tiga hari kemudian dinas terkait pun diundang. Membahas izin usaha, tata ruangnya hingga merencanakan pelatihan,” tanggap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono.

Dia menambahkan, surat kepada pemilik lahan pun juga sudah diberikan. Mereka diminta untuk mengembalikan lahan ke fungsi yang sebenarnya. Yaitu, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

”Pada 31 Juli membuat surat itu. Puncaknya, pada 18 Agustus lalu. Itu saat deklarasi komitmen dan penutupan prostitusi di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Sugiyono berterima kasih kepada GP Ansor karena sudah mau berpartisipasi terkait penutupan ini. Menurutnya, penutupan prostitusi ini membutuhkan kesinergian dari berbagai pihak.

”Bersama-sama lah. Jadi bukan hanya tanggung jawab kami tapi semuanya. Bagaimana mewujudkan Pati berakhlak. Jadi biar tim bekerja sesuai tupoksi masing-masing,” katanya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kabupaten Pati meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk menutup permanen lokalisasi Lorong Indah (LI) di Kabupaten Pati. Pasalnya, penutupan ini dianggap abu-abu. Hanya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saja.

Pihak GP Ansor mendapati laporan masyarakat dan hasil diskusi soal praktik prostitusi di Kota Mina Tani ini. Ketua GP Ansor Itqonul Hakim menilai, upaya Pemkab Pati masih kurang dalam upaya pencegahan prostitusi dan karaoke illegal. Pihaknya pun meminta, adanya upaya dari Pemkab Pati untuk menutup tempat prostitusi secara permanen.

”Itu baru langkah pencegahan. Kami berharap Pemkab melakukan penutupan permanen. Sebagimana aspirasi yang kami terima. Pencegahan sudah bagus tetapi harus penutupan permanen,” paparnya.

Ia juga siap mengerahkan personel untuk membantu Pemkab Pati dalam menutup tempat prostitusi di Pati secara permanen.

”Kami akan mendukung langkah permanen. Apapun kami siap membantu. Pemkab Pati harus melibatkan unsur masyarakat dan saling bersinergi. Libatkanlah kami dalam penutupan ini agar bisa memantau perkembangannya,” ucapnya.

Baca Juga :  Disdikbud: Kabupaten Pati Kekurangan 4.000 Guru

Menanggapi itu, pihak Pemkab Pati pun melontarkan beberapa keterangan soal penutupan LI. Mulai dari penyalahan lahan hingga pengembalian fungsi lahan.

”Pada 25 Juli lalu Forkopimda mengadakan diskusi, LI harus ditutup.  Tiga hari kemudian dinas terkait pun diundang. Membahas izin usaha, tata ruangnya hingga merencanakan pelatihan,” tanggap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono.

Dia menambahkan, surat kepada pemilik lahan pun juga sudah diberikan. Mereka diminta untuk mengembalikan lahan ke fungsi yang sebenarnya. Yaitu, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

”Pada 31 Juli membuat surat itu. Puncaknya, pada 18 Agustus lalu. Itu saat deklarasi komitmen dan penutupan prostitusi di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Sugiyono berterima kasih kepada GP Ansor karena sudah mau berpartisipasi terkait penutupan ini. Menurutnya, penutupan prostitusi ini membutuhkan kesinergian dari berbagai pihak.

”Bersama-sama lah. Jadi bukan hanya tanggung jawab kami tapi semuanya. Bagaimana mewujudkan Pati berakhlak. Jadi biar tim bekerja sesuai tupoksi masing-masing,” katanya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/