alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, August 5, 2022

Terpapar Suspek Cacar Monyet, Kondisi Satu Warga Pati Kini Mulai Membaik

PATI – Salah satu warga Pati dinyatakan suspek terpapar cacar monyet atau monkeypox. Sebab timbul gejala yang mengarah ke cacar itu.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati membenarkan. Saat ini, pasien tengah perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Pati. ”Benar kabar itu. Salah satu warga Pati suspek monkeypox. Kondisinya sudah membaik,” ujar Kepala DKK Pati Aviani Tritanti Venusia ditemui di kantornya kemarin.

Gejala pasien itu deman, nyeri kepala, diare, sariawan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Lanjut dia, ciri khasnya ada gejala seperti cacar pada umumnya. Ada cairan yang bisa pecah dan mengering. Tapi ada luka.


”Jadi dokter yang menangani pasien itu mencurigai kasus cacar itu. Karena ada gejala yang mengarah ke cacar monyet. Kemudian dokter konsultasi ke guru besarnya. Lalu, sementara ini suspek dulu. Berarti dicurigai ke arah cacar itu,” terang Aviani.

Kebetulan pasien ini profesinya sebagai driver. Akan tetapi tak mengirim hewan. Jadi tak bersentuhan. Memang pernah bepergian ke luar kota.

Baca Juga :  Mesin Keluarkan Debu Hitam, PG Trangkil Pati Fasilitasi Keluhan Warga

”Kami juga meminta keluarganya tidak kemana-mana. Jadi isolasi mandiri saja. Kami belum menemukan dari mana asal virus ini. Sekali lagi, ini tak positif cacar monyet. Belum ada kepastiannya. Baru suspek. Hasil tesnya pun belum keluar,” ucapnya.

Penanganannya sesuai keluhan dari penyakit itu. Semisal, nyeri diberikan anti nyeri. Lalu ada juga vitamin. ”Jadi sementara ini proses pengobatan mengatasi keluhannya dulu. Sejak 29 Juli dirawat di RS. Sampai sekarang (4/8) masih dirawat di RS,” tandasnya.

Penyakit itu belum bisa dipastikan menular apa tidak. Masih diteliti bagaimana penyakitnya. Akan tetapi, tak ada laporan meninggal karena penyakit itu. Harap dia, masyarakat tak usah panik dan galau. Intinya, menjaga pola hidup dan makan. Juga mentaati protokol kesehatan.

”Virus itu, sejauh ini belum ada kasus yang meninggal. Jadi bisa tertangani dengan baik. Semoga ini hanya sekedar suspek. Hasil labnya negatif. Jadi masih ragu, antara iya dan tidak cacar monyet. Yang penting masyarakat jangan panik,” tukasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Salah satu warga Pati dinyatakan suspek terpapar cacar monyet atau monkeypox. Sebab timbul gejala yang mengarah ke cacar itu.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati membenarkan. Saat ini, pasien tengah perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Pati. ”Benar kabar itu. Salah satu warga Pati suspek monkeypox. Kondisinya sudah membaik,” ujar Kepala DKK Pati Aviani Tritanti Venusia ditemui di kantornya kemarin.

Gejala pasien itu deman, nyeri kepala, diare, sariawan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Lanjut dia, ciri khasnya ada gejala seperti cacar pada umumnya. Ada cairan yang bisa pecah dan mengering. Tapi ada luka.

”Jadi dokter yang menangani pasien itu mencurigai kasus cacar itu. Karena ada gejala yang mengarah ke cacar monyet. Kemudian dokter konsultasi ke guru besarnya. Lalu, sementara ini suspek dulu. Berarti dicurigai ke arah cacar itu,” terang Aviani.

Kebetulan pasien ini profesinya sebagai driver. Akan tetapi tak mengirim hewan. Jadi tak bersentuhan. Memang pernah bepergian ke luar kota.

Baca Juga :  Mesin Keluarkan Debu Hitam, PG Trangkil Pati Fasilitasi Keluhan Warga

”Kami juga meminta keluarganya tidak kemana-mana. Jadi isolasi mandiri saja. Kami belum menemukan dari mana asal virus ini. Sekali lagi, ini tak positif cacar monyet. Belum ada kepastiannya. Baru suspek. Hasil tesnya pun belum keluar,” ucapnya.

Penanganannya sesuai keluhan dari penyakit itu. Semisal, nyeri diberikan anti nyeri. Lalu ada juga vitamin. ”Jadi sementara ini proses pengobatan mengatasi keluhannya dulu. Sejak 29 Juli dirawat di RS. Sampai sekarang (4/8) masih dirawat di RS,” tandasnya.

Penyakit itu belum bisa dipastikan menular apa tidak. Masih diteliti bagaimana penyakitnya. Akan tetapi, tak ada laporan meninggal karena penyakit itu. Harap dia, masyarakat tak usah panik dan galau. Intinya, menjaga pola hidup dan makan. Juga mentaati protokol kesehatan.

”Virus itu, sejauh ini belum ada kasus yang meninggal. Jadi bisa tertangani dengan baik. Semoga ini hanya sekedar suspek. Hasil labnya negatif. Jadi masih ragu, antara iya dan tidak cacar monyet. Yang penting masyarakat jangan panik,” tukasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/