alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, August 5, 2022

Guru Swasta di Pati Wadul ke Pemprov Jateng, Ini Masalahnya

PATI – Guru di SMA Swasta Kabupaten Pati tak menerima tunjangan layaknya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka meminta tunjangan kepada pemerintah supaya tak dianaktirikan.

Para guru di Kabupaten Pati mengeluhkan nasib mereka lantaran tak mendapat tunjangan layaknya guru PNS. Karenanya, para guru ini wadul ke Pemprov Jateng untuk memikirkan nasib para guru ini.

”Belum lama ini kami beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng. Itu perihal meminta dinas memerhatikan guru swasta. Soalnya, tak mendapat tunjangan seperti guru negeri,” terang Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Pati Edi Waluyo kemarin.


Padahal dulu ada tunjangan untuk guru swasta sebesar Rp 150 ribu per bulan. Akan tetapi, setelah dibawahi Disdikbud Provinsi Jateng, mereka tak mendapat honor sepersen pun. ”Setidaknya nasib para guru swasta ini juga dipikirkan. Setelah dinaungi provinsi, kami tak mendapat tunjangan fungsional,” tegasnya.

Baca Juga :  Sebelas Sekolah di Grobogan Diganjar Adiwiyata Provinsi Jateng

Harapannya, guru swasta ini dipikirkan. Mengingat tugas guru swasta dan PNS sama. Yaitu, mencerdaskan anak bangsa.

”Paling tidak dipikirkan ini guru swasta. Diberikan tunjangan seperti guru PNS. Meskipun, nominalnya sedikit,” paparnya.

Dia menuturkan, pihaknya telah mengusulkan di Pemprov Jateng untuk persoalan ini. Selain Pati, ada 64 sekolah se-Jateng. ”Nominal berapa belum tahu. Harapanya ini diperhatikan untuk bantuan tunjangan. Setidaknya, dari provinsi ini ada lah,” ucapnya.

Tahapannya pun baru kajian soal usulan tersebut. Menimbang, tunjangan ini melihat kondisi keuangan Provinsi Jateng.

”Masalahnya dengan penganggaran di Jateng. Dinas sedang mengkaji itu. Kemudian membahas bersama legislatif. Tahun depan bisa realisasi atau tidak. Kasihan nasib para guru swasta ini,” pungkasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Guru di SMA Swasta Kabupaten Pati tak menerima tunjangan layaknya guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka meminta tunjangan kepada pemerintah supaya tak dianaktirikan.

Para guru di Kabupaten Pati mengeluhkan nasib mereka lantaran tak mendapat tunjangan layaknya guru PNS. Karenanya, para guru ini wadul ke Pemprov Jateng untuk memikirkan nasib para guru ini.

”Belum lama ini kami beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng. Itu perihal meminta dinas memerhatikan guru swasta. Soalnya, tak mendapat tunjangan seperti guru negeri,” terang Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Pati Edi Waluyo kemarin.

Padahal dulu ada tunjangan untuk guru swasta sebesar Rp 150 ribu per bulan. Akan tetapi, setelah dibawahi Disdikbud Provinsi Jateng, mereka tak mendapat honor sepersen pun. ”Setidaknya nasib para guru swasta ini juga dipikirkan. Setelah dinaungi provinsi, kami tak mendapat tunjangan fungsional,” tegasnya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Candi, Polres Pati Fokus Tindakan Humanis tanpa Tilang

Harapannya, guru swasta ini dipikirkan. Mengingat tugas guru swasta dan PNS sama. Yaitu, mencerdaskan anak bangsa.

”Paling tidak dipikirkan ini guru swasta. Diberikan tunjangan seperti guru PNS. Meskipun, nominalnya sedikit,” paparnya.

Dia menuturkan, pihaknya telah mengusulkan di Pemprov Jateng untuk persoalan ini. Selain Pati, ada 64 sekolah se-Jateng. ”Nominal berapa belum tahu. Harapanya ini diperhatikan untuk bantuan tunjangan. Setidaknya, dari provinsi ini ada lah,” ucapnya.

Tahapannya pun baru kajian soal usulan tersebut. Menimbang, tunjangan ini melihat kondisi keuangan Provinsi Jateng.

”Masalahnya dengan penganggaran di Jateng. Dinas sedang mengkaji itu. Kemudian membahas bersama legislatif. Tahun depan bisa realisasi atau tidak. Kasihan nasib para guru swasta ini,” pungkasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/