alexametrics
26 C
Kudus
Friday, August 5, 2022

Geram, Bupati Pati Semprit Kades Jarang Ngantor

PATI – Bupati Pati Haryanto semprit para kepala desa (kades) di Pati. Pasalnya ia mendapati laporan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pati bahwa para kepala desa jarang berada di kantornya. Banyak masyarakat yang mengurus persoalan di kantor kades tak bisa bertemu.

Haryanto mengatakan, para kades ketika dihubungi wakil rakyat ini tidak pernah ada. Sehingga kesulitan untuk melakukan koordinasi.

“Saya sering mendapat laporan dari DPRD. Ketika mau mengunjungi desa tidak ada Kadesnya. Ini bagian dari keluhan. Jadi kalau bisa jangan seperti itu,” terang Haryanto ketika pembinaan Pemdes di Kantor Kecamatan Winong kemarin.


Ia menyebut para kades ini juga telah melaksanakan sumpah dan janji jabatan. Bahkan itu ada aturannya. Kades ini berkewajiban masuk kantor. Itu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jabatan kades itu diatur. Jadi harus masuk kantor,” tegas Haryanto.

Baca Juga :  Tim Pelajar hingga SEA Games: Medali Perak Senam di PON Papua Asal Pati

Kades ataupun aparatur desa yang beralasan sakit diharuskan berobat. Soalnya, statusnya sama dengan pegawai. Akan tetapi, jika tak masuk hingga bertahun-tahun baru bisa diberhentikan.

“Kalau pegawai tidak kerja karena sakit ya periksa. Jangan sampai tidak masuk kantor bertahun-tahun. Soalnya ada Perbub yang mengatur soal disiplin aparatur,” tandasnya.

Menurutnya, pemdes dengan pemkab ini harus ada kesinambungan. Meski desa lebih otonom. Namun, antara pemdes dan pemkab tak bisa dipisahkan. Hanya saja masing-masing ada pembagian kewenangan. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Bupati Pati Haryanto semprit para kepala desa (kades) di Pati. Pasalnya ia mendapati laporan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pati bahwa para kepala desa jarang berada di kantornya. Banyak masyarakat yang mengurus persoalan di kantor kades tak bisa bertemu.

Haryanto mengatakan, para kades ketika dihubungi wakil rakyat ini tidak pernah ada. Sehingga kesulitan untuk melakukan koordinasi.

“Saya sering mendapat laporan dari DPRD. Ketika mau mengunjungi desa tidak ada Kadesnya. Ini bagian dari keluhan. Jadi kalau bisa jangan seperti itu,” terang Haryanto ketika pembinaan Pemdes di Kantor Kecamatan Winong kemarin.

Ia menyebut para kades ini juga telah melaksanakan sumpah dan janji jabatan. Bahkan itu ada aturannya. Kades ini berkewajiban masuk kantor. Itu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jabatan kades itu diatur. Jadi harus masuk kantor,” tegas Haryanto.

Baca Juga :  Enam Kabupaten Eks Karesidenan Pati Kompak di Level 3 PPKM Semua

Kades ataupun aparatur desa yang beralasan sakit diharuskan berobat. Soalnya, statusnya sama dengan pegawai. Akan tetapi, jika tak masuk hingga bertahun-tahun baru bisa diberhentikan.

“Kalau pegawai tidak kerja karena sakit ya periksa. Jangan sampai tidak masuk kantor bertahun-tahun. Soalnya ada Perbub yang mengatur soal disiplin aparatur,” tandasnya.

Menurutnya, pemdes dengan pemkab ini harus ada kesinambungan. Meski desa lebih otonom. Namun, antara pemdes dan pemkab tak bisa dipisahkan. Hanya saja masing-masing ada pembagian kewenangan. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/