alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Miris, Bocah Berusia Enam Tahun di Pati Jadi Korban Pencabulan

PATI – Seorang bocah berinisial N berusia enam tahun warga Kecamatan Kayen, dicabuli remaja berinisial SA, 16. Aksinya dilakukan hendak salat isya di musala sekitar rumahnya.

Ibu korban, S, menceritakan kejadian bermula pada Selasa (1/3) setelah magrib. Tiba-tiba S dilapori dua teman N bahwa anaknya dikunci di gudang musala oleh SA.

Spontan S mendatangi musala untuk menyelamatkan anaknya. Saat ditanya sang ibu, N bercerita bahwa telah dikunci SA dan alat kelaminnya dimasuki benda tertentu.


”Dia bilang, celananya dipelorotin terus kemaluannya dimasukin entah benda apa. Lalu tiba-tiba keluarnya eek gitu. Dia nggak tahu. Soalnya kan masih kecil,” kata ibu korban.

Spontan S langsung langsung menanyai SA yang saat itu masih berada di lokasi kejadian. Sayangnya di SA tak mau mengaku dan malah lari sambil membentak ibu korban.

S kemudian mendatangi orang tua SA untuk menuntut pertanggungjawaban. Namun malah dibentak dan disuruh pulang.

”Saya kesana nggak ditanggepin. Malah kesannya disuruh pulang. Terus ngomongnya yang nggak enak-enak. Memang bapaknya orang kaya dan kesannya kayak melindungi anaknya gitu,” ujarnya.

Setelah kejadian, N mengaku kesulitan kencing. Kemudian ibu korban berinisiatif untuk memeriksakannya di Puskesmas setempat.

Benar saja setelah diperiksa, dokter menjelaskan alat kelamin N diketahui telah rusak. Diduga penybabnya benda tumpul.

Namun dokter belum bisa memastikan bahwa itu tindakan pemerkosaan. Dokter kemudian meminta S untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kayen agar segera mendapatkan visum.

Sampai Polsek, S diperintahkan untuk lapor ke Polres Pati agar mendapatkan tindak lanjut lebih lanjut.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Juwana Pati Molor Lagi, Ini Penyebabnya

Barulah pada Rabu (2/3) pagi S melapor ke Polres Pati. Lalu melakukan visum ke rumah sakit KSH Pati dan menunggu proses selanjutnya.

S mengaku saat ini secara fisik N masih sehat. Namun secara mental diakuinya masih terguncang. Dalam momen tertentu N sering murung dan menangis sendiri.

J  warga sekitar saat dimintai keterangan mengaku, pelaku SA memang sehari-hari dikenal sebagai remaja yang nakal, sebelum kejadian ini, SA diketahui telah melakukan beberapa tindakan pencabulan kepada beberapa wanita di desanya.

”Emang anaknya nakal. Tapi ini yang paling parah, kalau sebelumnya ya pernah meremas payudara cewek. Anak-anak juga pernah sampai mbah-mbah pikun payudara dibuat mainan,” tukasnya.

Hingga kini keluarga korban masih menunggu kejelasan proses dari pihak kepolisian. S menegaskan tidak ingin menyelesaikan masalah ini  lewat jalur kekeluargaan melainkan secara hukum.

”Kalau luka fisik, saya nggak jadi soal. tapi ini kan mental. Akibatnya bisa mempengaruhi masa depan anak saya. Kami inginnya pelaku diproses secara hukum sampai tuntas,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Polres Pati membenarkan adanya pengaduan tersebut. Bahwasannya, memang ada aduan warga Kayen ke pihaknya.

”Pengaduan sudah masuk. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Misalnya, nanti terbit laporan pemeriksaan (LP) nanti akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan,” kata Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno dihubungi kemari (4/3). (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Seorang bocah berinisial N berusia enam tahun warga Kecamatan Kayen, dicabuli remaja berinisial SA, 16. Aksinya dilakukan hendak salat isya di musala sekitar rumahnya.

Ibu korban, S, menceritakan kejadian bermula pada Selasa (1/3) setelah magrib. Tiba-tiba S dilapori dua teman N bahwa anaknya dikunci di gudang musala oleh SA.

Spontan S mendatangi musala untuk menyelamatkan anaknya. Saat ditanya sang ibu, N bercerita bahwa telah dikunci SA dan alat kelaminnya dimasuki benda tertentu.

”Dia bilang, celananya dipelorotin terus kemaluannya dimasukin entah benda apa. Lalu tiba-tiba keluarnya eek gitu. Dia nggak tahu. Soalnya kan masih kecil,” kata ibu korban.

Spontan S langsung langsung menanyai SA yang saat itu masih berada di lokasi kejadian. Sayangnya di SA tak mau mengaku dan malah lari sambil membentak ibu korban.

S kemudian mendatangi orang tua SA untuk menuntut pertanggungjawaban. Namun malah dibentak dan disuruh pulang.

”Saya kesana nggak ditanggepin. Malah kesannya disuruh pulang. Terus ngomongnya yang nggak enak-enak. Memang bapaknya orang kaya dan kesannya kayak melindungi anaknya gitu,” ujarnya.

Setelah kejadian, N mengaku kesulitan kencing. Kemudian ibu korban berinisiatif untuk memeriksakannya di Puskesmas setempat.

Benar saja setelah diperiksa, dokter menjelaskan alat kelamin N diketahui telah rusak. Diduga penybabnya benda tumpul.

Namun dokter belum bisa memastikan bahwa itu tindakan pemerkosaan. Dokter kemudian meminta S untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kayen agar segera mendapatkan visum.

Sampai Polsek, S diperintahkan untuk lapor ke Polres Pati agar mendapatkan tindak lanjut lebih lanjut.

Baca Juga :  Duh, Pembangunan Gedung Senam di Stadion Joyokusumo Pati Batal Lagi

Barulah pada Rabu (2/3) pagi S melapor ke Polres Pati. Lalu melakukan visum ke rumah sakit KSH Pati dan menunggu proses selanjutnya.

S mengaku saat ini secara fisik N masih sehat. Namun secara mental diakuinya masih terguncang. Dalam momen tertentu N sering murung dan menangis sendiri.

J  warga sekitar saat dimintai keterangan mengaku, pelaku SA memang sehari-hari dikenal sebagai remaja yang nakal, sebelum kejadian ini, SA diketahui telah melakukan beberapa tindakan pencabulan kepada beberapa wanita di desanya.

”Emang anaknya nakal. Tapi ini yang paling parah, kalau sebelumnya ya pernah meremas payudara cewek. Anak-anak juga pernah sampai mbah-mbah pikun payudara dibuat mainan,” tukasnya.

Hingga kini keluarga korban masih menunggu kejelasan proses dari pihak kepolisian. S menegaskan tidak ingin menyelesaikan masalah ini  lewat jalur kekeluargaan melainkan secara hukum.

”Kalau luka fisik, saya nggak jadi soal. tapi ini kan mental. Akibatnya bisa mempengaruhi masa depan anak saya. Kami inginnya pelaku diproses secara hukum sampai tuntas,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, pihak Polres Pati membenarkan adanya pengaduan tersebut. Bahwasannya, memang ada aduan warga Kayen ke pihaknya.

”Pengaduan sudah masuk. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Misalnya, nanti terbit laporan pemeriksaan (LP) nanti akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan,” kata Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno dihubungi kemari (4/3). (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/