24.1 C
Kudus
Thursday, March 30, 2023

Puluhan Anak di Pati Dirawat di Bangsal Kejiwaan usai Kecanduan Gadget, Begini Kata DPRD

PATI — Sebanyak 30-an anak dirawat di bangsal kejiwaan. Paling banyak kasus itu disebabkan karena kecanduan gadget. Karenanya, Komisi D DPRD Pati menekankan pentingnya pengawasan orangtua terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Miris! Pabrik Garmen di Godong Grobogan Diduga Tak Bayar Uang Lembur Berbulan-Bulan 

Kepala Sentra Margo Laras Pati Jiwaningsih menyampaikan bahwa jumlah ini merupakan total dari keseluruhan mulai dari tahun 2019. Anak-anak ini berasal dari berbagai kalangan usia mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.


Namun, dari keseluruhan kasus kecanduan games ini, seorang remaja putri mengalami kecanduan pornografi. Setelah ditelusuri rupanya penyebab utama dari kecanduan ini adalah penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

Sementara itu, aggota Komisi D DPRD Pati Maesaroh juga berkomentar soal adanya anak yang dirawat di Bangsal kejiwaan karena kecanduan gadget. Dia menegaskan perlunya peran pendamping orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak.

”Masalah gadget juga sama harus ada pendampingan juga pengawasan dari orang tua. Apa yang dilihat oleh anak ini perlu diawasi,” tukasnya.

Baca Juga :  Momen Natal dan Tahun Baru, Semua Alun-Alun di Pati Digelapkan

Maesaroh juga menekan agar orang tua dapat memberikan batasan dalam penggunaan gadget bagi anak. Supaya anak ini tak berlarut-larut bermain gadget.

Selain berpengaruh terhadap kejiwaan, banyak bermain gadget kata dia, bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata. Sedangkan penggunaan yang berlebihan juga akan berpengaruh pada kesehatan mental si anak.

”Lalu harus dibatasi waktu bermain gadget. Karena dari segi kesehatan mata juga tidak baik untuk anak. Kemudian untuk perkembangan mental juga tidak baik,” imbuhnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Aviani Tritanti Venusia, anak yang mengalami gangguan jiwa karena gadget ini perlu dikontrol. Sebab aktivitas penggunaan gadget pada anak ini sulit dikontrol. Akibatnya penggunaan gadget dapat berlebihan.

”Masing-masing orangtua ini seharusnya memperhatikan kondisi anaknya. Penggunaan gadget ini perlu dikontrol orangtua,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI — Sebanyak 30-an anak dirawat di bangsal kejiwaan. Paling banyak kasus itu disebabkan karena kecanduan gadget. Karenanya, Komisi D DPRD Pati menekankan pentingnya pengawasan orangtua terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga : Miris! Pabrik Garmen di Godong Grobogan Diduga Tak Bayar Uang Lembur Berbulan-Bulan 

Kepala Sentra Margo Laras Pati Jiwaningsih menyampaikan bahwa jumlah ini merupakan total dari keseluruhan mulai dari tahun 2019. Anak-anak ini berasal dari berbagai kalangan usia mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

Namun, dari keseluruhan kasus kecanduan games ini, seorang remaja putri mengalami kecanduan pornografi. Setelah ditelusuri rupanya penyebab utama dari kecanduan ini adalah penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

Sementara itu, aggota Komisi D DPRD Pati Maesaroh juga berkomentar soal adanya anak yang dirawat di Bangsal kejiwaan karena kecanduan gadget. Dia menegaskan perlunya peran pendamping orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak.

”Masalah gadget juga sama harus ada pendampingan juga pengawasan dari orang tua. Apa yang dilihat oleh anak ini perlu diawasi,” tukasnya.

Baca Juga :  Dewan Dukung Dana Hibah Cabor di KONI

Maesaroh juga menekan agar orang tua dapat memberikan batasan dalam penggunaan gadget bagi anak. Supaya anak ini tak berlarut-larut bermain gadget.

Selain berpengaruh terhadap kejiwaan, banyak bermain gadget kata dia, bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata. Sedangkan penggunaan yang berlebihan juga akan berpengaruh pada kesehatan mental si anak.

”Lalu harus dibatasi waktu bermain gadget. Karena dari segi kesehatan mata juga tidak baik untuk anak. Kemudian untuk perkembangan mental juga tidak baik,” imbuhnya.

Sementara, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Aviani Tritanti Venusia, anak yang mengalami gangguan jiwa karena gadget ini perlu dikontrol. Sebab aktivitas penggunaan gadget pada anak ini sulit dikontrol. Akibatnya penggunaan gadget dapat berlebihan.

”Masing-masing orangtua ini seharusnya memperhatikan kondisi anaknya. Penggunaan gadget ini perlu dikontrol orangtua,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru