alexametrics
25.7 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Pembongkaran Lokalisasi Lorong Indah Pati Sisakan 4 Bangunan, Apa Sebab?

PATI – Pembongkaran bangunan di kawasan Lorong Indah (LI) Pati masih menyisakan empat bangunan. Bangunan ini terletak paling selatan di kawasan eks lokalisasi yang ada sejak 1990-an itu. Yakni berupa pondok pesantren yang merupakan bangunan wakaf.

Bangunan ini, merupakan eks Kafe Permata milik Zainal Musyafak yang diwakafkan kepada KH. Nuril Arifin atau Gus Nuril untuk dijadikan Pondok Pesantren Yayasan An-Nuriyah Soko Tunggal.

Keempat bangunan yang tersisa meliputi, kantor pengurus ponpes, aula, dan dua gedung semi permanen. Bangunan-bangunan itu masih berdiri di antara puing-puing bangunan LI. Namun, bekas kerukan eskavator juga terlihat mengenai aula bangunan itu.


Sementara itu, kemarin (4/2), sekitar pukul 10.00 sudah tidak ada alat berat untuk membongkar bangunan di LI. Pada Kamis (3/2) sekitar pukul 22.00, Bupati Pati Haryanto dan jajarannya masih memantau pembongkaran itu.

Beberapa warga sekitar terlihat mengambil beberapa barang yang masih bisa digunakan. Salah satunya galon. Sedangkan di bangunan ponpes, terlihat beberapa anggota membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak.

Baca Juga :  Hasil Verifikasi Ribuan ASN di Pati Dapat Bansos: Hanya Dua yang Terima

”Kamar santri dua lantai dirobohkan. Masih ada empat yang berdiri. Aula, dua gudang, dan gedung untuk kantor sekaligus untuk menjahit,” terang Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuriyah Pati Khoirul Annas.

Dia menyesalkan adanya pembongkaran itu. Sebab, pada kesepakatan di rapat pembahasan LI dengan pihak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pondok tersebut tak ikut dibongkar.

”Rapat waktu itu, Pak Bupati bilangnya tak membongkar pondok. Hanya prostitusinya. Akan tetapi, saat hari H ternyata ikut terkena pembongkaran. Alat berat membongkar bangunan pondok,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto mengatakan, akan membongkar semua bangunan di kawasan LI. Ia beralasan, bangunan LI menyalahi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW). Lahan di kawasan itu, hanya diperbolehkan untuk pertanian (LP2B).

”Saya tidak mengambil lahan, karena lahan ini milik pribadi. Yang dipersoalkan adalah bangunan liar dipakai untuk prostitusi,” ujar bupati. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pembongkaran bangunan di kawasan Lorong Indah (LI) Pati masih menyisakan empat bangunan. Bangunan ini terletak paling selatan di kawasan eks lokalisasi yang ada sejak 1990-an itu. Yakni berupa pondok pesantren yang merupakan bangunan wakaf.

Bangunan ini, merupakan eks Kafe Permata milik Zainal Musyafak yang diwakafkan kepada KH. Nuril Arifin atau Gus Nuril untuk dijadikan Pondok Pesantren Yayasan An-Nuriyah Soko Tunggal.

Keempat bangunan yang tersisa meliputi, kantor pengurus ponpes, aula, dan dua gedung semi permanen. Bangunan-bangunan itu masih berdiri di antara puing-puing bangunan LI. Namun, bekas kerukan eskavator juga terlihat mengenai aula bangunan itu.

Sementara itu, kemarin (4/2), sekitar pukul 10.00 sudah tidak ada alat berat untuk membongkar bangunan di LI. Pada Kamis (3/2) sekitar pukul 22.00, Bupati Pati Haryanto dan jajarannya masih memantau pembongkaran itu.

Beberapa warga sekitar terlihat mengambil beberapa barang yang masih bisa digunakan. Salah satunya galon. Sedangkan di bangunan ponpes, terlihat beberapa anggota membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak.

Baca Juga :  Tegas! Larang Takbir Keliling, Polsek Sukolilo Pati Sita Ogoh-ogoh

”Kamar santri dua lantai dirobohkan. Masih ada empat yang berdiri. Aula, dua gudang, dan gedung untuk kantor sekaligus untuk menjahit,” terang Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuriyah Pati Khoirul Annas.

Dia menyesalkan adanya pembongkaran itu. Sebab, pada kesepakatan di rapat pembahasan LI dengan pihak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pondok tersebut tak ikut dibongkar.

”Rapat waktu itu, Pak Bupati bilangnya tak membongkar pondok. Hanya prostitusinya. Akan tetapi, saat hari H ternyata ikut terkena pembongkaran. Alat berat membongkar bangunan pondok,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto mengatakan, akan membongkar semua bangunan di kawasan LI. Ia beralasan, bangunan LI menyalahi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW). Lahan di kawasan itu, hanya diperbolehkan untuk pertanian (LP2B).

”Saya tidak mengambil lahan, karena lahan ini milik pribadi. Yang dipersoalkan adalah bangunan liar dipakai untuk prostitusi,” ujar bupati. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/