alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Pati Rencanakan Gusur Lorong Indah

PATI — Kemarin (3/12) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan rapat koordinasi penanganan prostitusi Lorong Indah (LI) di Mapolres Pati. Bupati Haryanto menegaskan penggusuran bakal dilakukan. Pasalnya, melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Bupati Haryanto menjelaskan sesuai perda lahan tersebut untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pihak Pemkab Pati sudah melayangkan surat peringatan untuk penghuni LI.
Batasanya pada 31 Desember ini untuk mengosongkan bangunan. Usai rapat tersebut, Bupati Pati Haryanto membenarkan. Rapat ini memberikan pemahaman kepada penghuni LI. Mereka saat ini sudah melanggar ketentuan RTRW tentang lahan LP2B.
”Sosialisasi dan berbicara dari hati ke hati. Dibilang gelo ya gelo. Soalnya mendirikan bangunan yang sudah mengeluarkan biaya. Tapi kembali lagi, itu melanggar peraturan yang ada. Mau tidak mau harus taat,” tegas dia.
Haryanto sudah melayangkan surat peringatan ketiga kali ini. Pemilik diminta mengambil barang-barang yang bisa dimanfaatkan. ”Misalnya di sana lahan perumahan atau industri saya suruh melengkapi izinnya. Tapi ini melanggar undang-undang. Saya tidak berani melanggar penetapan lahan hijau,” papar Haryanto.
Menanggapi ini, Ketua Paguyuban LI Mastur angkat suara. Rekan-rekannya belum bisa menerima keputusan bupati. Soalnya, LI ini ditempati untuk rumah tangga. ”Misalnya disuruh merobohkan tidak ada yang menampung. Mau bertempat dimana,” imbuhnya.
Pihaknya berharap agar bangunan tidak dirobohkan. Biarkan ditempati untuk rumah tangga saja. Jadi harapannya, tidak dirobohkan. Biar ditempati rumah tangga saja.
”Jangan sampai dirobohkan. Nantinya kami melakukan pendekatan lagi ke pemerintah. Minta tolong untuk warga Pati. Memang hidupnya di dalam situ,” harapnya. (adr/him)

Baca Juga :  Pemkab Pati Anggarkan Perbaikan Jalur Lambat Senilai Rp 400 Juta





Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI — Kemarin (3/12) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan rapat koordinasi penanganan prostitusi Lorong Indah (LI) di Mapolres Pati. Bupati Haryanto menegaskan penggusuran bakal dilakukan. Pasalnya, melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Bupati Haryanto menjelaskan sesuai perda lahan tersebut untuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Pihak Pemkab Pati sudah melayangkan surat peringatan untuk penghuni LI.
Batasanya pada 31 Desember ini untuk mengosongkan bangunan. Usai rapat tersebut, Bupati Pati Haryanto membenarkan. Rapat ini memberikan pemahaman kepada penghuni LI. Mereka saat ini sudah melanggar ketentuan RTRW tentang lahan LP2B.
”Sosialisasi dan berbicara dari hati ke hati. Dibilang gelo ya gelo. Soalnya mendirikan bangunan yang sudah mengeluarkan biaya. Tapi kembali lagi, itu melanggar peraturan yang ada. Mau tidak mau harus taat,” tegas dia.
Haryanto sudah melayangkan surat peringatan ketiga kali ini. Pemilik diminta mengambil barang-barang yang bisa dimanfaatkan. ”Misalnya di sana lahan perumahan atau industri saya suruh melengkapi izinnya. Tapi ini melanggar undang-undang. Saya tidak berani melanggar penetapan lahan hijau,” papar Haryanto.
Menanggapi ini, Ketua Paguyuban LI Mastur angkat suara. Rekan-rekannya belum bisa menerima keputusan bupati. Soalnya, LI ini ditempati untuk rumah tangga. ”Misalnya disuruh merobohkan tidak ada yang menampung. Mau bertempat dimana,” imbuhnya.
Pihaknya berharap agar bangunan tidak dirobohkan. Biarkan ditempati untuk rumah tangga saja. Jadi harapannya, tidak dirobohkan. Biar ditempati rumah tangga saja.
”Jangan sampai dirobohkan. Nantinya kami melakukan pendekatan lagi ke pemerintah. Minta tolong untuk warga Pati. Memang hidupnya di dalam situ,” harapnya. (adr/him)

Baca Juga :  Pemkab Pati Stop Penambahan Mini Market, Begini Alasannya





Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/