alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Manusia Silver Dirazia Satpol PP, Kebanyakan Berasal Luar Pati

PATI – Selama dua bulan ini 12-an manusia silver telah terjaringn razia. Pihak Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pati mencatat hanya satu orang ber-KTP Pati.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, kebanyakan manusia silver yang tertangkap bukan berasal dari Pati. Melainkan dari beberapa daerah, seperti daerah Tuban, Kudus, Wonogiri, Lamongan, dan Jepara.

“Hanya satu orang asli Pati. Orang Desa Pegandan, Margorejo. Kami bina di sini, diberi peringatan, surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Kepala Desa pun diundang agar menjemput,” kata Kepala Satpol PP Pati Sugiyono ditemui kemarin.


Selain itu, sebagian besar manusia silver berusia masih muda. Usianya kisaran dibawah umur 20-an.

”Ini anak muda masak harus minta-minta. Anak muda masih ada kerjaan yang lain. Bisa cari kreativitas  dan kerjaan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Tradisi Meron di Pati Masuk Program Kementerian

Dia mengaku, adanya penangkapan ini untuk menjaga ketertiban jalan dan para pengguna jalan.

Lanjut dia, sehingga penangkapan manusia silver dilakukan di beberapa titik. Seperti traffic light hingga persimpangan jalan.

“Kami lihat dan dari aduan masyarakat kami tertibkan itu. Seperti di perempatan Joyo Kusumo, Tanjang, Ngantru, Sidokerto, dan seterusnya. Kami sudah amankan 12 orang,” ungkapnya.

Terkait pembinaan, pihaknha saat ini baru melakukan  pembinaan secara fisik. Sedangkan nanti jika tertangkap lagi pihaknya akan mengirim ke bina panti sosial. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Selama dua bulan ini 12-an manusia silver telah terjaringn razia. Pihak Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pati mencatat hanya satu orang ber-KTP Pati.

Berdasarkan data yang diperoleh pihaknya, kebanyakan manusia silver yang tertangkap bukan berasal dari Pati. Melainkan dari beberapa daerah, seperti daerah Tuban, Kudus, Wonogiri, Lamongan, dan Jepara.

“Hanya satu orang asli Pati. Orang Desa Pegandan, Margorejo. Kami bina di sini, diberi peringatan, surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Kepala Desa pun diundang agar menjemput,” kata Kepala Satpol PP Pati Sugiyono ditemui kemarin.

Selain itu, sebagian besar manusia silver berusia masih muda. Usianya kisaran dibawah umur 20-an.

”Ini anak muda masak harus minta-minta. Anak muda masih ada kerjaan yang lain. Bisa cari kreativitas  dan kerjaan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Batik Tulis Bakaran Pati Ditetapkan Jadi Produk Warisan Budaya

Dia mengaku, adanya penangkapan ini untuk menjaga ketertiban jalan dan para pengguna jalan.

Lanjut dia, sehingga penangkapan manusia silver dilakukan di beberapa titik. Seperti traffic light hingga persimpangan jalan.

“Kami lihat dan dari aduan masyarakat kami tertibkan itu. Seperti di perempatan Joyo Kusumo, Tanjang, Ngantru, Sidokerto, dan seterusnya. Kami sudah amankan 12 orang,” ungkapnya.

Terkait pembinaan, pihaknha saat ini baru melakukan  pembinaan secara fisik. Sedangkan nanti jika tertangkap lagi pihaknya akan mengirim ke bina panti sosial. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/