alexametrics
29.3 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Sidang Perdana Mafia Solar di Pati Hadirkan Enam Tersangka, Delapan Lainnya Menyusul

PATI – Sidang perdana kasus mafia solar di Kabupaten Pati digelar kemarin. Enam tersangka dihadirkan di sidang tersebut.

Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati Aji Susanto mengatakan, ada enam tersangka yang disidangkan online. Kali ini mereka selaku penjaga gudang tempat penimbunan solar.

”Hari ini (3/8) sidang pertama soal kasus solar di Jakenan sedang digelar. Enam tersangka itu penjaga gudang. Tuntutannya masih sama seperti kemarin. Mereka dikenakan satu pasal. Yakni, Pasal 55 UU Migas, yang diubah dalam Pasal 40 UU Cipta Kerja,” kata Aji saat ditemui kemarin.


Dia menambahkan, sidang tersebut dipimpin langsung oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Kejari Pati hanya mengikuti persidangan tersebut.

Sidang perkara mafia solar tersebut digelar secara bertahap. Kali ini sidang perdananya. Tujuh hari ke depan, persidangan digelar dengan menghadirkan empat tersangka.

Aji menuturkan, dalam kasus solar itu ada 14 tersangka. Saat ini, mereka berada di Lapas Kelas IIB Pati. Menunggu giliran sidang secara bertahap.

Dia menambahkan ada beberapa barang bukti (BB) yang diamankan. Di antaranya, tujuh unit kendaraan, gudang tempat penimbunan, dua buah penampungan, alat ukur kadar solar, mesin pompa air, dan selang.

Baca Juga :  Ratusan TKI Di Pati Nunggu Jadwal Berangkat

”BB di antaranya, tangki tampungan biru kapasitas 8.000 liter, 11 tampungan warna putih 1.000 liter, dua torem 1.000 liter, 2 torem oren 5.100 liter, dan satu mobil panter modifikasi 1.000 liter,” tambahnya.

Para pelaku diancam Pasal 40 UU Cipta Kerja. Ancaman enam tahun penjara. Dendanya Rp 60 miliar. ”Dulu Pasalnya 55 UU Migas. Tapi sekarang berubah menjadi Pasal 40 UU Cipta Kerja,” jelasnya.

Perkara ini sebelumnya, Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Polda Jateng bersama Polres Pati mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi. Dalam kasus itu dan BB 25 ton solar bersubsidi.

Penyalahgunaan BBM jenis solar yang disubsidi pemerintah itu terjadi sejak 2021 sampai dengan sekarang di Wilayah hukum Pati.

Ada beberapa gudang telah diamankan pihak kepolisian. Pertama di gudang jalan Pati-Gembong; Kelurahan Muktiharjo, Margorejo; gudang di Jl. Juwana-Pucakwangi; Desa Dukuhmulyo, Jakenan; lokasi ketiga rombongan mobil ditangkap di Jl. Juwana Puncakwangi Desa Dukuhmulyo, Jakenan. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Sidang perdana kasus mafia solar di Kabupaten Pati digelar kemarin. Enam tersangka dihadirkan di sidang tersebut.

Kasipidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati Aji Susanto mengatakan, ada enam tersangka yang disidangkan online. Kali ini mereka selaku penjaga gudang tempat penimbunan solar.

”Hari ini (3/8) sidang pertama soal kasus solar di Jakenan sedang digelar. Enam tersangka itu penjaga gudang. Tuntutannya masih sama seperti kemarin. Mereka dikenakan satu pasal. Yakni, Pasal 55 UU Migas, yang diubah dalam Pasal 40 UU Cipta Kerja,” kata Aji saat ditemui kemarin.

Dia menambahkan, sidang tersebut dipimpin langsung oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Kejari Pati hanya mengikuti persidangan tersebut.

Sidang perkara mafia solar tersebut digelar secara bertahap. Kali ini sidang perdananya. Tujuh hari ke depan, persidangan digelar dengan menghadirkan empat tersangka.

Aji menuturkan, dalam kasus solar itu ada 14 tersangka. Saat ini, mereka berada di Lapas Kelas IIB Pati. Menunggu giliran sidang secara bertahap.

Dia menambahkan ada beberapa barang bukti (BB) yang diamankan. Di antaranya, tujuh unit kendaraan, gudang tempat penimbunan, dua buah penampungan, alat ukur kadar solar, mesin pompa air, dan selang.

Baca Juga :  Ketum Persipa: Laskar Saridin Tak Bisa Main di Pati, Ini Penyebabnya

”BB di antaranya, tangki tampungan biru kapasitas 8.000 liter, 11 tampungan warna putih 1.000 liter, dua torem 1.000 liter, 2 torem oren 5.100 liter, dan satu mobil panter modifikasi 1.000 liter,” tambahnya.

Para pelaku diancam Pasal 40 UU Cipta Kerja. Ancaman enam tahun penjara. Dendanya Rp 60 miliar. ”Dulu Pasalnya 55 UU Migas. Tapi sekarang berubah menjadi Pasal 40 UU Cipta Kerja,” jelasnya.

Perkara ini sebelumnya, Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Polda Jateng bersama Polres Pati mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi. Dalam kasus itu dan BB 25 ton solar bersubsidi.

Penyalahgunaan BBM jenis solar yang disubsidi pemerintah itu terjadi sejak 2021 sampai dengan sekarang di Wilayah hukum Pati.

Ada beberapa gudang telah diamankan pihak kepolisian. Pertama di gudang jalan Pati-Gembong; Kelurahan Muktiharjo, Margorejo; gudang di Jl. Juwana-Pucakwangi; Desa Dukuhmulyo, Jakenan; lokasi ketiga rombongan mobil ditangkap di Jl. Juwana Puncakwangi Desa Dukuhmulyo, Jakenan. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/