alexametrics
29.3 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Penggiat Seni Pati Tampil di TMII dalam Ajang Pentas Duta Seni

PATI – Sejumlah penggiat kesenian di Kabupaten Pati menggelar pentas kolaborasi seni berjudul “Brubuh Pati”. Kegiatan ini mewakili Pati dalam ajang Duta Seni yang digelar oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kolaborasi ini melibatkan kelompok-kelompok teater seperti Teater Minatani, Teater Gong, Teater Atap serta sejumlah pegiat seni lainnya mereka membawakan lakon Wasis Joyokusumo saat melawan Mataram. Yang menjadi pembeda anak-anak muda itu mengemas cerita yang dekat dengan masyarakat Pati itu dengan berbagai pendekatan ilmu seni.

Cerita itu dibawakan dengan konsep ketoprak ala pesisir yang dekat dengan tarian, lawakan, serta kepruk atau adegan silat serta diiringi musik gamelan. Menariknya lagi mereka juga turut mengkolaborasikan dengan tari jaranan serta barongan dari Sanggar Satria Muda Jaya.


Meski penuh dengan kolaborasi seni, namun penguatan terhadap sisi cerita juga tetap dijaga. Selain itu di sisi setting panggung, pertunjukkan tersebut mulai digarap dengan gaya modern. Baik dari artistik, hingga tata lampu serta konsep video sinematik menjadikan pertunjukkan itu lebih mudah dipahami oleh anak muda. Pertunjukkan itu sendiri ditampilkan secara virtual lewat akun Youtube Badan Penghubung Jawa Tengah sejak Minggu (31/7) kemarin.

Baca Juga :  Duh, PT HWI Batal Investasi Rp 3 Triliun di Pati, Apa Penyebabnya?

Ketua Teater Minatani Siwi Agustina mengungkapkan, sebagai pemuda yang lahir di Pati dengan kekayaan kesenian tradisionalnya, pihaknya ingin mengangkat hal itu.

“Kami ingin membawa pertunjukkan ketoprak ala anak muda. Para pemainnya sebagian besar juga anak muda. Bahkan ada pula yang masih remaja,” terangnya.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk mengenalkan kesenian tradisional agar lebih dicintai oleh anak muda Pati. Sehingga mereka nantinya bisa lebih dekat dengan kesenian tradisional.

“Bahkan harapannya tentu nantinya akan memunculkan para pegiat seni tradisional muda. Khususnya seni ketoprak yang selama ini telah menjadi ikon Kabupaten Pati,” imbuhnya. (aua/ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Sejumlah penggiat kesenian di Kabupaten Pati menggelar pentas kolaborasi seni berjudul “Brubuh Pati”. Kegiatan ini mewakili Pati dalam ajang Duta Seni yang digelar oleh Badan Penghubung Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kolaborasi ini melibatkan kelompok-kelompok teater seperti Teater Minatani, Teater Gong, Teater Atap serta sejumlah pegiat seni lainnya mereka membawakan lakon Wasis Joyokusumo saat melawan Mataram. Yang menjadi pembeda anak-anak muda itu mengemas cerita yang dekat dengan masyarakat Pati itu dengan berbagai pendekatan ilmu seni.

Cerita itu dibawakan dengan konsep ketoprak ala pesisir yang dekat dengan tarian, lawakan, serta kepruk atau adegan silat serta diiringi musik gamelan. Menariknya lagi mereka juga turut mengkolaborasikan dengan tari jaranan serta barongan dari Sanggar Satria Muda Jaya.

Meski penuh dengan kolaborasi seni, namun penguatan terhadap sisi cerita juga tetap dijaga. Selain itu di sisi setting panggung, pertunjukkan tersebut mulai digarap dengan gaya modern. Baik dari artistik, hingga tata lampu serta konsep video sinematik menjadikan pertunjukkan itu lebih mudah dipahami oleh anak muda. Pertunjukkan itu sendiri ditampilkan secara virtual lewat akun Youtube Badan Penghubung Jawa Tengah sejak Minggu (31/7) kemarin.

Baca Juga :  24 Klub Bola Voli Ramaikan Turnamen Kapolres Pati Cup

Ketua Teater Minatani Siwi Agustina mengungkapkan, sebagai pemuda yang lahir di Pati dengan kekayaan kesenian tradisionalnya, pihaknya ingin mengangkat hal itu.

“Kami ingin membawa pertunjukkan ketoprak ala anak muda. Para pemainnya sebagian besar juga anak muda. Bahkan ada pula yang masih remaja,” terangnya.

Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk mengenalkan kesenian tradisional agar lebih dicintai oleh anak muda Pati. Sehingga mereka nantinya bisa lebih dekat dengan kesenian tradisional.

“Bahkan harapannya tentu nantinya akan memunculkan para pegiat seni tradisional muda. Khususnya seni ketoprak yang selama ini telah menjadi ikon Kabupaten Pati,” imbuhnya. (aua/ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/