alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Duh, Pabrik Minyak Jarak Senilai Miliaran Rupiah di Pati Mangkrak, Apa Sebabnya?

PATI – Proyek pembangunan pabrik penyulingan minyak jarak di Pati mangkrak. Proyek yang anggarannya bersumber dari pemerintah melalui dana hibah tahun 2014 gagal sejak pabrik itu didirikan. Sampai sekarang tidak pernah beroperasi.

Akhir pekan lalu, bangunan pabrik yang berlokasi di Jalan Pati-Tlogowungu, Kelurahan Muktiharjo Kecamatan Margorejo ini tak ada kegiatan pabrik. Hanya ada orang merapikan taman bunga di sebelah Barat Pabrik.

Di lokasi pabrik yang tak jauh dari Stadion Joyokusumo ini, juga tertulis Unit Pemurnian Minyak Jarak Berkapasitas 250/jam Bantuan Departemen Perindustrian kerja sama dengan PT Pura Barutama.


Luasan bangunan kurang lebib 15×20 meter persegi. Nampak alat penyulingan minyak yang sudah lapuk dan berkarat. Ada pula 10-20 jerigen bertuliskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,5 milyar.

ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

”Kalau tidak salah itu dibangun tahun 2014. Anggarannya juga miliaran rupiah. Sampai sekarang tak berfungsi,” terang warga setempat berinisial A ini.

Baca Juga :  HUT ke-76 Bhayangkara, Polisi dan TNI di Pati Donor Darah Bareng

Saat dikonfirmasi, Kepala Disperindag Pati Hadi Santosa mengatakan, pabrik itu pengelolaan dari Provinsi Jateng, pengadaannya di Pati pada 2014 lalu.

”Pabrik itu sudah bukan tanggung jawab kami. Karena aset sudah tak ada lagi di Pati. Asetnya sudah diserahkan ke provinsi. Jadi itu tanggungjawab penuh provinsi,” kata Hadi.

Dia mengaku tak begitu tahu soal sumber dana pabrik tersebut. Mengingat proyek sejak 2014 lalu. ”Anggaran dari kabupaten. Pengadaanya di Disperindag Pati. Kemungkinan seperti itu. Waktu itu bukan saya, toh itu 2014 lalu,” tegasnya.

Menurutnya, tak hanya untuk minyak jarak saja pabrik itu. Bisa untuk limbah minyak goreng dibuat bio disel. Akan tetapi dia tak tahu kenapa tak jalan pabriknya.

”Setelah aset kami serahkan ke provinsi, itu tanggung jawab penuh mereka. Kemudian pabriknya tidak jalan. Tak tahu alasannya apa. Entah bahan bakh tak ada, atau pekerjanya yang tidak ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Proyek pembangunan pabrik penyulingan minyak jarak di Pati mangkrak. Proyek yang anggarannya bersumber dari pemerintah melalui dana hibah tahun 2014 gagal sejak pabrik itu didirikan. Sampai sekarang tidak pernah beroperasi.

Akhir pekan lalu, bangunan pabrik yang berlokasi di Jalan Pati-Tlogowungu, Kelurahan Muktiharjo Kecamatan Margorejo ini tak ada kegiatan pabrik. Hanya ada orang merapikan taman bunga di sebelah Barat Pabrik.

Di lokasi pabrik yang tak jauh dari Stadion Joyokusumo ini, juga tertulis Unit Pemurnian Minyak Jarak Berkapasitas 250/jam Bantuan Departemen Perindustrian kerja sama dengan PT Pura Barutama.

Luasan bangunan kurang lebib 15×20 meter persegi. Nampak alat penyulingan minyak yang sudah lapuk dan berkarat. Ada pula 10-20 jerigen bertuliskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,5 milyar.

ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

”Kalau tidak salah itu dibangun tahun 2014. Anggarannya juga miliaran rupiah. Sampai sekarang tak berfungsi,” terang warga setempat berinisial A ini.

Baca Juga :  Bentuk Aliansi Seniman, Ketua PAC PDI-P Pati Kota Patut Diapresiasi

Saat dikonfirmasi, Kepala Disperindag Pati Hadi Santosa mengatakan, pabrik itu pengelolaan dari Provinsi Jateng, pengadaannya di Pati pada 2014 lalu.

”Pabrik itu sudah bukan tanggung jawab kami. Karena aset sudah tak ada lagi di Pati. Asetnya sudah diserahkan ke provinsi. Jadi itu tanggungjawab penuh provinsi,” kata Hadi.

Dia mengaku tak begitu tahu soal sumber dana pabrik tersebut. Mengingat proyek sejak 2014 lalu. ”Anggaran dari kabupaten. Pengadaanya di Disperindag Pati. Kemungkinan seperti itu. Waktu itu bukan saya, toh itu 2014 lalu,” tegasnya.

Menurutnya, tak hanya untuk minyak jarak saja pabrik itu. Bisa untuk limbah minyak goreng dibuat bio disel. Akan tetapi dia tak tahu kenapa tak jalan pabriknya.

”Setelah aset kami serahkan ke provinsi, itu tanggung jawab penuh mereka. Kemudian pabriknya tidak jalan. Tak tahu alasannya apa. Entah bahan bakh tak ada, atau pekerjanya yang tidak ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/