alexametrics
22.5 C
Kudus
Wednesday, July 27, 2022

Bantuan Bibit Ikan bagi Petambak Terdampak Rob di Pati Masih Belum Jelas

PATI – Pemkab Pati mewacanakan bantuan bibit ikan bagi petani tambak terdampak rob dan air pasang.

Kami sudah mengusulkan bantuan bibit bagi petani terdampak rob. Baik Pemprov maupun ke pusat. Hanya saja hal itu tak semerta-merta bisa langsung terealisasi,” terang Kabid Perikanan dan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati Dwi Endang Subekti.

Dia menambahkan, bantuan tersebut bila tak bisa terealisasi tahun ini, bisa saja tahun depan. Harapannya usulan bisa terealisasi pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pati 2022.


“Musibah banjir air pasang/rob ini sangat berdampak besar terhadap petani tambak. Kejadian ini tak hanya di Pati saja. Banyak wilayah pesisir yang terdampak. Misalnya, Jepara dan Rembang,” tambahnya.

Pihaknya sudah mendata kerugian para petani tambak di Pati. Kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Diakuinya, pihaknya hanya sebatas pengusulan bantuan. Realisasinya menunggu keputusan pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga :  Pengendara Perlu Waspada, Begal Payudara Kembali Berulah di Pati

Kerugian petani tambak ini kisaran Rp 30,86 M. Itupun belum termasuk kerusakan infrastruktur. Kisaran Rp 5 M-an. Kemungkinan total kerugian Rp 35 M. Kami hanya mengusulkan bantuan itu,” tukasnya.

Kerusakan di pesisir Pati ini mulai dari Desa Puncel, Dukuhseti (perbatasan dengan Jepara) hingga Desa Pecangaan, Batangan (perbatasan dengan Rembang). Luasannya sekitar 2.000 ha. Itu terdiri dari tambak ikan bandeng, nila dan sebagian udang.

Dia memperkirakan anggaran untuk bantuan bibit nila salin ini. Minimal bantuan bibit bisa mencapai Rp 1,2 M.

“Tapi ini dengan asumsi total lahan 2.000 hektare. Kemudian per petani mendapat 10.000 ekor. Maka setidaknya butuh dana Rp 1,2 M. Itupun tergantung keuangan daerah. Memungkinkan apa tidak,” pungkasnya. (adr)

PATI – Pemkab Pati mewacanakan bantuan bibit ikan bagi petani tambak terdampak rob dan air pasang.

Kami sudah mengusulkan bantuan bibit bagi petani terdampak rob. Baik Pemprov maupun ke pusat. Hanya saja hal itu tak semerta-merta bisa langsung terealisasi,” terang Kabid Perikanan dan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati Dwi Endang Subekti.

Dia menambahkan, bantuan tersebut bila tak bisa terealisasi tahun ini, bisa saja tahun depan. Harapannya usulan bisa terealisasi pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pati 2022.

“Musibah banjir air pasang/rob ini sangat berdampak besar terhadap petani tambak. Kejadian ini tak hanya di Pati saja. Banyak wilayah pesisir yang terdampak. Misalnya, Jepara dan Rembang,” tambahnya.

Pihaknya sudah mendata kerugian para petani tambak di Pati. Kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Diakuinya, pihaknya hanya sebatas pengusulan bantuan. Realisasinya menunggu keputusan pemerintah pusat maupun daerah.

Baca Juga :  Berknalpol Grong, 12 Motor Disita Polsek Juwana Pati

Kerugian petani tambak ini kisaran Rp 30,86 M. Itupun belum termasuk kerusakan infrastruktur. Kisaran Rp 5 M-an. Kemungkinan total kerugian Rp 35 M. Kami hanya mengusulkan bantuan itu,” tukasnya.

Kerusakan di pesisir Pati ini mulai dari Desa Puncel, Dukuhseti (perbatasan dengan Jepara) hingga Desa Pecangaan, Batangan (perbatasan dengan Rembang). Luasannya sekitar 2.000 ha. Itu terdiri dari tambak ikan bandeng, nila dan sebagian udang.

Dia memperkirakan anggaran untuk bantuan bibit nila salin ini. Minimal bantuan bibit bisa mencapai Rp 1,2 M.

“Tapi ini dengan asumsi total lahan 2.000 hektare. Kemudian per petani mendapat 10.000 ekor. Maka setidaknya butuh dana Rp 1,2 M. Itupun tergantung keuangan daerah. Memungkinkan apa tidak,” pungkasnya. (adr)


Most Read

Artikel Terbaru

/