alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Tak Kantongi Izin, Empat Penjual Pupuk di Pati Diringkus Polisi

PATI – Empat pengedar pupuk bersubsidi tanpa izin di Desa Karangsumber, Winong, berhasil diringkus Polres Pati belum lama ini. Para tersangka itu Harsono, Jupri, Nur Khasan, dan Sukadi. Mereka terbukti menjual pupuk subsidi tanpa izin pemerintah.

”Para tersangka mengantongi keuntungn per sak subsidi sebanyak Rp 80 ribu. Keuntungan dibagi kepada empat orang itu. Ada yang Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 5.000-an untuk dua orang,” terang Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang.

Ghala menjelaskan awal kasus ini terungkap ketika pihaknya mendapat informasi adanya dugaan tindak pidana itu dari anggota Polres dan warga sekitar. Kemudian pihaknya menindaklanjuti atas informasi itu.


”Ada satu truk yang dikemudikan dua tersangka berhenti di jalan desa Kecamatan Winong. Truk itu bermuatan 50 pupuk subsidi jenis urea,” katanya.

Pupuk tersebut diperoleh dari tersangka pertama, Sukadi. Setelah itu, petugas langsung mengembangkan kejadian itu ke gudang milik tersangka Sukadi. Di gudang itu masih ada sisa pupuk 83 sak jenis urea. ”Sehingga barang bukti yang kami amankan sebanyak 80 sak pupuk subsidi jenis urea. Semua pupuk itu, peredarannya, tidak memiliki izin. Karena semua tersangka tak terdaftar sebagai pengecer yang ditunjuk distributor,” jelasnya.

Baca Juga :  Menyoal Pancaroba Dunia di Suluk Maleman

Dalam operasinya, Polres Pati berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya, satu truk Mitsubishi, 80 karung pupuk subsidi, satu handphone nokia, dan uang tunai sebesar Rp 7,7 juta.

Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat pasal 1 ke 3e Jo pasal 6 ayat 1 huruf b Undang-Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955. Peraturan tersebut tentang pengusutan penuntunan dan peraperadilan tindak pidana ekonomi. Mereka dihukum penjara paling lama dua tahun penjara. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Empat pengedar pupuk bersubsidi tanpa izin di Desa Karangsumber, Winong, berhasil diringkus Polres Pati belum lama ini. Para tersangka itu Harsono, Jupri, Nur Khasan, dan Sukadi. Mereka terbukti menjual pupuk subsidi tanpa izin pemerintah.

”Para tersangka mengantongi keuntungn per sak subsidi sebanyak Rp 80 ribu. Keuntungan dibagi kepada empat orang itu. Ada yang Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 5.000-an untuk dua orang,” terang Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang.

Ghala menjelaskan awal kasus ini terungkap ketika pihaknya mendapat informasi adanya dugaan tindak pidana itu dari anggota Polres dan warga sekitar. Kemudian pihaknya menindaklanjuti atas informasi itu.

”Ada satu truk yang dikemudikan dua tersangka berhenti di jalan desa Kecamatan Winong. Truk itu bermuatan 50 pupuk subsidi jenis urea,” katanya.

Pupuk tersebut diperoleh dari tersangka pertama, Sukadi. Setelah itu, petugas langsung mengembangkan kejadian itu ke gudang milik tersangka Sukadi. Di gudang itu masih ada sisa pupuk 83 sak jenis urea. ”Sehingga barang bukti yang kami amankan sebanyak 80 sak pupuk subsidi jenis urea. Semua pupuk itu, peredarannya, tidak memiliki izin. Karena semua tersangka tak terdaftar sebagai pengecer yang ditunjuk distributor,” jelasnya.

Baca Juga :  Bakal Digugat soal Pembongkaran Lokalisasi LI, Pemkab Pati Tanggapi Santai

Dalam operasinya, Polres Pati berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya, satu truk Mitsubishi, 80 karung pupuk subsidi, satu handphone nokia, dan uang tunai sebesar Rp 7,7 juta.

Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat pasal 1 ke 3e Jo pasal 6 ayat 1 huruf b Undang-Undang Darurat Nomor 7 tahun 1955. Peraturan tersebut tentang pengusutan penuntunan dan peraperadilan tindak pidana ekonomi. Mereka dihukum penjara paling lama dua tahun penjara. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/