alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Lorok Indah, Lokalisasi Terbesar di Kabupaten Pati yang Tinggal Kenangan

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membongkar 70-an bangunan di lokalisasi Lorok Indah (LI) kemarin. Ada 11 alat berat yang dikerahkan untuk pembongkaran bangunan. Targetnya, rata dengan tanah di hari itu juga.

Beberapa eskavator terlihat memasuki lahan itu, sekitar pukul 04.00. Ke-11 alat berat itu, diangkut menuju depan gang masuk menggunakan truk angkut. Setelah itu, baru eskavator turun dari truk dan menuju lokalisasi. Ada pula yang masih menggunakan truk angkut.

”Ada 11 alat berat yang kami turunkan. Itu sudah melalui SOP dan prosedur yang benar,” kata Bupati Pati Haryanto di lokasi kemarin.


Setidaknya ada 70-an bangunan di sana. Mulai dari tempat karaoke, prostitusi, warung makan, hingga tempat laundry.

Sekitar pukul 13.00 kemarin, sudah 3/4 bangunan dirobohkan. Beberapa eskavator terlihat mengeruk atap dan dinding bangunan. ”Semuanya dibongkar. Tak ada tebang pilih,” tegasnya.

Eskavator itu menyebar. Mulai di gang 1 sampai 3. Pukul 12.00 kemarin, di gang 1 masih sisa enam bangunan karaoke. Untuk gang 2, 10-an bangunan sudah ambruk. Sementara di gang 3 masih utuh.

Baca Juga :  Sambangi Kodim Pati, Danrem Makutarama Beri Semangat Babinsa

Saat ditanya mengenai kapan rampung, Haryanto mengaku, diperkirakan kemarin langsung rampung. Setelah rampung, bekas bangunan yang dirobohkan dikumpulkan. ”Tapi, ada permintaan mau diambil sendiri (yang punya bangunan). Saya perbolehkan. Nanti sisanya yang tidak terpakai saya amankan,” ujarnya.

Mengenai pembongkaran, orang nomor 1 di Pati ini mengaku sudah melalui beberapa prosedur. Mulai rapat internal hingga mediasi dengan warga di LI. Selain itu, bangunan di lokalisasi itu liar. Alias tak berizin. Malah dipakai untuk prostitusi.

”Sesuai tahapan yang sudah dijalani selama empat bulan, sebelumnya juga sudah ada negosiasi dan komunikasi. Karena peringatan selama empat bulan tidak diindahkan, sesuai aturan, hari ini (kemarin, Red) bangunan kami bongkar,” tegas Haryanto.

Beberapa warga di sana pun ada yang melihat berlangsungnya pembongkaran. Ada dua perempuan menggunakan sepeda motor mengamati. ”Walah… wes dibongkar. Terus iki pie? (Walah… sudah dibongkar. Terus ini bagaimana?),” celoteh salah satu perempuan itu sambil masih duduk di motor. (lin)

 

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membongkar 70-an bangunan di lokalisasi Lorok Indah (LI) kemarin. Ada 11 alat berat yang dikerahkan untuk pembongkaran bangunan. Targetnya, rata dengan tanah di hari itu juga.

Beberapa eskavator terlihat memasuki lahan itu, sekitar pukul 04.00. Ke-11 alat berat itu, diangkut menuju depan gang masuk menggunakan truk angkut. Setelah itu, baru eskavator turun dari truk dan menuju lokalisasi. Ada pula yang masih menggunakan truk angkut.

”Ada 11 alat berat yang kami turunkan. Itu sudah melalui SOP dan prosedur yang benar,” kata Bupati Pati Haryanto di lokasi kemarin.

Setidaknya ada 70-an bangunan di sana. Mulai dari tempat karaoke, prostitusi, warung makan, hingga tempat laundry.

Sekitar pukul 13.00 kemarin, sudah 3/4 bangunan dirobohkan. Beberapa eskavator terlihat mengeruk atap dan dinding bangunan. ”Semuanya dibongkar. Tak ada tebang pilih,” tegasnya.

Eskavator itu menyebar. Mulai di gang 1 sampai 3. Pukul 12.00 kemarin, di gang 1 masih sisa enam bangunan karaoke. Untuk gang 2, 10-an bangunan sudah ambruk. Sementara di gang 3 masih utuh.

Baca Juga :  Alami Fenomena Alam MJO, Waspada Pohon Tumbang dan Banjir di Pati

Saat ditanya mengenai kapan rampung, Haryanto mengaku, diperkirakan kemarin langsung rampung. Setelah rampung, bekas bangunan yang dirobohkan dikumpulkan. ”Tapi, ada permintaan mau diambil sendiri (yang punya bangunan). Saya perbolehkan. Nanti sisanya yang tidak terpakai saya amankan,” ujarnya.

Mengenai pembongkaran, orang nomor 1 di Pati ini mengaku sudah melalui beberapa prosedur. Mulai rapat internal hingga mediasi dengan warga di LI. Selain itu, bangunan di lokalisasi itu liar. Alias tak berizin. Malah dipakai untuk prostitusi.

”Sesuai tahapan yang sudah dijalani selama empat bulan, sebelumnya juga sudah ada negosiasi dan komunikasi. Karena peringatan selama empat bulan tidak diindahkan, sesuai aturan, hari ini (kemarin, Red) bangunan kami bongkar,” tegas Haryanto.

Beberapa warga di sana pun ada yang melihat berlangsungnya pembongkaran. Ada dua perempuan menggunakan sepeda motor mengamati. ”Walah… wes dibongkar. Terus iki pie? (Walah… sudah dibongkar. Terus ini bagaimana?),” celoteh salah satu perempuan itu sambil masih duduk di motor. (lin)

 

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/