alexametrics
29.3 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Penarikan Biaya Parkir di Stadion Joyokusumo Dikeluhkan Lagi, Ini Jawaban Dinporapar Pati

PATI – Penarikan biaya parkir di Stadion Joyokusumo kembali dikeluhkan warga. Seharusnya, penarikan ini diperbolehkan hanya Minggu saja. Nyatanya, hari biasa pun ada tarikan.

Para penarik biaya parkir di Stadion Joyokusumo Pati kembali beraksi. Mereka tetap menarik parkir kepada pengunjung selain Minggu. Seharusnya, penarikan tersebut boleh diberlakukan pada hari libur saja.

Warga sekitar Wijaya mengaku ditarik karcis baru-baru ini. Dia menilai, seharusnya pemerintah tak menarif biaya bila masuk area stadion. Alasannya, itu area milik Pemkab Pati. Itu fasilitas publik. ”Akhir bulan lalu saya ke Stadion Joyo. Saya ditarik Rp 1.000. Hari biasa itu, tidak Minggu. Paling tidak ini kan fasilitas publik. Kok ya ada penarikan biaya kepada pengunjung,” ujarnya.


Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati ReksoSoehartono mengatakan, besaran tarif parkir di Stadion Joyokusomo harus disesuai aturan. Adapun tarif parkirnya Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Sedangkan penarikan harus melibatkan warga atau pemuda Desa Winong.

Peraturan yang telah ditetap lainnya yakni terkait pelaksanaan. Penarikan parkir hanya diberlakukan di hari libur ataupun Minggu. Sedangkan di hari biasa tidak diperbolehkan. Pasalnya, Stadion Joyokusumo merupakan tempat publik.

Dalam peranturan selanjutnya tidak diperboleh memungut parkir di pintu gerbang Stadion Joyokusumo. Jadi harus sesuai tempat yang sudah di tentukan. Selain itu pemungut parkir juga harus memakai rompi.

Baca Juga :  Seratusan Pelajar di Pati Ikuti Seleksi Paskibra, Targetkan Lolos Nasional

Terkait penempatan tempat parkir yang sudah disesuaikan yakni sepeda motor sebelah kiri dan mobil sebelah kanan depan Stadion Joyokusumo. Sedangkan saat ramai menyesuasikan kondisi di tempat tersebut.

”Untuk sementara kami mempersilahkan tetap untuk melaksanakan parkir tapi hanya Minggu/libur. Akan tetapi dengan ketentuan sesuai dengan peraturan. Sepeda motor Rp 1.000 dan Mobil Rp 2.000. Dengan catatan tetap menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan tanggung jawab. Baik kepada pemerintah yang selama ini dilaksanakan maupun kepada orang yang menitipkan kendaraannya,” tukasnya.

Belum lama ini pihaknya telah memanggil pemungut parkir untuk diberikan pembinaan. Mereka diminta untuk berkomitmen supaya tidak melanggar peraturan terkait penarikan parkir di tempat publik tersebut. Salah satu di antaranya akan ditindak bila melanggar peraturan yang telah di tanda tangani.

”Sudah kami undang mereka dengan perangkat desa setempat, dan warga yang memungut parkir untuk membuat pernyataan komitmen. Kalau misalkan mereka mengindahkan binaan, kami lakukan tindak lanjut. Tujuan kami memberdayakan warga sekitar dan diharapkan tidak terjadi gejolak,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Penarikan biaya parkir di Stadion Joyokusumo kembali dikeluhkan warga. Seharusnya, penarikan ini diperbolehkan hanya Minggu saja. Nyatanya, hari biasa pun ada tarikan.

Para penarik biaya parkir di Stadion Joyokusumo Pati kembali beraksi. Mereka tetap menarik parkir kepada pengunjung selain Minggu. Seharusnya, penarikan tersebut boleh diberlakukan pada hari libur saja.

Warga sekitar Wijaya mengaku ditarik karcis baru-baru ini. Dia menilai, seharusnya pemerintah tak menarif biaya bila masuk area stadion. Alasannya, itu area milik Pemkab Pati. Itu fasilitas publik. ”Akhir bulan lalu saya ke Stadion Joyo. Saya ditarik Rp 1.000. Hari biasa itu, tidak Minggu. Paling tidak ini kan fasilitas publik. Kok ya ada penarikan biaya kepada pengunjung,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati ReksoSoehartono mengatakan, besaran tarif parkir di Stadion Joyokusomo harus disesuai aturan. Adapun tarif parkirnya Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Sedangkan penarikan harus melibatkan warga atau pemuda Desa Winong.

Peraturan yang telah ditetap lainnya yakni terkait pelaksanaan. Penarikan parkir hanya diberlakukan di hari libur ataupun Minggu. Sedangkan di hari biasa tidak diperbolehkan. Pasalnya, Stadion Joyokusumo merupakan tempat publik.

Dalam peranturan selanjutnya tidak diperboleh memungut parkir di pintu gerbang Stadion Joyokusumo. Jadi harus sesuai tempat yang sudah di tentukan. Selain itu pemungut parkir juga harus memakai rompi.

Baca Juga :  Diam-diam Beroperasi, Dinporapar Pati Ancam Cabut Izin Usaha Karaoke

Terkait penempatan tempat parkir yang sudah disesuaikan yakni sepeda motor sebelah kiri dan mobil sebelah kanan depan Stadion Joyokusumo. Sedangkan saat ramai menyesuasikan kondisi di tempat tersebut.

”Untuk sementara kami mempersilahkan tetap untuk melaksanakan parkir tapi hanya Minggu/libur. Akan tetapi dengan ketentuan sesuai dengan peraturan. Sepeda motor Rp 1.000 dan Mobil Rp 2.000. Dengan catatan tetap menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan tanggung jawab. Baik kepada pemerintah yang selama ini dilaksanakan maupun kepada orang yang menitipkan kendaraannya,” tukasnya.

Belum lama ini pihaknya telah memanggil pemungut parkir untuk diberikan pembinaan. Mereka diminta untuk berkomitmen supaya tidak melanggar peraturan terkait penarikan parkir di tempat publik tersebut. Salah satu di antaranya akan ditindak bila melanggar peraturan yang telah di tanda tangani.

”Sudah kami undang mereka dengan perangkat desa setempat, dan warga yang memungut parkir untuk membuat pernyataan komitmen. Kalau misalkan mereka mengindahkan binaan, kami lakukan tindak lanjut. Tujuan kami memberdayakan warga sekitar dan diharapkan tidak terjadi gejolak,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/