alexametrics
26.7 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Kades Tlogorejo Pati Diduga Rekayasa SK Jabatan Sekdes dalam Seleksi Perangkat Desa

PATI – Kepala Desa Tlogorejo, Jekanan Supar diduga curang dalam seleksi perangkat desa (perades). Dugaannya merekayasa SK jataban sekretaris desa (Sekdes). Hingga saat ini, pembuktian perkara tersebut masih berlangsung.

Atas dugaan tersebut, kades tersebut telah dilaporkan ke PTUN dan Polres Pati atas dugaan kecurangan Perades. Dirinya dianggap melakukan rekayasa SK jabatan sekretaris desa dengan meloloskan salah satu calon yang mengikuti kontestan Peradas dengan jabatan Sekdes.

”Sebenarnya saya sudah menjalankan proses Perades sesuai dengan Perbup. Apabila ada laporan dan gugatan yang disampaikan itu adalah kewenangan warga saya. Namun yang pasti pengisian Perades ini sudah saya jalankan sesuai prosedur,” tegasnya.


Hingga saat ini, Supar masih mengikuti tahapan perkaranya itu. Kemarin (2/8), Supar datang ke Polres Pati dengan memakai seragam Keki warna coklat dan sepatu hitam. Dia masuk di ruang penyidik unit 3 Reskrim Bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pati sekitar pukul 10.15.

Dia penuhi panggilan penyidik Polres Pati. Dirinya dipanggil atas laporan dugaan kecurangan pengisian Perades di desanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Vaksinasi Lansia di Pati Capai 40 Persen, Level PPKM Stagnan

”Saya hanya memenuhi panggilan penyidik dari Unit 3 soal Perades di Desa Tlogorejo, Jakenan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu,” kata Supar ketika dikonfirmasi di lobi ruang penyidik Reskrim Polres Pati Selasa (2/8).

Sebelumnya, Dirinya mengaku sudah menjalani proses sidang di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Hasil sidang yang diikuti selama hampir 3 bulan ini masih dalam pemeriksaan berkas.

”Sidang di PTUN Semarang sudah dilaksanakan dua tahap. Karena tahap pertama hasilnya dari pihak majelis meminta untuk melengkapi berkas karena datanya dianggap tidak lengkap. Tahap ke 2 dilaksanakan sidang awal lagi. Sekarang masih dalam tahap pemeriksaan berkas dari pihak majelis,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Sat Reskrim Polres Pati belum bisa menjelaskan terkait pemanggilan Kades tersebut. Hingga pukul 17.00 Kasat Reskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang Polres Pati belum memberikan keterangan lebih lanjut. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kepala Desa Tlogorejo, Jekanan Supar diduga curang dalam seleksi perangkat desa (perades). Dugaannya merekayasa SK jataban sekretaris desa (Sekdes). Hingga saat ini, pembuktian perkara tersebut masih berlangsung.

Atas dugaan tersebut, kades tersebut telah dilaporkan ke PTUN dan Polres Pati atas dugaan kecurangan Perades. Dirinya dianggap melakukan rekayasa SK jabatan sekretaris desa dengan meloloskan salah satu calon yang mengikuti kontestan Peradas dengan jabatan Sekdes.

”Sebenarnya saya sudah menjalankan proses Perades sesuai dengan Perbup. Apabila ada laporan dan gugatan yang disampaikan itu adalah kewenangan warga saya. Namun yang pasti pengisian Perades ini sudah saya jalankan sesuai prosedur,” tegasnya.

Hingga saat ini, Supar masih mengikuti tahapan perkaranya itu. Kemarin (2/8), Supar datang ke Polres Pati dengan memakai seragam Keki warna coklat dan sepatu hitam. Dia masuk di ruang penyidik unit 3 Reskrim Bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pati sekitar pukul 10.15.

Dia penuhi panggilan penyidik Polres Pati. Dirinya dipanggil atas laporan dugaan kecurangan pengisian Perades di desanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pelebaran Ruas Jalan di Pati Dianggarkan Rp 20 Miliar

”Saya hanya memenuhi panggilan penyidik dari Unit 3 soal Perades di Desa Tlogorejo, Jakenan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu,” kata Supar ketika dikonfirmasi di lobi ruang penyidik Reskrim Polres Pati Selasa (2/8).

Sebelumnya, Dirinya mengaku sudah menjalani proses sidang di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Hasil sidang yang diikuti selama hampir 3 bulan ini masih dalam pemeriksaan berkas.

”Sidang di PTUN Semarang sudah dilaksanakan dua tahap. Karena tahap pertama hasilnya dari pihak majelis meminta untuk melengkapi berkas karena datanya dianggap tidak lengkap. Tahap ke 2 dilaksanakan sidang awal lagi. Sekarang masih dalam tahap pemeriksaan berkas dari pihak majelis,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Sat Reskrim Polres Pati belum bisa menjelaskan terkait pemanggilan Kades tersebut. Hingga pukul 17.00 Kasat Reskrim AKP Ghala Rimba Doa Sirrang Polres Pati belum memberikan keterangan lebih lanjut. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/