alexametrics
26.7 C
Kudus
Wednesday, August 3, 2022

Gelar Operasi, Satpol PP Pati Amankan 12.000 Rokok Ilegal

PATI – Pemkab Pati menggelar operasi rokok tak bercukai di tiga kecamatan. Hasilnya, 12.000 batang rokok ilegal berhasil diamankan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan sejumlah rokok ilegal kembali. Pada Selasa (2/8) pihak Satpol PP temukan sekitar 12 ribu batang rokok polos atau tanpa cukai.

Kemarin (2/8) Pemkab Pati menggelar operasi pasar barang kena cukai. Sasaran operasi di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Pati Kota, Pucakwangi, dan Jakenan.


“Tadi kami melakukan operasi pasar barang kena cukai. Utamanya rokok yang tidak bercukai. Kebetulan dapat rokok polos (tanpa cukai). Pada hari ini (2/8) ditemukan rokok tanpa cukai. Sekitar 12.000 batang,” papar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono.

Pihaknya menyasar di berbagai toko di wilayah tersebut. Di Toko Indah Mulya Pasar Desa Sembaturagung, Jakenan ditemukan sejumlah rokok polosan berbagai merk. Misalnya, merk Laris Brow dua bungkus dan Dukun dua bal.

Kemudian di toko wilayah Desa Triguno, Pucakwangi, lanjut Sugiyono, ada banyak temuan. Di antaranya, merk Bold sebanyak satu bal dan enam bungkus. Satunya, merk Luffman sebanyak enam pres dan tiga bungkus.

Baca Juga :  Suami Kerja di Jepang, Istri Selingkuh dengan Oknum Polisi

Dengan operasi pasar ini, ia berharap, bisa mengurangi peredaran rokok ilegal di Kota Mina Tani. Soalnya, bisa merugikan negara.

“Dari operasi pasar yang menggandek berbagai instansi terkait ini, semoga bisa benar-benar menghilangkan rokok ilegal. Setidaknya bisa ditekan peredarannya,” tegasnya.

Dia mengatakan, masyarakat harus cerdas dalam memilih dan tak menjual rokok ilegal. Soalnya, bisa terkena sanksi pidana.

“Masyarakat ini seharusnga bisa lebih cerdas. Soalnya menjual rokok ini bisa kena sanksi pidana. Jadi jangan memperjual belikan rokok ilegal,” cetusnya.

Giono menambahkan, pihaknya kerap menggelar operasi serupa. Jadi tidak hanya kali ini saja temuan rokok ilegal.

Sebelumnya penemuan rokok ilegal ditemukan di Kecamatan Winong. Sebanyak 1400 batang diamankan.

Pihaknya juga beroperasi di Pucakwangi juga sebelumnya. Temuannya, 101 bungkus. Totalnya ada 20.000-an batang rokok ilegal.

“Jadi saya harap ini jangan diulangi lagi. Padahal ini bisa membuat negara merugi. Hasil cukai ini kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati menggelar operasi rokok tak bercukai di tiga kecamatan. Hasilnya, 12.000 batang rokok ilegal berhasil diamankan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan sejumlah rokok ilegal kembali. Pada Selasa (2/8) pihak Satpol PP temukan sekitar 12 ribu batang rokok polos atau tanpa cukai.

Kemarin (2/8) Pemkab Pati menggelar operasi pasar barang kena cukai. Sasaran operasi di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Pati Kota, Pucakwangi, dan Jakenan.

“Tadi kami melakukan operasi pasar barang kena cukai. Utamanya rokok yang tidak bercukai. Kebetulan dapat rokok polos (tanpa cukai). Pada hari ini (2/8) ditemukan rokok tanpa cukai. Sekitar 12.000 batang,” papar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono.

Pihaknya menyasar di berbagai toko di wilayah tersebut. Di Toko Indah Mulya Pasar Desa Sembaturagung, Jakenan ditemukan sejumlah rokok polosan berbagai merk. Misalnya, merk Laris Brow dua bungkus dan Dukun dua bal.

Kemudian di toko wilayah Desa Triguno, Pucakwangi, lanjut Sugiyono, ada banyak temuan. Di antaranya, merk Bold sebanyak satu bal dan enam bungkus. Satunya, merk Luffman sebanyak enam pres dan tiga bungkus.

Baca Juga :  Kandang Terbakar Gara-Gara Bediang, Seekor Sapi di Pati Mati Terpanggang

Dengan operasi pasar ini, ia berharap, bisa mengurangi peredaran rokok ilegal di Kota Mina Tani. Soalnya, bisa merugikan negara.

“Dari operasi pasar yang menggandek berbagai instansi terkait ini, semoga bisa benar-benar menghilangkan rokok ilegal. Setidaknya bisa ditekan peredarannya,” tegasnya.

Dia mengatakan, masyarakat harus cerdas dalam memilih dan tak menjual rokok ilegal. Soalnya, bisa terkena sanksi pidana.

“Masyarakat ini seharusnga bisa lebih cerdas. Soalnya menjual rokok ini bisa kena sanksi pidana. Jadi jangan memperjual belikan rokok ilegal,” cetusnya.

Giono menambahkan, pihaknya kerap menggelar operasi serupa. Jadi tidak hanya kali ini saja temuan rokok ilegal.

Sebelumnya penemuan rokok ilegal ditemukan di Kecamatan Winong. Sebanyak 1400 batang diamankan.

Pihaknya juga beroperasi di Pucakwangi juga sebelumnya. Temuannya, 101 bungkus. Totalnya ada 20.000-an batang rokok ilegal.

“Jadi saya harap ini jangan diulangi lagi. Padahal ini bisa membuat negara merugi. Hasil cukai ini kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/