alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Pemilik Kafe dan PK di Pati Kena Sanksi Denda karena Melanggar PPKM

PATI – Puluhan pengunjung karaoke dan Pemandu Karaoke (PK) bersama pemilik kafe digelandang aparat gabungan Sabtu malam lalu. Mereka dirazia karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Razia menyasar tempat hiburan malam karaoke yang berlokasi di jalan Kecamatan Margorejo.

Petugas mengamankan puluhan orang dari empat tempat karaoke di lokalisasi Ngemblok. Mereka kemudian digelandang ke Markas Satpol PP untuk dimintai keterangan, diswab antigen, dan dikenai sanksi denda.


Dari pendataan itu diketahui, 4 pemilik tempat karaoke, 26 perempuan PK, 36 pengunjung laki-laki. Dari 26 PK tersebut, terdapat dua orang yang statusnya masih di bawah umur.

Tak hanya itu, petugas juga menyita 76 botol miras berbagai merek dari lokasi razia. Kapolres Pati ABKP Arie Prasetya Syafaat melalui Kabag Ops Polres Pati Kompol Sugino mengungkapkan, pihaknya melakukan penertiban terhadap pelanggar Perbup 66 dan Perda Pariwisata.

“Yang kena razia kami data, kemudian dilakukan swab antigen. Kalau hasilnya positif akan kami isolasi. Bagi yang negatif dilakukan penindakan oleh Satpol PP sesuai Perbup 66,” ujar kemarin.

Baca Juga :  Digelar Dua Pekan, Operasi Patuh Candi Prioritaskan Penegakan Prokes

Ia mengaku prihatin dengan masih banyaknya masyarakat dan pelaku usaha karaoke yang abai pada peraturan. Dia berharap mereka segera sadar dan tidak mengulangi kesalahan.

“Hentikan dulu operasionalnya, lagipula mereka (tempat karaoke) juga tidak berizin. Apalagi ini bulan puasa. Sebelum kami tindak tegas lagi, yang masih bandel tolong berhenti,” imbau Kompol Sugino.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko mengatakan, dari hasil swab, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Mereka kemudian dikenai denda. Rp 1 juta untuk pemilik karaoke, dan Rp 100 ribu untuk PK dan pengunjung.

“Mereka melanggar ketentuan Perbup Pati nomor 66 tahun 2020, tempat karaoke dilarang beroperasi selama pandemi Covid-19. Selain itu, sesuai Perda Kabupaten Pati nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tempat wisata, tempat hiburan karaoke diinstruksikan untuk tutup selama bulan Ramadan, “ ujarnya.






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Puluhan pengunjung karaoke dan Pemandu Karaoke (PK) bersama pemilik kafe digelandang aparat gabungan Sabtu malam lalu. Mereka dirazia karena melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Razia menyasar tempat hiburan malam karaoke yang berlokasi di jalan Kecamatan Margorejo.

Petugas mengamankan puluhan orang dari empat tempat karaoke di lokalisasi Ngemblok. Mereka kemudian digelandang ke Markas Satpol PP untuk dimintai keterangan, diswab antigen, dan dikenai sanksi denda.

Dari pendataan itu diketahui, 4 pemilik tempat karaoke, 26 perempuan PK, 36 pengunjung laki-laki. Dari 26 PK tersebut, terdapat dua orang yang statusnya masih di bawah umur.

Tak hanya itu, petugas juga menyita 76 botol miras berbagai merek dari lokasi razia. Kapolres Pati ABKP Arie Prasetya Syafaat melalui Kabag Ops Polres Pati Kompol Sugino mengungkapkan, pihaknya melakukan penertiban terhadap pelanggar Perbup 66 dan Perda Pariwisata.

“Yang kena razia kami data, kemudian dilakukan swab antigen. Kalau hasilnya positif akan kami isolasi. Bagi yang negatif dilakukan penindakan oleh Satpol PP sesuai Perbup 66,” ujar kemarin.

Baca Juga :  Disdagperin Yakinkan PKL eks Alun-alun Pati Bisa Ikut di Undian Berikutnya

Ia mengaku prihatin dengan masih banyaknya masyarakat dan pelaku usaha karaoke yang abai pada peraturan. Dia berharap mereka segera sadar dan tidak mengulangi kesalahan.

“Hentikan dulu operasionalnya, lagipula mereka (tempat karaoke) juga tidak berizin. Apalagi ini bulan puasa. Sebelum kami tindak tegas lagi, yang masih bandel tolong berhenti,” imbau Kompol Sugino.

Sementara, Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko mengatakan, dari hasil swab, seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Mereka kemudian dikenai denda. Rp 1 juta untuk pemilik karaoke, dan Rp 100 ribu untuk PK dan pengunjung.

“Mereka melanggar ketentuan Perbup Pati nomor 66 tahun 2020, tempat karaoke dilarang beroperasi selama pandemi Covid-19. Selain itu, sesuai Perda Kabupaten Pati nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tempat wisata, tempat hiburan karaoke diinstruksikan untuk tutup selama bulan Ramadan, “ ujarnya.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/