alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Warga Pertanyakan Biaya Parkir Stadion Joyokusumo, Siapa Pengelolanya?

PATI – Kabupaten Pati dihangatkan dengan perbincangan netizen mengenai Parkir Stadion Joyokusumo Pati. Bahwasannya, masyarakat menanyakan mengapa fasilitas publik ada penarikan parkir.

Netizen menanyakan siapa sebenarnya pengelola parkir di tempat tersebut media sosial (Medsos). Mengingat dalam karcis parkir tertulis Karang Taruna Desa Winong. Bila memang ada pengelola resmi, kenapa bila ada kehilangan tidak diurusi.

“Tanya lur, kenapa masuk area halaman Joyokusumo wajib bayar? Yang mengelola itu siapa? Kok tiket masuknya tertulis karang taruna Desa Winong? Dan nyatanya parkir ya tidak diperhatikan. Apalagi kehilangan,” ujar akun Kang Mus di Medsos.


Bahwasannya, dia menilai, seharusnya pemerintah tak menarif biaya bila masuk area stadion. Alasannya, itu area milik Pemkab Pati. Bukan milik desa maupun karang taruna.

”Seharusnya gratis! wong area publik milik pemkab bukan desa ataupun karang taruna. Kalaupun bayar retribusi tiket dan petugaanya harus jelas,” lanjutnya.

Postingan ini ditanggapi berbagai pihak. Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati hingga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Bahkan Wakil Bupati yang juga Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin juga ikut berkomentar.

Baca Juga :  Meski yang Lain Mogok, Perajin Tahu Tempe di Pati Tetap Produksi

”Maturnuwun informasinya, case ini merupakan ranah Pemdes setempat. Bukan dikelola Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten Pati. Monggo saget dibantu @dinporapar.pati agar menjadi baik dan sesuai aturan demi kenyamanan bersama,” kata Safin dengan akun massaifularifin.

Sementara itu, pihak Kecamatan Pati tidak mengakui adanya retribusi itu. Pasalnya, tidak ada sumbangsih ke pihak desa.

“Bukan karangtaruna kami. Bukan dari pihak desa. Itu oknum,” tegas Camat Pati Didik Rusdiartono.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinporapar setempat akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan pihak desa. Pihaknya sudah mengundang beberapa pihak tersebut.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengatakan, Telah hadir dua orang perwakilan dari warga yang memanfaatkan lahan stadion untuk penitipan/parkir kendaraan. Bagaimanapun keputusannya harus bisa diterima.

”Untuk sementara mempersilahkan tetap untuk melaksanakan parkir tapi hanya minggu/libur. Akan tetapi dengan ketentuan sesuai dengan peraturan. Sepeda motor Rp 1.000 dan Mobil Rp 2.000. Dengan catatan tetap menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan tanggung jawab. Baik kepada Pemerintah yang selama ini dilaksanakan maupun kepada orang yang menitipkan kendaraannya,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kabupaten Pati dihangatkan dengan perbincangan netizen mengenai Parkir Stadion Joyokusumo Pati. Bahwasannya, masyarakat menanyakan mengapa fasilitas publik ada penarikan parkir.

Netizen menanyakan siapa sebenarnya pengelola parkir di tempat tersebut media sosial (Medsos). Mengingat dalam karcis parkir tertulis Karang Taruna Desa Winong. Bila memang ada pengelola resmi, kenapa bila ada kehilangan tidak diurusi.

“Tanya lur, kenapa masuk area halaman Joyokusumo wajib bayar? Yang mengelola itu siapa? Kok tiket masuknya tertulis karang taruna Desa Winong? Dan nyatanya parkir ya tidak diperhatikan. Apalagi kehilangan,” ujar akun Kang Mus di Medsos.

Bahwasannya, dia menilai, seharusnya pemerintah tak menarif biaya bila masuk area stadion. Alasannya, itu area milik Pemkab Pati. Bukan milik desa maupun karang taruna.

”Seharusnya gratis! wong area publik milik pemkab bukan desa ataupun karang taruna. Kalaupun bayar retribusi tiket dan petugaanya harus jelas,” lanjutnya.

Postingan ini ditanggapi berbagai pihak. Mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati hingga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati. Bahkan Wakil Bupati yang juga Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin juga ikut berkomentar.

Baca Juga :  Meski yang Lain Mogok, Perajin Tahu Tempe di Pati Tetap Produksi

”Maturnuwun informasinya, case ini merupakan ranah Pemdes setempat. Bukan dikelola Pengurus Karang Taruna tingkat Kabupaten Pati. Monggo saget dibantu @dinporapar.pati agar menjadi baik dan sesuai aturan demi kenyamanan bersama,” kata Safin dengan akun massaifularifin.

Sementara itu, pihak Kecamatan Pati tidak mengakui adanya retribusi itu. Pasalnya, tidak ada sumbangsih ke pihak desa.

“Bukan karangtaruna kami. Bukan dari pihak desa. Itu oknum,” tegas Camat Pati Didik Rusdiartono.

Saat dikonfirmasi, pihak Dinporapar setempat akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan pihak desa. Pihaknya sudah mengundang beberapa pihak tersebut.

Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono mengatakan, Telah hadir dua orang perwakilan dari warga yang memanfaatkan lahan stadion untuk penitipan/parkir kendaraan. Bagaimanapun keputusannya harus bisa diterima.

”Untuk sementara mempersilahkan tetap untuk melaksanakan parkir tapi hanya minggu/libur. Akan tetapi dengan ketentuan sesuai dengan peraturan. Sepeda motor Rp 1.000 dan Mobil Rp 2.000. Dengan catatan tetap menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan tanggung jawab. Baik kepada Pemerintah yang selama ini dilaksanakan maupun kepada orang yang menitipkan kendaraannya,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/