alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Nakes Asal Pati Gugur Ditembak KKB Papua Rencananya Dimakamkan Hari Ini

PATI Tenaga kesehatan (nakes) asal Kabupaten Pati gugur dalam tugas di Papua. Nakes bernama Sri Lestari Indah Putri, 32, menjadi korban pembunuhan keluarga TNI di Distrik Elelim, Yalimo, Papua, oleh  keganasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Jenazah rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Desa Pohgading, Winong, hari ini. Ibu korban sempat histeris dan pingsan seharian.

Indah -sapaan nakes Sri Lestari Indah Putri- merupakan istri TNI bernama Sertu Eka Andriyanto Hasugian. Pria yang kelahiran Sidoarjo, 20 Juli 1994 itu, menjadi babinsa di Koramil 17/2-07/Kurulu, Jayawijaya, Papua. Sertu Eka Andriyanto mengalami luka tembak bagian bawah ketiak kanan oleh KKB Papua.

Sedangkan istrinya, Sri Lestari Indah Putri merupakan bidan aparatur sipil negara (ASN) yang juga bertugas di wilayah tersebut. Perempuan kelahiran Pati, 21 November 1989 itu, mengalami luka sabetan benda tajam pada bagian leher. Mereka berdua meninggal.


Saat ini, keluarga menunggu kepulangan jenazah. Kemarin (1/4), karangan bela sungkawa terlihat di depan rumah korban di RT 1/RW 5, Desa Pohgading, Winong. Suasana sedih terasa saat wartawan koran ini melangkah ke halaman rumah korban. Mata kakak kandung korban terlihat kemerahan. Percakapan keluarga dengan warga lain pun patah-patah. Seakan tak tega menceritakan kronologi keluarga yang meninggal di Papua itu.

Tetangga dan saudara korban duduk di kursi kayu ungu sepanjang satu meter di halaman rumah korban. Mereka duduk menanti kepulangan nakes Sri Lestari Indah Putri, 32, korban pembunuhan keluarga TNI di Distrik Elelim, Yalimo, Papua. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (31/3) pukul 06.00 WIT lalu.

”Sudah 10 tahun lebih Indah merantau di Papua. Pulang ke rumah terkadang saat Lebaran. Saya kaget ditelepon saudara yang di Papua. Katanya Indah meninggal. Saat ini saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Masih syok,” ujar kakak kandung Indah yang tak mau disebut namanya dengan kata yang terpatah-patah.

Baca Juga :  Viral Video Kades di Pati Karaoke Bareng PK, Langsung Disemprit Satpol PP

Saat mengetahui kejadian itu, ibu korban langsung histeris. Menangis tak henti-henti.
Wah ramai saat ada kabar meninggalnya Mbak Indah. Ibunya pingsan. Di kamar hanya tidur dan menangis. Tapi hari ini sudah siuman,” terang Parwi, tetangga korban saat ditanya keadaan keluarga nakes itu kemarin.

Dia bercerita, Indah merantau di Papua semenjak belum menikah. Saat ini, sudah punya anak dua dengan usia lima tahun dan empat tahun. ”Indah sudah di Papua mungkin sudah lima tahun lebih. Dulu kalau Lebaran pulang ke rumah (Pati),” imbuhnya.

Sementara itu, keluarga korban turut menjemput kepulangan jenazah. Rencananya Indah dimakamkan di kampung halamannya pagi ini. Sedangkan jenazah suaminya, Sertu Eka akan dimakamkan di kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, keluarga korban tengah mengurus jenazah Indah di Sidoarjo.

Sebelumnya, Sertu Eka dan Indah akan dimakamkan berdampingan di Sidoarjo. Sesuai prosedur anggota TNI. Akan tetapi, pihak keluarga Indah meminta untuk dimakamkan di Pati.

”Rencananya, Mbak Indah dimakamkan di Desa Pohgading, Winong, Pati. Saya ini sedang di Sidoarjo mendampingi pihak keluarga dalam penjemputan jenazah,” ungkap Bambang Suhono, kepala Desa Pohgading, Winong, yang sekaligus paman Indah saat dihubungi via Whatsapp (WA) kemarin.

”Awalnya akan dimakamkan berdampingan. Kemudian pihak keluarga Pati meminta untuk dimakamkan di Pati. Setelah rembukan, akhirnya diizinkan,” lanjutnya.

Posisi jenazah keduanya kemarin sekitar pukul 14.00 WIT diterbangkan dari Bandara Sentani ke Bandara Juanda, Surabaya. ”Kemungkinan sampai di Surabaya pukul 17.00 WIB. Mbak Indah rencananya dimakamkan besok pagi (pagi ini). Soalnya, kemungkinan sampai di rumah duka Desa Pohgading tengah malam antara pukul 00.00 hingga pukul 01.00 WIB,” kata Bambang. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI Tenaga kesehatan (nakes) asal Kabupaten Pati gugur dalam tugas di Papua. Nakes bernama Sri Lestari Indah Putri, 32, menjadi korban pembunuhan keluarga TNI di Distrik Elelim, Yalimo, Papua, oleh  keganasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Jenazah rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Desa Pohgading, Winong, hari ini. Ibu korban sempat histeris dan pingsan seharian.

Indah -sapaan nakes Sri Lestari Indah Putri- merupakan istri TNI bernama Sertu Eka Andriyanto Hasugian. Pria yang kelahiran Sidoarjo, 20 Juli 1994 itu, menjadi babinsa di Koramil 17/2-07/Kurulu, Jayawijaya, Papua. Sertu Eka Andriyanto mengalami luka tembak bagian bawah ketiak kanan oleh KKB Papua.

Sedangkan istrinya, Sri Lestari Indah Putri merupakan bidan aparatur sipil negara (ASN) yang juga bertugas di wilayah tersebut. Perempuan kelahiran Pati, 21 November 1989 itu, mengalami luka sabetan benda tajam pada bagian leher. Mereka berdua meninggal.

Saat ini, keluarga menunggu kepulangan jenazah. Kemarin (1/4), karangan bela sungkawa terlihat di depan rumah korban di RT 1/RW 5, Desa Pohgading, Winong. Suasana sedih terasa saat wartawan koran ini melangkah ke halaman rumah korban. Mata kakak kandung korban terlihat kemerahan. Percakapan keluarga dengan warga lain pun patah-patah. Seakan tak tega menceritakan kronologi keluarga yang meninggal di Papua itu.

Tetangga dan saudara korban duduk di kursi kayu ungu sepanjang satu meter di halaman rumah korban. Mereka duduk menanti kepulangan nakes Sri Lestari Indah Putri, 32, korban pembunuhan keluarga TNI di Distrik Elelim, Yalimo, Papua. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (31/3) pukul 06.00 WIT lalu.

”Sudah 10 tahun lebih Indah merantau di Papua. Pulang ke rumah terkadang saat Lebaran. Saya kaget ditelepon saudara yang di Papua. Katanya Indah meninggal. Saat ini saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Masih syok,” ujar kakak kandung Indah yang tak mau disebut namanya dengan kata yang terpatah-patah.

Baca Juga :  Urai Macet di Jalur Juwana, Pemkab Pati Usulkan Jembatan Darurat

Saat mengetahui kejadian itu, ibu korban langsung histeris. Menangis tak henti-henti.
Wah ramai saat ada kabar meninggalnya Mbak Indah. Ibunya pingsan. Di kamar hanya tidur dan menangis. Tapi hari ini sudah siuman,” terang Parwi, tetangga korban saat ditanya keadaan keluarga nakes itu kemarin.

Dia bercerita, Indah merantau di Papua semenjak belum menikah. Saat ini, sudah punya anak dua dengan usia lima tahun dan empat tahun. ”Indah sudah di Papua mungkin sudah lima tahun lebih. Dulu kalau Lebaran pulang ke rumah (Pati),” imbuhnya.

Sementara itu, keluarga korban turut menjemput kepulangan jenazah. Rencananya Indah dimakamkan di kampung halamannya pagi ini. Sedangkan jenazah suaminya, Sertu Eka akan dimakamkan di kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, keluarga korban tengah mengurus jenazah Indah di Sidoarjo.

Sebelumnya, Sertu Eka dan Indah akan dimakamkan berdampingan di Sidoarjo. Sesuai prosedur anggota TNI. Akan tetapi, pihak keluarga Indah meminta untuk dimakamkan di Pati.

”Rencananya, Mbak Indah dimakamkan di Desa Pohgading, Winong, Pati. Saya ini sedang di Sidoarjo mendampingi pihak keluarga dalam penjemputan jenazah,” ungkap Bambang Suhono, kepala Desa Pohgading, Winong, yang sekaligus paman Indah saat dihubungi via Whatsapp (WA) kemarin.

”Awalnya akan dimakamkan berdampingan. Kemudian pihak keluarga Pati meminta untuk dimakamkan di Pati. Setelah rembukan, akhirnya diizinkan,” lanjutnya.

Posisi jenazah keduanya kemarin sekitar pukul 14.00 WIT diterbangkan dari Bandara Sentani ke Bandara Juanda, Surabaya. ”Kemungkinan sampai di Surabaya pukul 17.00 WIB. Mbak Indah rencananya dimakamkan besok pagi (pagi ini). Soalnya, kemungkinan sampai di rumah duka Desa Pohgading tengah malam antara pukul 00.00 hingga pukul 01.00 WIB,” kata Bambang. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/